
Para orang tua berniat menjodohkan Aruni dan Devano, sebagai bentuk rasa syukur mereka selama ini. Karena mereka semua tetap bisa dekat, padahal pernah terjadi konflik yang begitu rumit diantar mereka.
Perjodohan itu direncanakan oleh Herman dan Rudi.
Mereka berharap dengan ada nya perjodohan ini, akan semakin mempererat hubungan mereka.
Awalnya Meysha menolak perjodohan ini, dengan alasan Meysha tidak ingin anak nya itu menikah dengan anak teman nya sendiri, dan Meysha ingin Devano memilih jodoh nya sendiri.
Serta meysha tidak ingin jika Devano nanti malah tidak merasakan bagaimana rasanya mengenal wanita lain di luar sana.
Karena memang Devano dan Aruni sudah kenal sejak kecil, hingga itu membuat kekhawatiran muncul di benak Meysha.
Sebagai seorang ibu, meysha hanya ingin yang terbaik untuk Devano dan Devia.
Meskipun Meysha bukan lah ibu kandung keduanya.
Namun seiring berjalan nya waktu, meysha pun akhirnya menerima perjodohan tersebut.
Tetapi Meysha ingin sekali berkunjung ke makam Devi, untuk sekedar bertemu dengan Devi, meski wanita itu sudah tidak lagi ada di dunia ini.
Dan yang sangat membuat hati meysha bimbang adalah sampai kapan mereka akan merahasiakan ini dari Devano dan Devia.
Devano dan Devia berhak tau siapa ibu kandung nya, hingga meysha Berniat memberitahu kedua anak nya tersebut, namun Herman bersikeras menolak nya, karena ia tak ingin kedua anak nya tersebut terluka menerima kenyataan ini.
Tetapi Meysha tetap saja ingin memberitahu mereka, apapun nanti konsekuensi yang harus diterima nya.
Kemudian saat makan malam keluarga Herman, Hanya sunyi saja tanpa ada canda tawa dari sang mama mau pun ayah nya.
Padahal biasanya suasana begitu ramai, tetapi mengapa saat ini terasa sepi sekali. Devano melirik Devia yang sedang asik makan, dan memberikan candaan pada sang adik. lalu mereka berdua tertawa bersama.
Devano kembali melihat ayah dan mamah nya, tetap saja mereka tidak menggubris candaan Devano mau pun Devia.
Devano mengernyit heran melihat situasi yang saat ini tengah ia alami, kenapa Devano merasa ada sesuatu diantara ayah dan mamah nya.
Tetapi Devano tidak ingin ikut campur urusan kedua orang tua nya, sehingga ia tetap saja bungkam.
🌸🌸🌸🌸🌸
"Devano, Devia sini duduk dekat mamah" kata mamah meysha dengan lembut memanggil kedua anak nya tersebut.
Devano dan Devia mengangguk kemudian duduk di dekat sang mamah.
"Besok kalian ikut mamah yuk, ada yang mau mamah perlihatkan sama kalian" kata mamah Meysha dengan mata yang berkaca-kaca.
__ADS_1
"Mamah apaan sih mah, jangan keras kepala deh" kata ayah Herman cukup kesal dengan meyhsa.
Mesyha melirik suami nya, ia dapat melihat bahwa suami nya itu tidak ingin jika diri nya mengungkap kan kebenaran siapa sesungguh nya ibu kandung dari anak- anak nya.
Tapi Kali ini meysha sudah tidak bisa lagi menahan nya, rasa bersalah kan terus menghampiri Meysha jika Meysha tak kunjung mengungkapkan siapa ibu kandung dari anak nya tersebut.
"Maaf kan aku mas, aku sudah tidak bisa menunda nya lagi" kata meysha memohon pada sang suami.
Sedangkan Devano dan Devi hanya menatap kedua orang tuanya dengan begitu heran.
Kemudian Meysha meminta anak nya untuk beristirahat, karena besok akan menjadi hari yang begitu bagi kedua nya.
Meysha sengaja ingin memberitahu anak nya tentang siapa sebenarnya ibu kandung dari Devano dan Devia.
Karena tidak lama lagi, Devano akan menikahi aruni, tentu nya meysha tidak ingin lancang menikahkan anak Devi tanpa meminta izin pada nya.
Lagi pula, ini sudah saat nya Devano mengetahui siapa ibu kandung nya, kita tidak bisa terus menerus menutupi kenyataan ini.
Herman menarik nafas nya lelah, dan akhir nya ia menyetujui untuk membongkar semua kebenaran tentang ibu anak-anak.
🌸🌸🌸🌸
Pagi itu, Devano mau pun Devia sudah bersiap-siap untuk ikut dengan ayah dan mamah nya.
Sungguh mereka berdua tidak mengetahui akan dibawa kemana oleh ayah dan mamah nya.
Setelah beberapa menit diperjalanan, mereka berhenti ditempat pemakaman umum.
"Mamah, kok kita kesini, siapa yang meninggal" tanya Devia penasaran dan bingung mengapa diri nya malah pergi ke pemakaman.
"Ayo ikut saja nak, nanti kamu akan tahu" kata meysha menggandeng anak nya dan membawa mereka ke pusara Devi.
