Cinta Dibalik Persahabatan

Cinta Dibalik Persahabatan
wafat


__ADS_3

Aku hanya bisa menangis dan segera menandatangani surat keputusan operasi dari dokter. Aku tidak ingin mengambil resiko. Aku hanya berharap Tuhan memberikan aku waktu untuk bisa membahagiakan istri dan kedua anak ku.


Aku melihat perjuangan istri ku dalam melahirkan, aku mengenggam kuat tangan istriku, aku tidak ingin melepaskan tangan istriku. Kemudian ia berteriak karena kesakitan sehingga membuat ku tak tega.


"Sayang, aku sudah tidak kuat mas, sakit....


Begitulah teriakan istriku kepadaku. Tapi aku selalu menyemangatinya dan menguatkannya.


"Aku titip mereka mas, Rawat lah mereka baik-baik sayangi lah mereka mas jangan pernah menyakiti nya"


"Tidak sayang, kita akan bersama sama merawat mereka hingga mereka besar dan kita akan menua bersama. Bertahan lah sayang"


Setelah melakukan proses yang cukup lama. aku mendengar suara tangisan bayi.


oek..... oek.... oek....


oekkk... oekk... oekk..


Terdengar menggema suara tangisan kedua bayi ku.


Lalu kulihat istri ku semakin melemah dan suster setengah berteriak.


"Dok, keadaan pasien kritis dok. Pasien Anfal.


deg... deg .... deg ....

__ADS_1


Begitu jantung ku bergetar.


"sayang, jangan pergi, jangan tinggalkan aku dan anak-anak. Jangan biarkan ku merawat nya sendirian" kataku semakin menangis.


Ku gendong bayiku ku dekat kepadanya lalu ku berkata "Lihat lah sayang ku, ini bayi kita mereka sangat tampan dan cantik" kataku sambil menangis.


Ku lihat istri ku tersenyum melihat kedua bayi tersebut.


Namun ia seperti menahan begitu rasa sakitnya.


"Mas, donorkan hati ini untuk meyhsa dan jagalah anak-anak kita dengan baik, maaf kan aku tidak bisa bersamamu lagi" katanya dengan terbata bata.


"tidak sayang tidak jangan katakan itu"


Mesyha yang masih berpakaian pasien dengan lemah menyusul kami keruangan operasi. Meysha menangis melihat Devi menderita dan kemudian Devi juga menitipkan anak kami kepada Meysha dan seketika ia pun menyatukan tangan ku dan tangan meysha.


Kemudian mengatakan "Aku percaya kan anak ku pada kalian berdua, Mey aku titip anak-anak ku jadilah ibu yang baik untuk mereka"


Aku dan meysha sangat terkejut mendengar ucapan Devi.


Tak lama setelah itu Devi pun menghembuskan nafas terakhir nya.


Aku seketika lemah dan berteriak aku sengat tidak ingin kehilangan nya. aku berteriak pada dokter "Dok, selamatkan istri saya dok, saya tidak ingin kehilangan istri saya dok"


"Istri bapak,sudah menghadap kepada sang pencipta,ikhlaskan kepergian nya pak, agar ia tenang disana" kata dokter.

__ADS_1


Aku menangis histeris, kemudian kedua orang tua Devi mengambil alih si kembar dari ku dan meysha.


"Sayang, mungkin mas memang harus merelakan kepergian mu, terimakasih sudah melahirkan anak-anak kita, mereka pasti berbahagia memiliki ibu tangguh seperti mu sayang, selamat beristirahat sayang. Aku akan selalu mencintai mu" kataku mencoba tegar dengan keadaan.


Kemudian saat ini adalah proses operasi dari pencangkokan hati untuk meysha.


meysha berada diruangan operasi. mereka semua menunggu di depan ruang operasi, ada Herman, Nisa,Della,Abdul dan Rudi.


Sekitar 3 jam kemudian operasi selesai. Dokter keluar dan mengucap kan Alhamdulillah bahwa Operasinya berjalan dengan lancar.


Akhirnya mereka pun senantiasa bersyukur pada Allah.


Meysha di pindahkan ke ruang ICU karena kondisinya yang masih melemah.


Herman tak henti-hentinya menggendong si kembar ia berharap putri dan putra nya kelak akan menerima kenyataan bahwa ibu yang melahirkannya sudah kembali kepada sang pencipta.


3 hari sudah semenjak meninggal nya Devi. Pihak keluarga mengambil alih si kembar sementara, dan membiarkan Herman untuk menenangkan hati dan juga pikirannya.


Ibu Devi datang menghampiri Herman yang masih termenung di sofa "Nak, kamu harus melanjutkan hidup mu, kasihan si kembar sudah tidak memiliki ibu, dan kini justru terabaikan oleh ayahnya yang belum merelakan kepergian ibu nya"


"Iya Bu, aku akan merelakan Devi, dan aku akan berusaha menjalan kan segala amanah Devi padaku Bu, aku menemui si kembar dulu"


Herman pergi ke kamar sikembar dan terlihat si kembar sedang tidur, "Maafkan ayah nak, ayah sudah mengabaikan mu, semoga kalian menjadi anak yang tangguh meski pun tanpa ibu yang merelakan nyawanya untuk kalian, kalian berhutang banyak pada ibu sayang" Herman mengecup pipi kedua anaknya.


Saking larutnya Herman dalam kesedihan ia sampai sekarang belum memberi nama untuk bayi kembarnya.

__ADS_1


__ADS_2