
POV RUDI
Aku tidak menyangka engkau akan pergi secepat ini Dev, aku masih tidak percaya bahwa kamu sudah tiada diantara kami lagi.
Aku juga terluka Dev, mendengar kabar bahwa kau sudah meninggal kan kami semua, tetapi sakit ku terobati ketika melihat Putri kecil mu, dia sangat mirip sekali dengan mu Dev.
Kau wanita yang paling hebat yang pernah aku temui, hingga saat ini aku masih sangat menyayangi mu. Aku sudah menganggap Mu sebagai adik ku sendiri. Dev mengapa kau pergi secepat ini, tetapi kesimpulan nya adalah Tuhan memang begitu sayang padamu, hingga ia mengambil mu lebih cepat dari kami, ya dari kami yang terus saja menyia-nyiakan kamu selama berada bersama kami.
Aku tidak akan melupakan Dev, aku tidak akan pernah melupakan cinta pertamaku. Meski sekarang aku sudah memiliki belahan jiwa yaitu Nisa, tapi dihati ini Masi tersimpan namamu.
__ADS_1
Aku melihat putri kecilnya Devi, dia sangat lucu sekali dia tersenyum padaku, dan seketika ku ingat senyum Devi yang sampai saat ini masi jelas ku lihat dan betapa rindunya aku pada wanita itu. Wanita yang pernah aku sia-sia kan dan aku tinggal kan karena kebodohan ku.
Oh tuhan betapa berdosa nya aku. Mengapa kau mengambil nya secepat ini Tuhan. Aku bahkan belum menebus segala dosa ku padanya.
Saat melihat kedua bayi kembar itu menangis hatiku pun ikut menangis pilu. Aku tau Herman sangat terluka sekarang bagaimana tidak Herman adalah suami yang sangat menyayangi istrinya. Bahkan melebihi nyawanya sendiri tapi sekarang dia benar-benar tidak bisa melihat istrinya lagi.
"Makasih Rudi karena sudah mengingatkan aku, aku sangat menyayangi Devi, mengapa dia meninggal kan aku Rudi, apa aku bukan suami yang baik untuknya, hiks... hiks..."
"Herman sudah jangan menangis Devi lagi, biarkan ia tenang disana, dia sudah bersama Allah sekarang, dia tidak akan merasakan sakit lagi" kata Nisa.
__ADS_1
Aku hanya belum bisa menguatkan hatiku bahkan aku tidak bisa membayangkan bagaimana hari- hariku tanpa ibu dari anak-anak.
*__&__*
Hari ini meysha sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit karena ia sudah pulih dari sakitnya.
Ia tidak pulang kerumah nya melainkan menuju rumah Devi, sesampainya disana meysha menangis dan memeluk kedua baby kembar. "Sayang, ini mama,mama meysha, mama akan anggap kamu seperti anak mama sendiri sayang. Bunda mu sudah menitipkan mu pada mama. Sehat selalu ya anak-anak ku. buatlah bunda mu bangga disana. mama akan merawat mu dengan baik disini" kaya meysha menangis.
Mesyha pergi ke kamar mandi dan berwudhu. kemudian ia melaksanakan sholat dzuhur, setelah sholat ia pun berdoa " Tuhan, mengapa kau mengambil sahabatku, mengapa secepat ini kau ambil dia dari diriku ini, aku bahkan belum menebus kesalahan ku padanya, tuhan ampuni segala kesalahanku padanya, aku tau kau sudah menjaganya Disana. Dia baik dia wanita berhati malaikat. jadi mana mungkin engkau tidak memberikan tempat terbaik untuknya disisi mu. Tuhan izinkan aku menebus kesalahan ku padanya dengan cara merawat kedua anak yang ia lahirkan sehingga mempertaruhkan nyawanya. Tuhan kenapa tidak kau biarkan ia bahagia walau sebentar lagi. Mengapa tidak aku saja yang kau ambil tuhan, mengapa harus dia ,.mengapa harus dia ya tuhan. mengapa bukan aku saja... Devi aku akan senantiasa menyayangi mu dan aku akan selalu mengingat mu sampai kapan mu, I Miss you sahabatku".
__ADS_1