Cinta Dibalik Persahabatan

Cinta Dibalik Persahabatan
sahabat menyebalkan


__ADS_3

"Kalian ini, benar-benar sangat menyebalkan sekali ya,menganggu waktu menyenangkan kami saja" kata Rudi kesal.


Sedangkan nisa hanya terkekeh geli melihat. respond suaminya seperti itu.


"Ini nih si dede, katanya rindu sama aunty


Nisa, yakan de" kata Devi sambil mengelus perutnya.


"Si dede yang rindu, atau ibu nya yang rindu" kata Nisa mulai meledek devi.


Mereka pun kembalikan ke ruang tamu dan mulai menyiapkan berbagai macam cemilan mumpung Sekarang adalah hari libur, tentunya keduanya tidak akan menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga itu.


Herman dan Rudi mulai bermain game dan berteriak-teriak sehingga membuat Devi dan Nisa memarahi keduanya.


"Dasar lelaki, sama saja ya" kata Nisa


"Sabar nis, gitu-gitu itu suami Lo, orang yang sedemikian rupa Lo perjuangin, apa Lo udah lupa ha?" kata Devi yang kemudian menyadarkan Nisa.

__ADS_1


"Iya gue ingat, betapa susah nya mendapatkan hati Rudi yang udah Lo miliki" kata Nisa mendengus kesal.


"Hahahahaha, biasa aja kali, plis deh Lo jangan ngebucin Mulu" kata Devi


"Jadi Lo ngerjain gue ni, dasar Lo ya, kalau gue gak mikir ada ponakan gue udah gue gemblanh Lo" kata Nisa dengan ekspresi kesal yangdibuat-buat nya.


Setalah dua pasang suami-istri itu berbincang dan menghabiskan waktu bersama, dan ketika ia melihat jam sudah menunjukkan jam 18:00.


Para istri Sibuk bergelut di dapur sedangkan sang suami malah ketiduran karena kelelahan berteriak dan emosi ketika mereka saling kalah dan malah asik-asikan tidur berbaring bersama di ruang tamu.


Melihat kedua orang itu molor, sang istri masing-masing sangat kesal karena ia melihat tv tidak dimatikan padahal tidak ada yang menontonnya.


Devi mulai membangun kan keduanya namun seperti nya teriakan perempuan itu tidak di dengar kan oleh kedua nya sehingga Nisa dan Devi menyiram kan air pada kedua orang tersebut.


Sehingga saat merasakan tubuh mereka basah mereka pun ikut terbangun dan menjerit merasa kalau diri mereka terancam.


Mereka pun berteriak dengan keras.

__ADS_1


"Banjir, banjir, banjir" teriak keduanya.


Sedangkan nisa dan Devi terbahak bahak melihat keduanya seperti orang bodoh.


Tidak lama kemudian kesadaran mereka pilih dan mereka menatap intens wajah istrinya masing-masing.


"Maafkan aku dan Nisa, kami sengaja menyirami kalian, karena kalian belum mandi dan baunya sampai ke dapur" kata Devi.


"Kalian ini sungguh keterlaluan apa tidak bisa membangunkan kami dengan cara yang baik-baik. Sangat menyebalkan sekali" kata Rudi.


"Ayolah kami tidak ingin berdebat, sebaiknya sekarang kalian pergi mandi dan kita makan malam bersama" kata nisa


Keduanya pun mulai ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Herman mandi di kamar mandi milik tamu sedang kan Rudi mandi dikamarnya.


Setengah jam, kemudian keduanya sudah tampil rapi sekali tidak seperti pemulung yang tadi sebelum mandi.

__ADS_1


Akhirnya mereka menikmati makan malam dengan harmonis sangat mesra sekali kedua pasangan ini.


Setelah melahap semua masakan yang ada di meja makan, Herman mau pun Devi mengundurkan diri untuk pulang kerumah nya meski awalnya Nisa dan Rudi memaksa keduanya untuk tidur dirumah Nisa tetapi tetap saja Devi menolak. Katanya ia tidak ingin menganggu proses percetakan bayi oleh mereka berdua.


__ADS_2