Cinta Dibalik Persahabatan

Cinta Dibalik Persahabatan
Hari H


__ADS_3

hari ini merupakan hari pertunangan Herman dan devi. Keduanya sangat berbahagia karena dari kemarin mereka sudah menanti hari pertunangan mereka dan hari itu pun saat ini tiba.


Devi berhias dan mempercantik penampilan nya untuk acara pertunangan mereka. sedangkan Herman sibuk dengan jas abu-abu dan sepatu kulit nya yang berwarna hitam mengkilap.


Keduanya tampak bahagia sekali, hanya ada senyuman di wajah mereka. Sesekali Devi melamun entah apa yang dipikirkan olehnya sehingga Herman menegurnya.


"Kenapa bengong sayang? mikirin apa?" tanya herman menatap wajah kekasihnya.


"Gapapa sayang, aku sedang membayangkan hari-hari ku bersama mu sesudah kita menikah, aku adalah wanita yang paling bahagia di bumi ini" ucap Devi sambil tersenyum pada Herman.


"Kamu bisa aja sayang, yang bahagia itu aku bisa mendapatkan wanita penyabar seperti kamu, wanita tangguh yang tidak menyerah Meskipun ia sudah dalam keadaan lemah selemah lemahnya" Herman mengelus pipi Devi dengan begitu lembut.


"Terima kasih sayang, sudah selalu berusaha membuat ku bahagia dengan cara yang sederhana" kata Devi dengan manja.


Saat mereka sedang bermanja tiba-tiba sahabat Devi dari Jakarta datang, dan itu sangat mengagetkan Devi. pasalnya saat Devi mengundang, Rina selalu bilang tidak bisa datang karna ia akan ada operasi yang harus ia laksanakan.


Sahabatnya yang satu itu selalu saja punya cara untuk membuat diri Devi terkesan.


Senyum mengembang di pipi keduanya, pasalnya selama ini mereka sudah berjauhan karena memang Rina yang sibuk dengan kuliahnya.


*Devi POV*


Ngomong-ngomong aku kenalin dulu ya, Rina ini adalah sahabat ku di masa sekolah menengah atas, meski tidak satu lokal tapi kami sangat dekat sekali.


Bahkan meskipun ia sudah berkuliah dijakarta ia tetap saja menjadi sahabat terbaik bagiku.


Rina Kuliah jurusan Kedokteran di UI, itu suatu kebanggaan baginya, sudah 2 tahun aku dan Rina tidak bertemu hingga sekarang ia mengagetkan ku

__ADS_1


"Rinaaaaaaa, aku sangat merindukanmu" aku memeluk Rina dengan begitu erat, lama sudah tidak bertemu membuat Devi sangatlah merindukan sahabatnys tersebut.


"Aku juga sangat merindukan mu sahabatku,"


Rina membalas pelukan Devi.


" mengapa tiba-tiba datang bukannya kemarin bilangnya tidak bisa datang karena ada operasi yang harus kamu lakukan" tanya Devi dengan begitu kesal menatap wajah tak berdisa sahabatnya itu yang dengan beraninya membohongi Devi.


Rina tersenyum dengan kemenangan melihat Devi mendengus kesal menatap Rina.


" Aku memang sengaja untuk membohongi mu. Lagian mana mungkin aku tidak hadir di acara pertunangan sahabatku yang cantik ini" katanya sambil terus memeluk ku melepaskan kerinduan yang selama ini mereka habis kan lewat video call.


"kamu itu ya usil nya ga berubah-ubah dari dulu, nyebelin tauuu" kata devi yang begitu geram melihat sahabatnya itu cengengesan tak berdosa.


"cup cup cup udah dong jangan sedih jangan ngambek, yang penting aku ada disini untuk menghadiri hari kebahagian sahabatku tersayang ini, ngomong-ngomong ini siapa?" tanya Rina pada Devi.


Sepanjang-panjang nya Devi dan Rina bercerita sedangkan Herman diam mematung melihat kekasihnya dan sahabat kekasih nya itu sedang saling merindu sebab sudah dua tahun tidak bertemu, itu membuat Herman tersenyum sebab sudah begitu lama Devi tidak secerewet itu selama ini.


