
Devi Putri Monalisa,
aku adalah Devi, aku anak dari 2 bersaudara. aku memang terkesan sangat manja, tapi bukan berarti aku tak biasa dengan hal-hal menyakit kan yah hehe
Aku sudah terbiasa akan hal yang membuat ku rapuh, jadi jika ada yang menyakiti ku lagi untuk kesekian kali nya, maka aku tidak akan canggung lagi untuk menghadapi nya.
Hari ini adalah hari ulang tahun ku yang ke 20, Aku berharap di hari ini Rudi pacar ku akan memberi perhatian lebih kepada ku, sebab dia bukan lah tipe lelaki yang romantis dia sering sibuk tanpa menghirau kan perasaan ku, sering kali dia mengabaikan ku hanya demi bersama teman-teman nya. sering kali aku bersedih akibat ulah nya itu.
Entah aku nya yang terlalu bucin, atau diri nya yang terlalu cuek aku pun tidak tau. atau itu hanya perasaan ku saja, aku rasanya begitu lelah dengan keadaan.
Hari ini aku menghubungi nya berulang kali namun tetap saja dia tak mengangkat telpon dari ku, dia justru mematikan telpon nya, sungguh dia kembali menguji kesabaran ku, aku yang geram dengan sikap nya saat itu langsung saja aku mendatangi kelas nya.
" Permisi kak, Apa Rudi sudah datang?" tanyaku pada seorang wanita yang berkulit putih yang senyum nya begitu manis menurut ku, tapi tentu nya aku tak kalah manisnya dengan kakak senior ku itu.
" Iya sudah datang, katanya tadi ke kantin" ucap wanita itu tersenyum padaku.
Kemudian aku mengucapkan terima kasih kepada nya, lalu aku berlalu begitu saja dan pergi menuju kantin dimana Rudi berada.
"Baik lah kak, terima kasih" ucapku sambil tersenyum.
-------- menuju kantin----------
Sesampai dikantin aku melihat nya sedang duduk santai bersama teman-teman nya. aku langsung menghampiri nya dengan raut wajah kesalku. Kemudian aku memanyunkan bibir ku menahan kesal ku pada dirinya.
"Kamu kemana aja aku capek tau nyariin kamu" tanyaku dengan nada kesal dan geram sekali.
" Aku gak kemana mana kok, kamu aja yang selalu mencari-cari, kesalahan ku" katanya sinis, bahkan dia sama sekali tidak menoleh padaku, sungguh-sungguh menyebalkan!
"Apa-apa an sih kok malah nyolot gitu" jawab ku sinis pada dirinya
"Udah ah , aku mau masuk ruangan, dosen nya udah datang tu" kata nya sambil melihat kearah dosen yang berjalan melewati kantin.
" Alasan banget, bilang aja mau menghindar" kata ku dengan mata berkaca-kaca, aku heran akan sikap nya yang begitu cuek dan terkesan marah padaku.
Namun bukan nya merespon ucapan ku, Rudi malah pergi meninggalkan ku begitu saja, aku tak kuasa menahan air mataku, aku menangis dengan sikap dinginnya.
Dengan tidak semangat aku kembali ke kelas ku untuk melanjutkan perkuliahan.
Di kelas aku tidak fokus karena selalu teringat sikap dingin Rudi kepada ku, hingga saat dosen bertanya aku hanya diam dan tidak menyahut (alias melamun).
"Deviiiiiiiii" bentak dosen ku dengan tatapan berapi-api.
__ADS_1
" iya pak maaf," kata ku sambil terkejut.
" jika tidak fokus terhadap materi, silahkan keluar" kata dosen killer itu.
" Akupun terdiam dan pergi keluar ruangan" dari depan kelas ku lihat Rudi sedang bersenda gurau bersama teman nya.
Aku menangis sejadi-jadinya, melihat sikap nya yang begitu santai pada teman-teman nya sedang kan pada ku dia begitu sensitif dan terus saja cuek.
Aku menyandarkan tubuh ku di toilet dan terus saja menahan sesak di dada ku akan sikap Rudi yang berubah drastis dan terkesan tidak peduli pada ku.
🌸🌸🌸🌸🌸
Perkuliahan hari ini telah selesai
Aku menghubungi meysha dan mengajak nya untuk makan siang bersama,namun nomor nya tidak aktif,aku sangat kesal mengapa semua orang selalu saja mengabaikan ku.
Aku menggerutu kesal selama di perjalanan pulang kerumah, dan tentu nya aku sangat tidak enak hati hari ini.
Tidak lama setelah itu Aku mendapat pesan singkat bahwa Meysha kecelakaan, aku pun langsung menyuruh sopir ojek online untuk melakukan motornya, dan akhir nya aku langsung meluncur kerumah Meysha.
Sesampainya di rumah meysha aku masih tidak mengerti kenapa tidak ada orang, akhirnya ibu meysha menyambut ku dan mengatakan meysha ada di taman belakang rumah"
Aku curiga, mengapa meysha yang katanya kecelakaan bisa berada di taman belakang rumah.
Dengan rasa curiga ku, aku menuju taman belakang rumah meysha yang begitu sepi dan saat aku berada di ujung dapur dan melihat keluar ternyata ada Rudi, meysha , Gio ,dan ketiga teman kami yang lainnya disana.
