Cinta Dibalik Persahabatan

Cinta Dibalik Persahabatan
Bertemu Rudi dan Nisa


__ADS_3

Hari ini adalah hari libur Herman. jadi ia bisa menemani Devi dirumah.


Ia masih terlelap di ranjang nya. padahal jam sudah menunjukkan pukul 07:30.


Devi memasak sarapan untuk Herman, ia selalu mengurusi kebutuhan suaminya. Karena sekarang ia hamil sudah menginjak 5 bulan. Sehingga itu membuat Herman selalu menjaga sang istri.


Ia tak ingin terjadi apa-apa pada bayi dan istri nya. Jadi bisa dikatakan bahwa Herman sangat posesif terhadap apa yang dilakukan oleh Devi.


Setelah Selesai memasak, Devi menuju kamar herman, ia melihat sang suami Masi asyik di dalam mimpinya.


"Sayang, ayo bangun, terus mandi, setelah itu kita sarapan sayang" kata Devi


Tetapi Herman hanya berdehem dan tetap pada posisinya,rasanya ia ingin bermalas-malasan dirumah hari ini karena dikantor sangat sibuk sekali sehingga ia tidak waktu untuk beristirahat.


"Sayang, kau akan tetap tidur atau aku akan menghabis kan semua sarapan yang sudah ku buat, kau tau sayang Dede dalam perut ku ini sangat lapar sekarang, jadi ayolah sayang, jangan biarkan ia menunggu" kata Devi menantikan bibirnya.


"sebentar lagi sayang, aku masi capek 5 menit lagi ya sayang" kata Herman membujuk Devi.


5 menit kemudian ia berjalan ke kamar mandi dan membersihkan diri. Setelah itu ia berjalan menuju meja makan dan terlihat lah istri nya Masi setia menunggu nya untuk sarapan meski ia sudah sedari tadi sangat lapar.


"Sayang, hari ini kita akan pergi kemana, aku sangat bosan dirumah" kata Devi merengek pada suami nya.

__ADS_1


"Bagaimana jika kita pergi ke taman saja datang, atau kau ingin kita pergi shopping sayang" kata Herman.


"Aku pilih dua-duanya deh sayang,karena aku sangat tidak ingin menentukan pilihan yang begitu sulit" kata Devi sambil nyengir.


Sesampainya di mall, Devi memilih beberapa pakaian yang menurutnya sedang trend saat ini. setelah itu mereka pergi ke restoran Yang ada dalam mall tersebut.


Devi kemudian memesan banyak sekali makanan, dan semua makanan yang ia pesan hanya habis dalam waktu sekejap.


Herman heran melihat tingkah istri nya, setahu Herman. Devi tidak suka yang namanya makan. Bahkan saking tidak suka makan sering kali Devi hanya makan ketika ia sedang lapar saja. Dan itu membuat Herman marah padanya.


"Sayang apa kau belum kenyang, jika belum maka kau boleh pesan lagi"kata Herman dengan sedikit senyum.


Setelah selesai shopping, rencana nya mereka akan pergi jalan-jalan ke taman. Tetapi tiba-tiba Devi teringat dengan Nisa.


Tiba-tiba ia merindukan sahabat nya yang konyol itu, sehingga ia membatalkan pergi ke taman tetapi malah memilih menuju rumah Nisa dan Rudi.


____** **____


Sesampainya dirumah Nisa dan Rudi. Herman menekan bel dirumah tersebut. kemudian pintunya terbuka. Mereka disambut oleh pembantunya.


Kemudian Bibi menyuruh mereka masuk dulu.

__ADS_1


Kemudian saat masuk mereka bertanya lagi


"Dimana Rudi dan Nisa? apa mereka tidak ada dirumah tanya Devi kepada bibi pembantu di rumah Nisa.


Bibi mengatakan bahwa majikan nya berada dalam kamar.


Akhirnya mereka memutuskan untuk menuju kamar Nisa.


Namun saat ingin mengetuk, Herman dan Devi mendengar suara desahan perempuan yang tak lain adalah Nisa.


"Mereka benar-benar sudah tidak waras". kata Devi merinding.


Sedangkan Herman hanya nyengir melihat melakukan dua sejoli yang sedang menikmati permainan mereka.


Tidak lama kemudian mereka keluar dari kamar. Dan melihat ada Devi dan Rudi di depan kamar mereka.


"Kau ini,membuat anak apa harus dalam keadaan siang begini" kata Herman kesal.


"Hahaha kalian ini, kami sedang kejar target, memang nya kalian berdua saja yang mau punya baby kami juga mau" kata Rudi.


Herman dan Devi tertawa terbahak-bahak dengan membayangkan yang terjadi antara Nisa dan Rudi.

__ADS_1


__ADS_2