
" Bagaimana kabar mu?, mengapa setiap kali aku menghubungi mu. Kau tak pernah merespond nya. Aku mencarimu.kenapa kau tidak menerima penjelasan ku" ucap Devi.
Herman Masih terdiam.
"Mengapa kau diam, jawab, respond lah penjelasanku sampai kapan kau akan seperti ini, apa dengan seperti ini semua masalah akan selesai? dan apakah seperti ini cara mu menghindari masalah?"ucap Devi lagi.
"Aku kecewa kepadamu, Aku tak bisa melupakan bagaimana kau tidak ada dihari pertunangan itu, kau membuat aku dan seluruh keluarga besar ku malu" kata Herman menunduk.
"Tapi aku sudah menjelaskannya padamu, aku sangat mencintaimu bagaimana mungkin aku meninggalkan pertunangan kita, Aku harap kau paham itu" ucap Devi sedih.
"Aku percaya kepadamu, tapi aku tidak bisa melupakan nya sampai kapanpun aku akan selalu mengingat nya, tapi jujur hingga saat ini aku masi sangat mencintai mu"Herman refleks dan langsung memeluk Devi.
Devi pun membalas pelukan Herman, karna sesungguh nya Devi juga sangat merindukan Herman.
"Maafkan aku, Aku mencintaimu" Devi bersandar dipindah Herman.
__ADS_1
"Aku sudah memaafkan mu, tapi....
"Tapi apa ?" Devi penasaran
" Belum tentu seluruh keluarga besar ku bisa menerima penjelasan darimu" ucap Herman.
" Kita akan berjuang bersama untuk mengembalikan rasa kagum dan rasa sayang keluarga mu kepadaku, apa kau masih ingin berjuang bersamaku?" tanya Devi.
" Tentu saja, " Herman pun memeluk kekasihnya itu ia sangat merindukan nya sebab semenjak kejadian itu Herman selalu menghindari bertemu dengan Devi. Tapi sekarang perlahan-lahan Herman mulai melupakan kejadian itu dan kembali memulainya dari awal lagi, semoga Devi tidak mengulangi kesalahan nya.
Herman melihat Devi sedang dengan lamunan nya, padahal Herman sudah dengan lelahnya bercerita panjang lebar tetapi ceritanya tidak di dengarkan oleh kekasihnya.
"Ada apa kau termenung sayang?, apa ada masalah?, ceritalah padaku Agar tidak terjadi kesalahpahaman lagi Diantara kita" Herman mengelus pipi Devi.
Devi hanya terdiam, ia tidak merespon ucapan Herman.
__ADS_1
"Bagaimana mungkin aku bercerita dengan herman, bahwa mahkota ku sudah diambil oleh Rudi, aku tidak mungkin mengatakannya aku tidak ingin dia kecewa lagi, aku tidak ingin kehilangan nya lagi. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku harus jujur atau merahasiakan nya. Tetapi bagaimana jika dia tau dari orang lain, dia pasti akan sangat membenci ku" kata Devi dalam hati.
"Sayang? hey apa kau dengar aku? " kata Herman yang membuyarkan lamunan devi.
"Eh iya sayang maaf, kamu ngomong apa tadi?"ucap Devi yang tersadar dari lamunan nya.
"Jadi kamu tidak dengar ocehan ku dari tdi, oh sayang aku sudah capek bercerita" ucap Herman kesal.
"Jangan kesal-kesal sayang,aku hanya sedang membayangkan kenangan indah hubungan kita dulu, namanya juga rindu yang sudah lama terpendam" kata Devi menggoda Herman.
"Kamu bisa aja sayang, bisa banget buat aku rindu sama kamu" kata Herman.
Hari sudah semakin petang, akhirnya Herman dan Devi memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing, Herman sengaja tidak mengantar kan Devi pulang karna ia ingin keluarganya dan keluarga Devi tenang dulu untuk sementara waktu.
"Aku pulang dulu sayang, see you next time" Devi mengecup pipi herman.
__ADS_1
Jantung Herman berdetak 2x lebih cepat ketimbang normal. bagaimana lagi ia di cium oleh kekasih yang dirindukan olehnya beberapa hari ini.