Sampai disana Herman menangis dan memeluk batu nisan Devi.
"Aku merindukan mu sayang, sangat merindukanmu, ku harap kau tenang disana" kata Herman yang tak mampu lagi membendung air mata nya yang jatuh.
Devano dan Devia hanya diam saja sambil melihat sang ayah menangis di atas makam yang mereka sama sekali tidak mengenal nya.
"Halo Devi, ku harap kau baik baik saja disana, terima kasih atas kebahagian yang engkau berikan padaku selama ini, lihat lah aku bisa menjaga amanah mu dengan baik" kata meysha sambil megang batu nisan Devi.
Devano dan Devia semakin dibuat heran, mereka pun ikut merasakan sedih yang dirasakan oleh kedua orang tua nya meski ia sendiri tidak mengetahui mengapa mereka jadi ikut bersedih.
Akhirnya setelah sekian lama bungkam, Devano dan Devia membuka suara.
__ADS_1
"Devi Putri Amelia" ucap Devia.
Kemudian Meysha dan Herman menoleh pada sang anak.
Herman dan meysha baru sadar bahwa mereka membawa anak-anak nya kemari, dan pasti Devano dan Devia menatap heran keduanya.
" Nak, ayah dan mamah akan memberitahu kan hal yang mungkin begitu Sulit untuk kalian terima" kata Herman.
Devia dan Devano saling tatap dan kemudian mengangguk tanda setuju jika sang ayah menceritakan semuanya.
"Kalian tahu, wanita yang di balik pusara ini?, dia adalah Devi putri Amelia, Dia adalah ibu kandung kalian" kata Herman berkata dengan nada sepekan mungkin.
Devano dan Devia tersentak mendengar ucapan sang ayah.
"Ma.. Ma... Maksud ayah apa?" kata devia.
"Ayah, jangan bercanda ini tidak lucu ayah" kata Devano dengan mata yang berkaca kaca.
"Ayah tidak bercanda nak,wanita ini memang ibu kandung kalian, ibu kalian meninggal setelah melahirkan kan kalian, ibu mengalami pendarahan sehingga ibu tidak bisa bertahan dan tetap bersama sama dengan kita , ibu menitipkan kalian pada mamah meysha, ibu meminta ayah untuk menikahi mamah, agar mamah bisa merawat kalian, dan ibu bisa tidur dengan damai" kata Herman menangis dan tak kuasa menahan air mata nya yang tertumpah dengan deras.
" Jadi sungguh, ini ibu kandung Devia dan Devano yah,?" kata Devano menangis dan memeluk pusara devi.
Herman hanya mengangguk karena ia sudah tak sanggup lagi menjawab pertanyaan sang anak.
"ibu... ini Devano bu..., ini Devano anak ibu.... Hiks....hiks...., Devano rindu sama ibu, maafkan Devano bu, karena Devano tidak mengetahui jika ibu adalah ibu Devano yang sudah melahirkan Devano dan menukar nya dengan nyawa ibu...." kata Devano terisak Isak di atas makam Devi.
" Ibu.... ini Devia... putri cantik ibu ... ibu ... Devia sayang ibu... Devia rindu ibu.... kenapa ibu meninggal kan devia secepat ini bu.... hiks... hiks...." Devia ikut bersama sang kakak memeluk makam devi.
Herman dan meysha menangis melihat kedua anaknya begitu rapuh melihat kenyataan bahwa sang ibu yang dikiranya masih hidup ternyata sudah pergi semenjak mereka lahir ke dunia ini.
Seharian Devano dan Devia menangis di makam ibu nya, bahkan Devano dan Devia menolak ketika Herman maupun meysha mengajaknya pulang.
Rapuh sekali rasanya hati ini, melihat kedua anaknya menangis di hadapan nya.
"Kenapa ayah menyembunyikan semua ini dari kami yah, kenapa yah. hiks... hiks..." Devano tak berhenti menangis karena kecewa akan ayah nya yang menyembunyikan kematian sang ibu.
"Ayah hanya menunggu waktu yang tepat nak, lagi pula ayah tidak ingin kalian kehilangan peran ibu dalam hidup kalian, hingga sekarang kalian sudah besar, maka ayah baru berani mengatakan nya, maafkan ayah" Devano dan devia memeluk ayah dan mamah nya.
"Terimakasih ibu, sudah melahirkan kami, sudah menjadi ibu terbaik bagi kami, terimakasih juga karena ibu memikirkan kebahagiaan kami, saat ibu sudah ingin pergi meninggalkan kami, ibu tetap saja mencarikan ibu pengganti kami Bu, kami sayang ibu" kata Devano menangis dan menatap makam Devi.
Setalah itu keluarga Herman pulang kerumah nya dengan mata mereka yang sembab menangis.
" Dev, aku merindukan mu, terimakasih untuk semua kebahagiaan ini" kata meysha memegang pigura foto yang berisikan foto meysha saat berjuang melahirkan Devano dan Devia.
__ADS_1
jangan lupa untuk Like dan Vote nya ya guys.❤️❤️❤️
Ayo Gabung Ke Grub Chat aku ya, buat silaturahmi antara author dan Readers.