
Malam hari nya sepasang suami-istri itu kehadiran tamu, yaitu kedua orang tua dari Devi dan juga Herman.
Mereka mendengar kabar bahwa anak dan menantunya akan segera memiliki anak. Dan mereka akan menjadi seorang kakek dan nenek.
Mereka sangat senang sekali, dan terlihat lebih prosesif terhadap devi.
Selalu saja kedua orang tua nya tidak memperbolehkan ku Bergerak, katanya takut ada efek pada bayi yang ada dalam kandungan Devi.
Devi hanya menghela nafas kasar, karena ia seperti dipenjara jika keadaan seperti ini.
Tapi ia juga tau bahwa mereka sangat menyayangi nya, meski harus menjadikan anaknya itu sebagai orang yang merasakan hidup dipenjara.
Herman selalu membuatkan susu hamil untuk Devi, dan vitamin-vitamin yang membuat janin dan ibu yang mengandung nya tetap sehat.
Sekalis Devi melihat ke suaminya yang begitu telaten dalam menyuapinya makan, ia sangat bahagia memiliki suami seperti Herman yang selalu ada disaat wanita itu membutuhkan nya.
Herman pun berangkat ke kantor karena banyak pekerjaan yang sudah menunggunya hingga ia tidak bisa meliburkan diri untuk mengurus istrinya. Ia menelpon meysha untuk menemani sang istri dirumah. Agar istrinya tidak merasa sendiri dan kesepian.
__ADS_1
Tak lama meysha datang, Herman pun pamit pergi ke kantor kepada istri nya dan dijawab dengan anggukan kecil dan senyum manis dari Devi.
Devi dan Meysha bersenda gurau seperti biasa nya. Mereka saling menyudutkan dan memperdebatkan suatu hal yang sangat tidak penting. Hingga mereka dikejutkan dengan perempuan menyebalkan, bersama suaminya dan mereka terlihat sangat mesra sekali.
"Hay Dev, Mey lagi ngapain nih? kayaknya asik banget, ajak-ajak gue kek gitu" kata Nisa.
Keduanya serentak menjawab" Males banget gue"
Nisa menatap kesal kepada keduanya tak lama. Kemudian melihat wajah suaminya dan mengepresikan wajah manyun dan manja nya seolah ingin meminta pembelaan dari rudi tapi Rudi malah menertawakan istrinya yang begitu manja.
Sudah jangan berdebat sayang, kata Rudi.
"Makasih juga kalian udah sempatin datang kesini" kata Devi tersenyum.
"Gue jadi ga sabar, nunggu itu baby keluar" kata meysha.
"Lah kok jadi Lo yang ga sabaran sih" kata nisaa.
__ADS_1
"Makanya nikah gih sana, biar lu gak halu Mulu" kata Devi
Mereka pikir itu hanya lelucon,tetapi siapa sangka bahwa itu dianggap serius oleh meysha. Dan mesyha pun menggelinang kan air matanya mendengar apa yang dituturkan oleh kawan-kawan nya
Lagi lagi dan lagi ia harus mengingat kejadian itu karena sampai saat ini tak seorang pun melupakan kejadian yang begitu sakit menurut nya
Jam menunjukkan pukul jam 11:00 Nisa dan Rudi pamit kepada tuan rumah untuk segera melakukan aktivitas mereka berdua. Sudah pasti mereka ingin bermesraan
Devi mengeluh sakit pinggang dan bagian penting lainnya.
Dengan telaten meysha merawat sahabatnya.
ia menyiapkan susu hamil untuk Devi dan memeluk Devi, begitu Rindu ia pada sahabat nya itu.
Herman pulang dari kantor dan bersiap-siap ke kamar mandi untuk membasuh diri nya sendiri.
Setelah itu ia pergi ke meja makan dan terlihat beberapa lauk yang sangat ingin segera disampaikan santapnya. Lalu Devi tersenyum dan bilang bahwa yang memasak adalah sahabat nya yaitu meysha.
__ADS_1
Kemudian Herman melirik kearah sahabat istri nya itu dan kemudian membalas senyum dari lelaki itu, cukup lama saling menyapa akhirnya berhenti saling melihat ketika Devi tiba-tiba batuk.