Cinta Dibalik Persahabatan

Cinta Dibalik Persahabatan
Larut dalam kesedihan


__ADS_3

Sore itu Devi dengan malas-malasan pergi keluar mencari udara segar, ia merasa pusing karena beberapa hari terakhir ia hanya berdiam diri di kamar meratapi luka hatinya yang begitu dalam, ia tak habis pikir dengan apa yang dilakukan oleh sahabatnya sendiri.


Devi Menyusuri jalan di dekat taman. ia menikmati indahnya taman dan ia menitikkan air matanya disana, karena terlalu banyak kenangan yang ia alami bersama Rudi di taman tersebut, Devi kembali melamun mengingat semua kejadian yang ia lalui bersama Rudi ditaman.


"Andai kamu tau bang Rudi, betapa aku sangat mencintaimu, tapi sayang kamu sudah menjadi milik orang lain" ucapnya bicara sendiri dan terus saja berjalan tak tau arah.


Hingga tanpa sadar sudah ada lelaki disampingnya yang ternyata sedari tadi memperhatikan nya dari jauh.


"Hei, ada apa denganmu? apa kamu akan terus meratapi kisah sedih mu disini, ayolah jangan sedih Masih banyak hati yang lain" ucap Gio yang tak habis pikir dengan Devi yang menurutnya terlalu memikirkan Rudi yang sudah bahagia dengan orang lain.


"kenapa Abang sama sekali tidak merasa sedih, kenapa juga Abang membiarkan meysha berpindah hati pada Rudi, kenapa Abang membiarkannya? kenapa Abang tidak mencegahnya? Apa Abang sudah tidak mencintai Meysha lagi? Devi menangis terisak-isak tak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang.


"Dev, Abang sangat mencintai Meysha, tapi apa yang harus kita lakukan saat ini, tidak ada Devi, Meysha sudah memilih Rudi, kita tidak bisa egois Dev, Sudahlah ikhlaskan saja meskipun hati ini menolak keras" ucap Gio tegar tanpa merasa sedih sedikitpun, terkadang itu menjadi nilai plus untuk Gio yang selalu kuat dan tabah dalam menghadapi kenyataan.


" Tapi bang? ucap Devi masih tidak percaya dengan apa yang ia dengar barusan dari gio.


Gio langsung mengelus lembut pipi Devi dan menghapus air mata yang membasahi pipi Devi. Gio selalu saja tidak tega jika Melihat Devi menangis.


Bagi Gio, Devi sudah seperti adiknya sendiri. Gio berharap Devi tegar dalam menghadapi cobaan yang sudah Allah berikan untuk dirinya, dan tidak terus menerus menangis dalam meratapi kesedihan nya.

__ADS_1


Devi memang terlalu rapuh, Karena ia yang selama ini selalu saja menerima ketidak adilan, sehingga itu membuat dirinya tak mampu menahan sakit hati yang terus menerus menghantam pertahanan hatinya.


🌸🌸🌸🌸🌸


POV Gio


Hingga saat ini aku tidak percaya jika meysha berpaling kepada Rudi, dan aku percaya Rudi pun tidak akan mengkhianati ku, menurutku mereka hanya bersandiwara saja supaya Devi lebih menghargai suatu hubungan yang selama ini sering kali di sia-siakan oleh Devi sendiri.


Tetapi jujur aku sangat tidak kuat melihat Devi menangis, aku sangat sayang padanya, aku ingin Devi kembali ceria lagi seperti dulu lagi, entah hal apa yang harus aku lakukan agar semua itu terwujud.


Devi begitu mencintai Rudi, meskipun Gio tau Devi belum bisa konsisten terhadap hubungan nya dengan Herman atau dengan Rudi. maka dari itu Rudi memilih untuk bersama meysha. aku hanya bisa mensupport apapun uang menjadi keputusan Devi


"Rudi lelaki yang baik, jadi Rudi tidak akan mengkhianati aku" ucap Gio


namun berbeda hal dengan kenyataan karena ternyata Rudi dan Meysha memang sudah berkomitmen untuk menjalankan hubungan yang serius hingga ke jenjang pernikahan.