"Huuu enak aja Tengil, Jahat kamu sayang cuekin aku dari tadi, akunya diabaikan" Herman merajuk dan memperlihatkan ekspresi kesal pada Devi.


"Yah-yah jangan merajuk Dong, Aku tidak lupa denganmu my dear, aku hanya kelewat bahagia melihat sahabatku ini akan hadir di acara bahagia kita, udah dong jangan ngambek" ucap Devi sambil membujuk Herman yang saat ini masih dalam mode diamnya.


"Wah kalian ini romantis sekali, aku jadi iri." ucap Rina menyindir keduanya yang bisa-bisanya sok romantis di depan Rina.


keduanya serentak membully Rina saat itu yang sudah menjadi awal pertengkaran konyol Devi dan Herman.


"Huuuu, Makanya jangan Jomblo" Herman dan Devi tertawa melihat perubahan wajah Rina menjadi kesal tak terhingga.

__ADS_1


"Wah kalian berdua semakin kompak aja nih" ucap Rina meledek Sahabat nya itu.


"Wkwkwk Alhamdulillah kalo begitu, cepat dong Rin , kamu ikut kita nyusul masa jomblo terus" ucap Devi yang menyadari jika selama ini Rina tak pernah mempunyai kekasih.


"Kamu terus membully ku ya, tunggu saja nanti pertunjukkan ku, kamu akan kaget" ucap Rina dengan halu.


"hehehe ditunggu pertunjukan nya" kata Herman nyengir dan terlihat menyepelekan sahabat kekasihnya tersebut.


"Rin, yuk kita masuk kedalam rumah kamu pasti butuh istirahat, malam ini kamu nginep di rumahku aja ya kamu tidurnya sama aku ,karna aku rindu banget sama kamu setelah dua tahun tidak bertemu, gimana?" ucap Devi sambil menggandeng sahabat nya itu masuk ke dalam rumah.


"Apasih yang tidak untuk mu sahabatku" kata Rina tersenyum pada devi


mereka pun tersenyum dan beranjak masuk ke kamar Devi dan mulai merebahkan tubuhnya di ranjang. Sebab ia merasa lelah akibat diperjalanan yang begitu jauh.


"Dah sayangg sampai ketemu nanti malam ya, aku merindukan mu."


Mereka pun akhirnya berpisah menjelang nanti malam dia acara pertunangan mereka.


Herman kembali kerumahnya, dan mempersiapkan dirinya untuk acara nanti malam yang sudah ia tunggu-tunggu selama ini. Ia bergegas melajukan mobilnya dan mulai menjauh dari perumahan tempat Devi dan keluarganya tinggal.


Senyuman terus saja terukir diwajah tampan Herman, jika saja ada orang yang tidak mengenalnya saat ini. Maka dapat dipastikan bahwa orang lain akan berfikir jika Herman adalah orang gila yang senyum-senyum sendiri. Tetapi untung saja ia sendiri saat itu jadi tidak akan ada orang yang mengatakan ia gila.


"Akhirnya aku akan mendapatkan dirimu kembali Devi, dirimu yang selama ini aku perjuangkan dengan sekuat tenagaku, semoga kita akan selalu bersama hingga akhir hayat" kata Herman bergumam sendiri di dalam mobil.


Hingga ia sampai di depan rumahnya, ia langsung saja membuka rumahnya dan kemudian berisitirahat karena nanti malam akan menjadi hari yang begitu bahagia bagi Herman dan Devi. Maka saat ini adalah waktunya beristirahat dan pastinya nanti malam akan menjadi malam panjang dan melelahkan untuk Herman. meski itu semua tidak akan menjadikan perjuangan Herman menurun justru semangatnya akan terus meningkat melihat kebahagiaan didepan matanya. dan tidak lama lagi Devi akan Remi menjadi istrinya.


***jangan lupa like nya ya.

__ADS_1


agar author lebih semangat


itu adalah salah satu bentuk motivasi dari kalian bagi author, mohon kerja sama nya wahai pembaca ❤️***


__ADS_2