
Disaat Devi yang depresi untuk hal yang telah di alami nya akhir-akhir ini, ia pun berusaha menenangkan pikirannya dengan pergi ke bar, ia meminta bir kepada para pelayan barz Tanpa sadar ia sudah menghabiskan 7 gelas bir, ia mulai berjalan dengan sompoyongan, setelah merasa cukup ia berusaha berjalan untuk pulang kerumahnya, namun tangan nya tiba-tiba disentuh oleh seorang lelaki yang wajahnya sangat tidak asing baginya.
Lelaki itu mengecup mesra bibir Devi, Devi yang setengah sadar tidak merespon apapun ia tidak melayani lelaki itu ia juga sama sekali tidak menolaknya.
Lelaki itu membawa Devi kesebuah kamar hotel, dan entah apa yang terjadi kepada mereka malam itu Devi pun tidak mengingat nya, hanya lelaki itulah yang mengetahui apa yang ia lakukan pada Devi.
keesokan paginya Devi sadar dan Bangun dari tidurnya, kepalanya terasa begitu berat dan pusing, kemudian ia melihat kearah sekeliling, ternyata ia sudah berada sendiri dikamar hotel , dan setelah itu ia merasakan sakit pada daerah sensitif nya.
Devi tak tau mengapa bisa sesakit itu, rasanya jika datang bulan sakitnya tidak seperti ini, saat ia berusaha membersihkan diridi kamar mandi, ia sangat terkejut banyak sekali darah pada daerah sensitif nya. ia mencoba mengingat kembali apa yang terjadi malam itu, semua terasa samar-samar namun yang diingatnya ia sedang bersama seorang lelaki yang tidak asing.
Akhirnya Devi menangis dan menyesali perbuatan konyol nya yang datang ke sebuah bar hanya untuk sejenak melupakan masalah yang terjadi pada nya saat itu. ia mengutuk dirinya yang bodoh sehingga ia harus kehilangan keperawanannya bahkan ia tidak tau siapa yang mendapat kan daerah sensitif nya itu. Ia hanya bisa menangis dan pasrah dengan keadaanya saat itu.
__ADS_1
setelah selesai membersihkan diri, Devi kembali ke ranjang, ia sendiri Masih memikirkan siapa lelaki yang bersamanya semalam.
Disaat ia sedang berpikir , tiba-tiba Rudi datang. Rudi tersenyum sangat manis kepada Devi. Devi pun melihat kedatangan Rudi dengan terkejut, yang ada dipikiran Devi saat ini adalah kenapa Rudi bisa tau jika Devi berada di hotel ini. setelah lama berbicara sendiri dalam hatinya, tiba-tiba rudi mengangetkan devi dan membuyarkan lamunannya.
"Dari mana engkau tau aku ada disini? " tanya Devi dengan raut wajah bingungnya.
"Jangan lupa sayang,bukan kah semalam kita tengah bersenang-senang, aku masih rindu kehangatan tubuh mu"senyum licik Rudi kepada Devi dan sama sekali tidak merasa bersalah atas perbuatannya tersebut.
"Hey sayang,mengapa kau menyalahkan ku, kita sama-sama menikmati nya sayang, aku tidak memaksamu, jadi aku tidak salah jika aku melakukan nya bahkan kau tidak menolak saat aku menjamah tubuh mu" kata Rudi tersenyum puas melihat Devi yang saat ini bergitu sedih karena harus kehilangan keperawanannya.
"Kau bodoh apa pura-pura bodoh sih. kau tau kan bahwa saat itu aku sedang dalam pengaruh alkohol, harusnya kau melindungi ku bukan malah menghancurkan aku seperti ini Rudi" Devi menangis dan menjambak rambutnya dengan prustasi.
__ADS_1
"Kau sangat cantik, mana mungkin aku bisa menolak mu, aku tidak sanggup menahan hasrat ku malam itu, lagi pula dengan kejadian tadi malam aku tidak akan lari dari tanggung jawab ku, aku akan segera menikahi mu, kau tak perlu khawatir sayang" Kata Rudi masih menatap Devi yang menangis.
" tapi...aku yang menolaknya, meski kejadian ini sudah terjadi aku tetap tidak akan menikah dengan mu, apa kau lupa dengan kelakuan mu dulu, yang meninggal kan aku demi bersama sahabat ku, apa lelaki seperti diri mu Masi pantas untuk ku terima,mas ku rasa tidak" ucap Devi menangis dan berusaha sok kuat didepan lelaki yang sudah melecehkannya.
Devi mulai bangkit dari ranjangnya dan berusaha pergi menjauh dari Rudi. Namun lagi-lagi Rudi menggenggam tangan Devi dan langsung memeluk tubuh mungil gadis itu.
Sehingga Devi lagi-lagi harus luluh dengan kelembutan Rudi. meski sampai kapan pun ia tidak akan pernah lupa dengan kejadian yang sudah di alaminya malam tadi.
Tubuh Devi terasa begitu lemah saat ini, ia benar-benar tidak menyangka kejadian ini akan menimpanya. Devi begitu kecewa akan sikapnya sendiri yang tidak menjaga dirinya.
Devi terus saja menangis meratapi nasibnya, ia berfikir sangat jauh, ia tidak tau bagaimana kehidupannya setelah ini, ia bahkan rasanya sangat ingin sekali menyerah saat ini, melihat keadaan yang begitu kejam pada dirinya tersebut.
__ADS_1