
*Air mata memang tidak bisa menyelesaikan masalah yang terjadi, tetapi setidaknya dengan menangis, ia bisa membuat hatinya sedikit terasa tenang.
Author*
Devi masih saja dalam posisi Telungkup di dalam kamarnya, dan kemudian bersahabat dengan bantal gulingnya, Ia terus saja membayangkan wajah Rudi, Rudi yang saat ini ia cintai, Rasanya begitu mustahil bagi Devi jika hubungannya dengan Rudi sudah kandas dalam waktu yang relatif singkat.
Hubungan mereka yang terbilang baik-baik saja jika dibandingkan dengan hubungan Meysha dan Gio yang terlalu runyam dan banyak masalahnya, namun justru ternyata lebih rapuh dari hubungan Gio dan Meysha. buktinya hanya karena satu masalah muncul keduanya langsung menyerah begitu saja tanpa sedikitpun ada perjuangan yang dilakukan. Berbeda dengan Gio dan Meysha yang sempat memperjuangkan hubungan mereka meski akhirnya tetap harus menyerah dan menerima kenyataan bahwa cinta memang tidak bisa dipaksakan.
Devi sempat mengira bahwa Rudi tidak benar-benar mencintai nya meski berulang kali Rudi menepis jauh-jauh pikiran Devi yang menurutnya tidak ada gunanya. bagaimana sesungguhnya hati Rudi? hanya Rudi dan Allah yang mengetahui jawabannya.
"Andai saja waktu bisa diulang kembali, maka aku tidak akan pernah melakukan kesalahan fatal itu, Hingga kini aku harus kehilangan dirimu yang begitu aku cintai" gumam Devi.
"Disini aku sangat merindukanmu, aku sangat mencintaimu aku tidak bisa melupakan mu, meskipun memang aku yang salah karena tidak jujur kepadamu, hatiku sakit aku tak bisa tanpa mu" gumam Devi dalam hatinya, kemudian menyeka air matanya yang sedari tadi menetes tanpa diminta.
Devi terus-menerus menangis jika mengingat segala hal yang berkaitan dengan Rudi, bahkan Devi mengabaikan Herman yang berkunjung kerumahnya saat ini. Sambil terisak-isak Devi menelpon Meysha dan mencurahkan segala isi hatinya dan kegundahan hatinya kepada Meysha, Meysha hanya bisa menguatkan dan memberi motivasi kepada Devi agar Devi dapat tegat menerima kenyataan bahwa Rudi sudah meninggal kan nya meski itu memang kesalahan Devi sendiri.
"Sabar lah Dev, Allah punya rencana yang indah untuk mu dikemudian hari, Jangan berlarut-larut dalam kesedihan itu tidak baik, Kita hanya pemeran Dev, Allah lah sutradaranya apapun Alur kedepannya nanti hanya Allah yang tau, dan kita suka tidak suka mau tidak mau tetap harus patuh akan takdir yang sudah Allah tetapkan" nasehat Meysha
"Tapi Meysha, aku tidak bisa tanpanya Meysha, aku sangat mencintainya ntah mengapa hati dah tubuh ini sangat lemah jika.mengingat dirinya mengapa rasanya aku ingin menyerah dengan keadaan" Isak Devi.
Devi menutup telponnya dan mencoba tidur untuk melupakan sejenak masalah nya. Namun disaat sedang tidur Devi bermimpi sedang bersama Rudi bersenda-gurau dengan Rudi mereka sangat bahagia sekali, Rudi yang romantis dan Devi yang bersikap manja terhadap Rudi, namun setelah Devi bermimpi Rudi melamarnya tiba-tiba.
__ADS_1
"Aduh... sakit sekali" ucap Devi
ternyata Devi jatuh dari tempat tidurnya saking asiknya bermimpi sedang berdansa dengan rudi.
Lagi-lagi Devi kepikiran dengan Rudi, Devi sangat merindukan Rudi, entah mengapa bayang-bayang Rudi selalu ada dalam benak Devi.
