
Kini usia Si kembar sudah 17 tahun, dan keduanya bersekolah di SMA terfavorit di kota nya. Keduanya saling menyayangi dan melindungi satu sama lain.
Herman sangat bahagia melihat ke akrab an kakak beradik itu, hatinya sangat sejuk sekali memandang mereka.
Melihat wajah putrinya yang periang itu selalu mengingat kan Herman kepada Devi, ia masih mengingat jelas bagaimana perjuangan Devi untuk melahirkan kedua anaknya tersebut.
"17 tahun sudah semenjak kepergian mu Dev, bahkan hingga saat ini aku masih sangat menyayangi mu dan aku masih selalu di Bayangi oleh kepergian mu, aku merindu kan mu sayang, kau adalah istri terbaik ku dan ibu terbaik bagi anak-anak kita, Lihatlah sekarang, mereka sudah menjadi anak-anak yang cerdas. tentunya kau tidak salah menitipkan anak kita pada meysha, ia sungguh menyayangi anak kita" kata Herman sambil memeluk bingkai foto almarhumah istrinya.
"Hingga saat ini, aku masih belum berani mengatakan kepada mereka bahwa kau adalah ibu yang melahirkan nya. Tetapi aku berjanji saat waktunya sudah tepat aku akan membawa mereka kehadapan mu Dev, karena mereka berhak tau, siapa ibu yang sudah melahirkan nya" kata Herman lagi.
*_&__*
Hari ini adalah hari Senin, tentunya anak sekolah akan pulang pada sore hari. Maka dari itu meysha menyiapkan makanan kesukaan Devia dan Devano. Kemudian meysha membuatkan mereka salad buah "Mereka pasti akan senang jika aku membuat kan mereka salad ini" kata meysha karena meysha yakin mereka tidak akan lesu jika sudah banyak makanan dimeja.
__ADS_1
"Mamah kami pulang" kata devia.
Mereka pulang dengan raut wajah kelelahan.
"Ululuh, anak-anak mamah kecapekan ya sayang, sini mamah sudah siapkan makanan untuk kalian, dan salad buah supaya lebih semangat lagi nih" kata mamah meysha.
"Wah, mamah tau aja apa kesukaan Devano" seru Devano girang.
Devano langsung duduk di meja makan dan akan segera menyantap makanan tapi ia dilarang oleh mamah nya
"Ahhh mamah tapi aku sudah lapar mah, nanti saja ya" kata nya merengek.
Devano memang anak yang sedikit manja bahkan Devano lebih manja dari pada Devia.
__ADS_1
"Devano, ayolah ganti baju dan bersiap-siap untuk makan, atau kau mau aku memakan semuanya lebih dulu" kata devia yang sudah siap berganti baju dan menuju meja makan.
Seketika itu Devano langsung lari ke kamar dan segera mencuci tangan nya dan menuju meja makan.
Mereka menyantap makanan mereka dengan cepat, dan berebut makanan Yang ada di meja makan.
Meysha pun menggeleng kan kepala melihat kedua anaknya Tersebut dalam hati mesyha berkata" Kalian sungguh mirip dengan Devi,yang dulu sering berebut makanan ketika sedang kumpul bersama, devi... aku sungguh merindukanmu sahabatku"
"Selamat sore sayang-sayang ayah" seru Herman.
Herman baru pulang dari kantor dan langsung menuju meja makan, ketika ia ingin makan. ia juga dicegah oleh Meysha dan sama seperti Devano ia mengambil nafas kasar karena ia tau istrinya tidak akan membiarkannya makan jika masih dalam keadaan kotor.
"Bisa kah hari ini peraturan dirumah ini di cancel dulu mah, ayah sangat lapar dan sudah capek" kata Herman.
__ADS_1
"Oh tidak bisa yah, peraturan nya tidak bisa di cancel, ayo cepat ganti bajunya" kata meysha.
Devia dan Devano tertawa melihat ayahnya yang memelas ketika mamahnya memberi perintah dan tidak bisa diganggu gugat.