
Ke Lima orang itu menyalami kedua mempelai dan undur diri.
Mereka pergi dengan mobil masing-masing dan dengan tujuan yang berbeda.
Tadinya Herman ingin mengajak Devi untuk pergi jalan-jalan dulu sebelum pulang tetapi melihat wajah sang istri begitu pucat, ia menjadi tidak tega pada istrinya.
Sesampainya di rumah ia memapah sang istri untuk masuk kedalam kamar. Namun tidak lama kemudian Devi pingsan dan Herman sangat kaget.
Dirumah sakit, Herman menunggu di depan ruang UGD, ia sangat cemas dan takut terjadi apa-apa pada istrinya.
Tiga puluh menit kemudian, dokter keluar dari ruang UGD. Herman langsung menanyakan bagaimana keadaan istrinya.
"Dok, apa yang terjadi pada istri saya dok?" kata Herman cemas.
"Istri bapak hanya kecapekan dan butuh istirahat beberapa hari pak, apalagi saat ini istri bapak sedang hamil, maka harus diberi Vitamin dan makanan yang bergizi, agar ibu dan bayi nya sehat" kata dokter.
Wajah yang awalnya cemas berubah menjadi senyuman" Baiklah terimakasih dok"
__ADS_1
Tiba diruang rawat, Devi sudah sadar dan mulai mencari suaminya.
Tak lama kemudian Herman masuk dan mencium seluruh wajah istrinya. Ia sangat bahagia sekarang, dan itu membuat Devi terheran pada suaminya yang senyum-senyum pada nya.
"Ada apa sayang, mengapa kau tersenyum terus" kata Devi
"Aku bahagia sayang, karna sebentar lagi aku akan menjadi ayah dan kamu akan menjadi seorang ibu" kata Herman.
Devi terkejut dan langsung memeluk suaminya ia tidak menyangka, yang selama ini ditunggu-tunggu, Akhirnya datang di rahim nya, seketika itu Devi menangis karena bahagia.
Ia berharap bisa menjadi istri sekaligus ibu yang baik bagi anaknya.
"Sayang, terimakasih kau sudah mau mengandung anak ku" kata Herman memeluk dan mencium wajah istrinya.
"Iya sayang, aku akan menjaga nya, kamu tidak perlu khawatir karena ini bukan hanya anakmu tetapi anak kita" Devi tersenyum manis
"Baiklah sayang, sekarang aku harus ke kantor, karena aku sangat sibuk sayang. pekerjaan ku menumpuk, apa kamu tidak keberatan aku tinggal?" kata Herman
__ADS_1
"Tidak sayang, pergilah. aku baik-baik saja"
Mengangguk mengerti ia pun menciumi istrinya lalu pergi kekantor.
Sekitar 15 menit setelah kepergian Herman, meysha datang kerumahnya.
Kemudian masuk ke kamar Devi dan memeluk sahabatnya itu. Devi mengerutkan kening tak mengerti.
" Sebentar lagi aku punya ponakan" kata meysha girang.
"Hey dari mana kau tau, aku kan belum memberitahu siapapun" kata Devi
"Tadi suami mu yang memberitahu kepadaku, dan menyuruh ku untuk menemani mu disini, tentu saja aku tidak menolak nya, apalagi aku sangat senang saat tau kau sedang hamil sekarang" kata meysha.
Devi memeluk sahabatnya dengan kencang, berharap kesedihan yang disimpan meysha sendirian, bisa mereda.
Meysha memang tidak pernah menceritakan kesedihan yang ia alami, tetapi sebagai seorang sahabat, itu tidak membutuhkan penjelasan agar mengetahui apa yang dialami sahabat, karena memang sebagai sahabat harus peka dengan keadaan sahabatnya yang lain.
__ADS_1
Meysha selalu menyimpan nya sendiri, ia pikir ia sangat tidak pantas untuk bercerita pada Devi, setelah apa yang ia lakukan dulu.
Meski itu memang kekhilafan yang benar-benar ia sesali hingga saat ini. Meski kenyataan nya Devi bersatu dengan Herman bukan dengan Rudi, Dan kejadian itu sudah lama dilupakan oleh Devi.