Cinta Dibalik Persahabatan

Cinta Dibalik Persahabatan
Tanpa sengaja Bertemu


__ADS_3

Setelah kejadian tempo hari, Devi menjadi pribadi yang pendiam dan tertutup. Setiap kali ia mengingat semua kejadiannya dengan Rudi ia selalu menangis dan menyesali perbuatan nya itu.


Namun nasi sudah menjadi bubur, maka disesali pun tak ada gunanya.


Disaat Devi sedang termenung di dalam ruangan nya pada saat jam istirahat kuliah. Meysha datang menghampiri Devi.


"Devi apa kabar, udah lama ya kita gak ketemu" ucap Meysha menatap Devi dengan tatapan bersalahnya.


"Siapa kamu? apa sebelumnya kita pernah kenal?" kata Devi singkat dan bahkan menoleh saja Devi sama sekali tidak Sudi.


"Sudahlah Dev, lupakan semua kejadian itu, lagi pula sekarang aku sudah ga sama Rudi lagi, jadi kmu gaperlu marah sama aku lah kan udah berlalu juga sih" ucap Meysha dengan santainya berkata, seolah-olah kesalahan yang ia lakukan tidak sefatal yang dibayangkan.


"Lo punya otak gak sih, ngomong kayak tadi, Lo pikir hati gue terbuat dari batu apa, seenak jidat aja Lo ngomong ke gue suruh ngelupain kesalahan dan pengkhianatan Lo itu. Emang ga punya hati Lo ya" Devi marah dengan ucapan meysha yang membuat dirinya semakin dilema saat ini.

__ADS_1


"iya, iya maafin gue, gue salah udah jadi pecundang dengan ngerebut Rudi dari Lo, tapi Lo harus tau bahwa Rudi itu sangat sayang sama Lo, dia sama gue cuma buat cemburuan Lo, lebih baik sekarang Lo kembali sama Rudi" ucap Mey memelas dan memohon pada Devi, agar mantan sahabatnya tersebut mau memaafkan dirinya meski kesalahan nya itu memang begitu sulit dimaafkan.


"Dasar Lo ya, ngomong suka gak pake otak ya, Lo pikir setelah kejadian yang kalian buat beberapa waktu lalu, dengan gampang gue Nerima dia balik?, Lo aja tu sama dia gue mah ogah" ucap sinis Devi dan menatap Mesha dengan tatapan bencinya.


" iya tapi Lo udah maafin gue kan, gue beneran deh nyesel banget udah nyakitin Lo, gue dibutakan oleh rasa cinta gue ke Rudi sampe gue tega mengkhianati sahabat gue sendiri, Lo Masi mau kan jadi sahabat gue? maafin gue udah ngecewain Lo, gue harap Lo bisa melupakan kejadian itu dan kita mulai persahabatan kita dari awal lagi" Meyy berharap keinginaannya itu di terima oleh Devi.


" Gue mungkin bisa maafin apa yang udah Lo dan Rudi lakuin ke gue, tapi sampai kapan pun gue ga bakalan lupa sama kejadian ini hati gue Masi sakit, apalagi saat gue tau bahwa Rudi yang mengkhancurkan dan membatalkan pertunangan gue dan Herman, gue gak habis pikir kenap Rudi selalu membuat hidup gue menderita. Padahal gue gak pernah ganggu hubungan dia dengan Lo kan, karna gue udah ikhlasin kejadian itu, tapi Rudi dia sangat menjengkelkan kan" ucap Devi menangis karena tak kuat mengingat pengkhianatan yang dilakukan oleh Meysha.


"Maafin gue Dev, karna gue, Lo dan Rudi harus berpisah dulu,maafin gue dev, tapi beneran Rudi sayang banget sama Lo, dia rela ninggalin gue demi Lo" kata Meysha lagi dan memperjelas kan semuanya pada Devi.


"Udah dulu ya Meysha, gue lagi pengen sendiri" Devi pun pergi berlari keluar dari ruangan nya, ia pergi ke taman yang letaknya tidak jauh dari kampus untuk menenangkan hatinya yang kacau.


Namun ia tidak menyangka kalau ia akan bertemu dengan pujaan hatinya, yang telah ia buat kecewa.

__ADS_1


Ya siapalagi kalau bukan herman, Herman terlihat termenung dan raut wajah nya sedih. Dengan keberanian extra nya, Devi mencoba berbicara dengan Herman


"Assalamualaikum, boleh kita bicara" ucap Devi dengan gugup dan takut tentunya.


"Waalaikumussalam, silahkan" jawab Herman dengan singkat. Bisa dilihat kekecewaan yang begitu besar di raut wajah Herman.


Panjang lebar ia menjelaskan semua kejadian yang terjadi disaat hari pertunangan mereka. Namun tetap saja Herman bungkam setelah penjelasan Devi. Sepertinya ia tetap saja kecewa kepada Devi, dan sulit ia menerima kenyataan yang terjadi. Devi yang rindu dengan Herman langsung memeluk Herman, dan Herman sama sekali tidak menolaknya, sepertinya Herman juga sangat merindukan devi.


Hati Herman memang begitu sakit mengingat Devi meninggalkan acara pertunangan mereka, tetapi Herman tak bisa membohongi perasaannya jika ia masih sangat menyayangi wanita itu. Bahkan tersakiti pun ia rela asalkan wanita tersebut selalu berada disampingnya hingga kapanpun.


Namun Herman butuh waktu untuks semua itu, sehingga saat ini Herman memilih diam dan tidak ingin membahasnya. Karena ia merasa hatinya sudah tenang saat ini dan ia tidak ingin kembali gelisah mengingat sikap Devi yang terus saja memaksa dirinya untuk kembali.


Mustahil atau tidaknya mereka kembali bersama hanya Allah yang mengetahui jawabannya, Kita sebagai manusia hanya bisa menjalankan apa yang sutradara katakan.

__ADS_1


Kemudian Herman pun pergi dari taman tersebut dan pulang ke rumahnya, kemudian ia menangis sendiri di kamar. Mengingat Devi yang saat ini juga masih menyayanginya meski keadaan saat ini pun sedang berusaha menjauhkan mereka berdua.


__ADS_2