Cinta Dibalik Persahabatan

Cinta Dibalik Persahabatan
S2


__ADS_3

Malam Ini Herman duduk seorang diri di balkon, memendang bintang dan bulan yang saat ini terlihat sangat jelas dan indah.


Teringat dengan Devi, wanita yang teramat ia cintai, tanpa terasa air mata Herman mengalir begitu saja.


"Devi, mengapa harus kamu yang pergi. Aku masih begitu menyayangi mu, aku merindukan segala perhatian dari mu. Lihat lah sayang, anak-anak sudah besar sekarang. Devia Putrimu begitu cantik, ia sangat mirip sekali denganmu" ucap Herman sambil memegang pigura foto Devi.


Herman kembali mengingat masa masa dirinya bersama Devi.


"Andai saja, aku bisa menggantikan posisimu, mungkin aku akan melakukan nya Devi, demi dirimu dan anak-anak"


"Kau tau sayang? bahkan sampai saat ini, aku tidak bisa mencintai Meysha, aku hanya menganggapnya ibu tiri dari anak-anak, bukan istriku" ucap Herman sambil tersedu sedan.


"Sudah 17 tahun kamu meninggal ku sayang, tapi rasa cinta ini tetap sama dan tidak akan pernah berubah"


Ia kembali memeluk erat pigura foto tersebut, Sambil membayangkan wajah Devi.


Karena kelelahan menangis, Herman pun tertidur.


"Ya ampun, mas Herman ngapain tidur disini" ucap Meysha.

__ADS_1


"Mas.. Ayo bangun" ucap Meysha membangun kan suaminya.


"Ah, eh iya. Astaga aku ketiduran" ucap Herman kemudian.


Herman berdiri dari kursi dan berlalu pergi dari sana.


Meysha duduk,dan melihat sebuah foto yang berisikan foto sahabatnya Devi.


Kemudian ia memandang langit, dan meratapi kesedihan yang amat mendalam.


"Devi, aku tau suami ku masih mencintai mu, aku sangat yakin jika dia hanya berpura-pura mencintai ku"


"Kamu tau Devi, aku sangat sakit sekali, tetapi ini sama sekali bukan keinginan ku. Aku pikir, seiring berjalan nya waktu mas Herman akan bisa mencintaiku, namun ternyata semuanya salah besar Devi" ucap Meysha sambil meneteskan air matanya.


"Apa kah aku egois? jika berharap suamiku mencintai ku Devi? ya aku ingin suamiku mencintai ku. Aku sudah berusaha jadi ibu yang baik untuk anak-anak kalian."


"Karena aku sungguh sangat menyayangi keduanya, aku sudah menganggap mereka seperti anak ku sendiri, tetapi aku juga ingin dicintai Devi. Hiks... aku sungguh wanita yang egois"


Kemudian Meysha menyusul suaminya ke kamar.

__ADS_1


"Kamu sudah tidur mas?" tanya Meysha yang melihat suaminya tidur sambil membelakangi suaminya.


Tidak ada jawaban!


"Sampai kapan kita begini mas, sampai kapan kamu akan menghindari aku dan terus berpura pura baik baik saja depan anak-anak" ucap Meysha.


Kemudian ia berbaring membelakangi suaminya tersebut.


Usaha apa pun yang di lakukan Meysha tak membuat hati Herman luluh, karena ia hanya mencintai Devi, wanita yang sangat ia sayangi.


"Maaf kan aku Meysha, aku hanya mencintai Devi, hanya Devi wanita yang aku cintai dan sampai kapan pun akan tetap seperti itu. Devi adalah wanita tangguh yang sampai kapanpun tak ada wanita lain yang aku cintai selain Devi." gumam Herman dalam hatinya.


Kemudian keduanya terlelap di alam mimpi nya masing-masing.


Di lain tempat, Devano sibuk senyum-senyum sendiri, ia memikirkan wanita yang selama ini menjadi pujaan hatinya.


Ia sibuk memikirkan bagaimana caranya mengungkapkan isi hatinya pada wanita tersebut.


Karena yang ada di pikirkan Devano adalah, ia takut jika pujaan hatinya itu menolak perasaannya.

__ADS_1


__ADS_2