
Sudah seminggu meysha berada dirumah sakit, keadaan nya sudah mulai membaik lagi. Meysha mengidap kanker hati dan harus segera dilakukan operasi.
Namun mengenai hal itu, ia harus menemukan pendonor hati untuk meysha.
Kulihat wajah meyhsa begitu murung dan seperti tidak ada semangat lagi. Namun kami terus memberinya semangat dan membawanya berbahagia dengan kami agar ia tidak larut dalam kesedihan yang mendalam.
Tetapi aku yakin dia memaksa kan senyum nya dan aku sangat sakit melihat itu tak kuasa menahan perih yang meysha rasakan.
Aku menemani nya diruang rumah sakit.
Saat ini kepalaku pusing dan rasanya perut ku sakit sekali, aku menjerit-jerit kesakitan dan membuat meysha langsung menoleh dan panik padaku.
"Dev, kamu kenapa Dev, apa ini sudah waktunya kamu melahirkan" kata meysha.
"Aku tidak tau Mey, tapi ini sakit sekali, sakit mey...Hiks.....Hiks....Hiks... aku menangis tak kuasa menahan sakit diperutku dan meysha langsung menekan tombol dan tak lama datang suster dan dokter.
"Dok tolong teman saya, seperti nya dia akan segara melahirkan dok" kata Mey
Suster langsung membawaku kerumah ruang bersalin dan aku mulai mempersiapkan diri untuk persalinan.
Namun sebelum itu,aku meminta dokter untuk menghubungi suami dan kedua orang tuaku.
__ADS_1
"Sabar ya mbak, ini Masi pembukaan dua, harus semangat ya demi debay nya" kata dokter menyemangati ku. aku hanya mengangguk dan menahan rasa mulas diperutku.
aaahhhhh..... sakit..... dokter..... ini sakit sekali dok...... hiks.....hiks......
aku mengenggam bantal dan mengigit bibirku menahan sakit.
t
Tak lama kemudian mas herman datang dengan wajah yang sangat panik sekali. kemudian di menganggap tangan ku dan memberikan lengannya untuk digigit olehku. Agar aku tidak mengigit bibirku lagi. tetapi aku menolak nya dan akhirnya ia memberikan aku sapu tangan untuk digigit bila sakit perutku mulai kembali bereaksi.
Sekitar 3 jam sudah aku menahan sakit ku dan lagi pula Herman selalu membuat candaan sehingga aku tidak terlalu merasakan efek sakit. Dan tibalah saatnya aku akan segera melahirkan.
Mas....sakit mas. . perut ku sangat sakit....
Mas Herman langsung memanggil dokter dan ternyata sudah pecah ketuban.
Dokter menyarankan aku untuk mengambil nafas dalam-dalam kemudian buang perlahan...
Aku terus saja mengikuti aba-aba dari dokter namun aku sudah tidak kuat lagi aku mulai lemah dan pucat. Seketika semuanya khawatir dengan keadaanku.
*----*
__ADS_1
POV HERMAN.
Kulihat devi sudah sangat lemas karena sudah sesak dan dia begitu menangis dan berteriak menahan sakit. Aku tidak tega melihatnya aku mengelus pipi nya dan Menguatkan nya.
"Sayang bertahanlah, aku yakin kamu adalah wanita terkuat, kamu adalah istri dan ibu yang terbaik bagi anak-anak kita" kataku memberinya semangat.
Dia tidak merespond ucapan ku dia terus saja menarik nafas dan mengejan kuat-kuat namun bayi kami tetap saja belum keluar aku sangat panik.
Devi benar benar lemas sekarang aku takut terjadi yang tidak tidak pada Devi dan bayiku.
"Dok lakukan yang terbaik untuk istri dan bayi saya" kataku dengan tegas.
"Pak seperti nya kita tidak bisa melakukan proses persalinan secara normal, maka kami harus mengambil tindakan operasi Caesar, bapak harus menandatangani surat persetujuan nya pak" kata dokter.
deg....deg....
Aku kaget mendengar penuturan dokter tetapi aku tidak punya pilihan lain. Aku tak ingin mengambil resiko sehingga aku menandatangani surat itu.
***yuk mampir di novel terbaruku ya judulnya "BUCIN MAKSIMAL" Alhamdulillah sudah terbit ya. jangan lupa berikan saran da kritik nya.
terimakasih🙏***
__ADS_1