
Rudi dan Nisa sudah mulai mempersiapkan pernikahan mereka, mereka melakukan prewed dan fighting baju pengantin. Mereka sangat sibuk sekali. Nisa sangat bahagia akhirnya ia bisa mendapatkan cinta Rudi dengan caranya sendiri bahkan dengan cara yang sangat baik dan tidak perlu merusak pertemanan nya dengan Devi. Karena lelaki itu sendirilah yang akhirnya luluh dan memilih Nisa sebagai kekasihnya.
Namun Nisa tidak lupa dengan kejadian gila yang telah dilakukan oleh Rudi, yaitu menghancurkan hubungan Herman dan Devi, Nisa tidak mau berbahagia diatas penderitaan orang lain, sebab Nisa pun tau bahwa cinta Devi hanya untuk Herman. Maka dari itu,
pagi ini Nisa akan menuju apartement calon suaminya. Ia akan bernegosiasi dengan calon suaminya itu, agar calon suami nya mempersatukan kembali Devi dan Herman. sebab hubungan mereka hancur karena Rudi. Jadi Rudi lah yang harus bertanggung jawab.
Nisa yakin Herman dan Devi bukan orang yang pendendam, jadi Nisa yakin Herman dan Devi bisa memaafkan Rudi yang khilaf saat itu. Dengan susah payah Nisa membujuk Rudi agar ia mau berterus terang kepada Devi. Akhirnya Rudi menyetujuinya. Ia pun menelepon Devi dan mengajaknya bertemu disebuah restoran namun sayang, wanita itu malah mengatakan bahwa sekarang ia sedang berada dirumah sakit. Rudi seketika panik dan melakukan mobilnya menuju rumah sakit. Nisa heran Mengapa Rudi justru putrlar balik dengan arah yang berlawan dari restoran tempat mereka janjian.
Setelah dengan banyak pertanyaan di kepalanya, ia pun bertanya kepada calon suaminya itu.
"Sayang, mengapa kita putar balik? ini bukan jalan menuju restoran itu kan? kau sudah berjanji akan mengatakan sejujurnya, ku mohon jangan mengingkarinya" kata Nisa yang sedikit kesal dengan Rudi.
__ADS_1
"Hey, kau mulai menuduhku, aku tidak akan mengingkari janji ku, kita memang tidak jadi menuju ke restoran, karena orang yang akan kita temui ada dirumah sakit" kata Rudi tanpa ekspresi.
"Hah? apalah Devi sedang sakit? " tanya Nisa khawatir.
"Iya, katanya 2 hari yang lalu ia tabrakan" kata Rudi.
Mereka yang sedang asik membahas Herman dan Devi , akhir nya tiba disebuah parkiran rumah sakit.
Mereka langsung bertanya kepada bagian resepsionis, mengenai letak ruangan anggrek yang sedang terdapat Devi yang menginap disana.
Mereka membuka pintu secara perlahan, dan memperlihatkan Devi sedang berbaring dikamar tersebut. Namun Devi tidak sendiri ia bersama Herman yang selalu setia menemani nya sudah dan duka.
__ADS_1
Herman yang melihat Rudi datang, langsung melepaskan tangan Devi, ia takut Rudi akan mengancam nya kembali karena telah melanggar janji untuk tidak menemui Devi.
Rudi tersenyum melihat tingkah Herman, seketika Herman bangkit dan pamit kepada Devi, ia berusaha pergi dan menghindari Rudi agar ia tidak membuat masalah baru dikehidupan Devi, namun sebelum ia benar-benar mengucapkan kata pamit. Ucapan nya langsung di potong oleh Rudi.
"Aku ingin mengatakan semuanya hari ini, tentang kejadian 6 bulan lalu, dimana aku menyuruh Herman untuk menceraikan mu"
Devi sempat kaget namun ia ditenangkan oleh Nisa. Rudi menceritakan semua kejadian dari awal hingga Herman menceraikannya dengan alasan yang sama sekali tak masuk akal.
Herman meneteskan air matanya, ia sangat rindu dengan Devi
Devi melihat kearah mantan suaminya.ia melihat ketulusan hati Herman kepadanya. ia sangat menyesal sudah menuduh Herman seperti itu. Harusnya ia kenal seperti apa Herman sebenarnya.
__ADS_1
Rudi mengatakan bahwa ia tidak akan mengusik hubungan Herman dan Devi lagi karena ia sudah menemukan pengganti Devi
ya dialah Nisa yang akan segera menjadi istrinya.