
Sepuluh tahun sudah keluarga Herman dan Keluarga Rudi berpisah, karena Nisa dan Rudi pindah ke Bandung dan menetap disana.
Itu semua terjadi karena Rudi yang di tuntut pekerjaan dan harus pindah kesana, tentunya ia juga membawa Nisa sang istri dan anak nya yang bernama Aruni Silvia Janisa.
Aruni Silvia Janisa adalah anak satu-satunya Nisa dan Rudi. Usia Aruni hanya berbeda 8 bulan saja dari usia Devano dan Devia.
Hingga Akhirnya keluarga Rudi akan pindah kembali ke Jakarta. ia sangat rindu suasana ini. Dan bukan hanya karena pekerjaan saja. Rudi dan Nisa juga ikut terpukul semenjak meninggal nya Devi.
Mereka memutuskan untuk menyetujui pindah ke Bandung, agar sedikit demi sedikit mereka bisa merelakan kepergian sahabat mereka.
Hari ini rencananya keluarga Herman dan Rudi berencana untuk mengadakan pertemuan. Karena memang Aruni sangat sibuk menuntut sang ayah karena Aruni sudah lama sekali berpisah dengan Devano dan Devia. Karena saat itu umur mereka sudah 6 tahun jadi Aruni masih sangat ingat bagaimana persahabatan mereka bertiga.
"Sayang, nanti malam mamah dan papah mau berkunjung kerumahnya om Herman" kata Rudi membuka bicara.
Aruni yang saat itu sedang makan langsung menghentikan makannya dan bersikap centil "Benarkah pah? wah aku sudah tidak sabar bertemu dengan bang Devano dan kak devia, tapi apa mereka masih ingat padaku yah" katanya dengan kata berkaca-kaca.
__ADS_1
"Tentu saja mereka masih ingat sama kamu, secara kamu kan bawelnya gak tertolong banget" kata Rudi.
Nisa hanya senyum saja melihat ank dan suaminya itu, ia hanya dengan santai menyantap makanan nya.
"Mamah, nanti temani Aruni ke mall ya, Aruni harus terlihat cantik di depan bang Devano" kata Aruni.
"Eh, kok di depan Devano, hayoooo jangan-jangan anak papah menyukai devano yah" kata Rudi kembali meledek Aruni.
"Ah papah, gitu deh, suka gak mendukung Aruni gitu" Aruni Sewot.
*____*
Di keluarga Herman.....
"Mah, nanti masak yang banyak ya kita akan kedatangan tamu dan sekaligus sahabat lama kita" kata Herman.
__ADS_1
"Siapa yah? kok mendadak gitu?" kata meysha.
"Ituloh mah, si Rudi dan Nisa mau kesini tentunya membawa calon mantu kita. Aku jadi penasaran sama Aruni" kata Herman.
" Wah benarkah mereka yang akan datang? kapan mereka kembali ke Jakarta?"
"Kemarin mereka datang, dan langsung ingin menemui kita malam nanti, jadi siapkan makanan yang enak ya, ngomong-ngomong Devano dan Devia kemana?" kata Herman.
"Mereka ada di kamarnya masing-masing katanya lagi banyak tugas, tuh si Devano tadi bikin ulah lagi di sekolah" kata meysha.
"Kenapa lagi Devano, apa dia godain perempuan lagi di sekolah? ga berubah-ubah yah itu anak susah banget dibilangin nya" kata Herman mulai kesal.
"Gimana mau berubah,kan dia ngikutin kelakuan ayahnya, gimana sih mas Herman" kata meysha.
"Huuu, dasar si mamah, suka banget nyindir2 gitu, dulu itu aku setia banget sama Devi mana pernah aku suka godain perempuan" kata Herman kesal dan pergi menuju kamarnya untuk beristirahat dan meysha pun pergi menuju dapur dan mulai mempersiapkan bahan bahan yang akan ia masak untuk tamu istimewa nya itu.
__ADS_1
Nisa pun memasak lauk pauk yang sangat banyak karena ia tau, malam ini akan menjadi malam yang sangat membahagiakan bagi mereka. karena sudah sepuluh tahun mereka tidak bertemu di akibatkan oleh kesibukan masing-masing.