Mereka memberikan kejutan kepada ku ya walaupun aku tidak terlalu kaget dengan kejutan mereka, tetapi aku tetap menghargai usaha mereka hehehehe.
Aku memang tipe orang yang cukup peka membaca situasi, apalagi aku tidak melupakan bahwa hari ini merupakan hari ulang tahun ku, jadi aku sudah mengetahui bahwa mereka pasti memberikan surprise untuk ku.
Tetapi tentu nya berbeda dengan Rudi yang tadi cuek, aku benar-benar tidak menyadari jika ini juga termasuk rencana mereka, mereka semua menyebalkan.
" HAPPY BIRTHDAY SAYANG" senyum girang Rudi sambil membawakan sebuah kue dan bucket bunga mawar yang indah.
" Terimakasih" jawab singkat ku karena Masi dalam keadaan kesal dengannya, karena bagaimana pun, ia menyakiti perasaan ku hari ini.
"Jangan Manyun lagi, kasihan Rudi sudah berusaha"jawab bang Gio yang sudah tau bagaimana perjuangan Rudi untuk memberikan surprise untuk diri ku.
"hehe iyaaa "jawabku sambil tersenyum meski pun kecut.
"Kalian pinter sekali membohongi ku, katanya meysha kecelakaan, dasar kalian ya, untung saja aku tidak kenapa-kenapa dijalan saat mendengar berita meysha kecelakaan" kata ku dengan sedikit kesal.
__ADS_1
Meysha tertawa saja mendengar Omelan ku. Ia rela menjual nama nya dibuat kecelakaan asalkan surprise nya behasil.
Setelah perdebatan yang terjadi antar aku, meysha dan Rudi, kami mengakhiri perdebatan tersebut. Habis nya aku masih tidak terima dengan sikap mereka pada ku hari ini.
kami pun merayakan ulang tahun ku di taman belakang rumah meysha,hanya saja aku merasa ada yang kurang , iya aku baru tersadar bahwa Della tidak ikut merayakan Klang tahun ku sebab ada Gio disini.
"Kak Della mana?" tanya ku pada meysha dan menatap nya dengan lekat, karena tidak biasanya kami merayakan ulang tahun tanpa satu personil kami.
"Dia sedang sibuk" jawab meysha dengan cuek, karena aku yakin ia pun merasakan hal yang sama seperti yang aku rasakan saat ini.
"Baiklah" jawabku yang sedikit sedih karena sahabat ku yang satu itu tidak dapat hadir bersama ku di hari bahagia ku ini.
"Kak Della menitipkan ini untuk mu"kata meysha sambil memberikan sebuah kado kepadaku, aku hanya tersenyum kecut sambil menerima kado tersebut, karena yang aku ingin kan bukan lah kado tapi kehadiran diri nya di sini, dan ikut berbahagia bersama kami.
Di mulai dari kado yang di berikan kak della, mereka semua pun ikut memberikan kado kepada ku.
Sampai aku merasa keberatan memegang semua kado yang mereka berikan.
Setelah merayakan ulang tahun ku, aku memutuskan untuk pulang dari rumah meysha, karena rasa nya aku lelah sekali dan ingin berisitirahat, begitu juga dengan semua teman-teman ku.
Kemudian aku berpamitan kepada ibu Meysha dan mengucapkan terimakasih telah bersedia direpotkan hari ini oleh ku.
" ibu, Devi pulang dlu ya Bu , terimakasih untuk surprise nya" kata ku memeluk ibu dari sahabat ku yang bahkan sudah ku anggap seperti ibu ku sendiri.
"iya Devi sayang, semoga berkah ya umur baru nya" ucap ibu Meysha tersenyum padaku.
Kemudian aku bersalaman dan pamit dari rumah meysha.
Sesampainya dirumah aku menghempaskan diri ku ke kasur ku, setelah itu aku melihat semua kado ku, aku bahagia memiliki teman seperti mereka
Apalagi Rudi pacarku, meskipun dia sangat menjengkelkan.
Aku mulai membuka kado, di mulai dari kado yang di berikan Meysha, Meysha memberi ku kado jilbab dengan harapan nya supaya aku selalu memperbaiki diri ku, Bang Gio memberi ku Kitab suci Al-Quran dengan harapan aku tidak lupa membaca nya dan supaya aku lebih paham lagi mengenai makhroj dan tajwid dalam membaca Alquran, dan Rudi memberiku kado mukenah serta gamis, dengan harapan kelak aku bisa menjadi istri Sholehah dan calon ibu yang baik bagi calon anak-anak nya kelak, wkwkwk aku tersenyum membaca harapan-harapan mereka sambil berkata dalam hati beruntung nya aku memiliki mereka yang begitu perhatian kepadaku.
"Terima kasih semuanya sudah menjadi bagian dari hidupku" kataku mengirim pesan singkat di grub chat.
Dan dibalas dengan emoticon peluk dan cium oleh semua teman-teman ku.
**Budidaya kan untuk like dan vote nya ya para reader.
Tinggalkan komentar kalian di sini, agar dapat menjadi koreksi bagi author agar novel ini menjadi novel yang lebih baik**!!!
__ADS_1