Rasanya begitu sulit bagi Devi melupakan Rudi, padahal laki-laki itu justru sudah menghapus semua kenangan yang pernah terjadi antara mereka.
Devi ingin sekali menghubungi Rudi namun apalah daya akun sosmed Devi telah di blokir oleh Rudi.
Devi pun bangkit dari lantai dan menuju kamar mandi, Devi bersiap-siap untuk pergi ke kampus, siapa tau ada Rudi disana, setidaknya Devi dapat melihat Rudi dari kejauhan.
Setibanya dikampus Devi bertemu dengan Gio, devipun menceritakan segala masalahnya kepada abang angkatnya itu, Akhirnya Gio pun hanya bisa memberi semangat kepada Devi karna dirinya sendiri pun sedang terpuruk disaat menyadari bahwa Hubungannya dengan Meysha sudah berakhir.
Keduanya begitu kompak untuk urusan blokir memblokir.
Sore itu Devi menjumpai Rudi dikampus
namun Rudi sedikit pun tidak melihat devi( Pura-pura tidak melihat) bahkan disaat Devi menyapa Rudi, Rudi mengabaikan Devi, Rudi sedikit pun tidak mau berbicara lagi dengan Devi.
Dalam benak Devi terfikir bahwa Sebegitu benci kah Rudi kepada Devi, Hingga Rudi tega mengabaikan nya bahkan Rudi tidak ingin melihat wajah Devi lagi.
__ADS_1
Devi menangis histeris dan sesekali berteriak atas kenyataan yang tidak sesuai dengan harapanmya, Devi hanya bisa berdoa agar Rudi bisa kembali kepadanya dan melupakan semua masalah mereka, tetapi itu mustahil sekali karna Rudi sudah sangat membencinya. Mungkin Devi harus belajar ikhlas dan berusaha melupakan Rudi meski itu sangat berat baginya.
_____Di Tempat Lain______
Herman yang mengetahui putusnya hubungan Devi dan Rudi sangat senang ,karna oleh hal itu Herman akan lebih mudah mendapat kan cinta Devi kembali, namun untuk saat ini Herman membiarkan Devi sementara waktu menenangkan hatinya Devi pasti butuh waktu untuk sendiri.
Herman sudah menyiapkan Bunga dan Boneka untuk Devi, Herman harap dengan memberi Devi hadiah dapat mengubah raut wajah Devi yang muram, agar berubah lebih Ceria walau hanya sedikit saja. Namun ia mengurungkan niatnya karena sepertinya Devi memang butuh waktu untuk sendiri, dan Herman tidak ingin semakin memperkeruh keadaan.
Hati Herman seperti teriris pisau yang begitu tajam, ketika melihat wanita yang ia cintai begitu terluka Saat ini, Herman pun berusaha menghiburnya saat ini namun semuanya percuma dilakukan Herman, karena gadis itu tak bergeming sama sekali.
Herman menyesali keputusannya untuk pergi ke kota saat itu, hingga Herman Akhirnya kehilangan wanita itu, dan saat ini wanita itu justru ditinggalkan oleh lelaki yang ia cintai dan sepertinya pun kejadian ini disebabkan oleh Herman sendiri.
Melihat tak ada sedikitpun respon dari Devi.
Herman Akhirnya pulang kerumahnya dengan raut wajah bahagia, Namun ia sangat kesal melihat Devi yang begitu sedih karena kehilangan Rudi, Hingga Herman pun Akhirnya mencari cara bagaimana bisa mengembalikan Devi yang periang itu.
Berharap Hari esok, wajah gadis pujaannya itu sudah kembali seperti Devi yang ceria, Devi yang usil dan Devi yang selalu saja membuat lelucon konyol.
Meskipun itu sepertinya mustahil terjadi, ketika melihat terpuruk nya gadis itu saat ini, dan tak ingin rasanya ia semakin merusak suasana hati Devi yang tengah runyam. Herman tak ingin kehadiran dirinya saat ini justru semakin membuat Devi terpuruk.
**jangan lupa like nya dong yah , agar author lebih semangat lagi menulis♥️
__ADS_1
maaf jika kebanyakan typo**