Gio tau perjuangan yang dilakukan Devi tidak lah mudah, jatuh bangun ia mempertahankan hubungannya dengan Rudi. meskipun Rudi selalu mengabaikan nya dan memilih kesibukannya yang lain, ketimbang Devi tetapi selalu ada Gio yang menyemangati Devi, meski Gio tidak nyaman jika harus terus ikut campur urusan Devi. yang padahal hubungan Meysha dan Rudi juga ada sangkut pautnya dengan Gio sendiri.


Bagaimana tidak, Meysha telah dibuat jatuh cinta oleh sahabat Gio sendiri yaitu Rudi. terkadang timbul ide konyol dalam benak Gio untuk mencelakai Rudi, agar Rudi dan Meysha menyudahi hubungan mereka,namun semakin berusaha untuk melakukan hal itu, Meysha dan Rudi malah semakin dekat saja.

__ADS_1


Hal Tersebut justru menyebabkan Rudi dan Meysha semakin erat dan romantis. Devi sangat geram terjebak dengan situasi ini, Kemudian Devi pun melangkah pergi dengan kondisi fisik yang lemah, Hingga Devi pun pingsan pinggir jalan hingga ia ditolong oleh Gio sendiri. Diam-diam Gio mengikuti kemana langkah Devi, Kemudian Gio membawa Devi kerumah sakit agar kondisi Devi menjadi lebih baik.


Gio begitu khawatir dengan keadaan Devi yang sekarang semakin menurun saja, Demam nya tak kunjung turun, ia bahkan terus saja menyebut nama-nama orang yang sudah mengkhianati nya. Hingga Gio meneteskan air matanya tanpa sadar, ia menatap pilu Devi yang kini keadaannya sungguh memprihatinkan.


Gio memang baru saja mengenal Devi sejak awal masuk dikampus, tapi entah mengapa rasanya ia begitu dekat sekali pada Devi, padahal ia sama sekali tidak memiliki perasaan pada Devi. Karena ia sudah menganggap Devi seperti adiknya sendiri.


Hingga ia bertekad, untuk membuat Devi segera melupakan Rudi yang dengan terang-terangan mengkhianati mereka berdua.


Tak mudah bagi Devi maupun Gio melewati ini semua, namun Gio tak ingin menambah kesedihan Devi. Gio selalu saja kuat di depan Devi, karena ia tidak ingin Devi semakin rapuh melihat Gio yang juga sebenarnya rapuh, hanya saja gio cukup pintar dalam menyembunyikan semuanya.


"Tetap bahagia Devi, meskipun berulang kali pengkhianatan akan kau dapatkan, tapi kau wanita yang tangguh, Abang percaya itu. Tetaplah menjadi diri kamu yang kuat sebelum kamu menjalin hubungan konyol dengan lelaki itu, Karena memang Pelakor cocok nya adalah dengan Pengkhianat" kata Gio menguatkan Devi. Devi semakin terisak menangis mendengar ucapan gio.


Devi semakin menyadari jika yang dikatakan Gio itu benar adanya, tapi ia tidak bisa membohongi perasaannya sendiri, jika ia memang begitu terlalu mencintai Rudi, Meski pengkhianatan itu selalu saja terbayang oleh Devi.


Kemudian Devi menatap Gio dan perlahan tersenyum pada Gio, menandakan bahwa saat ini dirinya baik-baik saja.


"Apapun akan aku lakukan, agar kau merasa hidup mu nyaman dan tentram, jangan pikirkan dia, jangan pikirkan orang yang jelas-jelas berbahagi diatas penderitaan kita, aku yakin kau mampu" ucap Gio lagi.


Gio benar-benar pria ter perfect yang pernah dikenal oleh Devi, terkadang Devi juga heran pada dirinya yang sama sekali tak pernah menyadari jika Gio merupakan laki-laki idaman yang disia-siakan oleh sahabat nya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2