
Hari ini adalah hari pernikahan Della dan Gio.
dirumah mempelai wanita, para keluarga sibuk berkemas dan bersiap-siap. Sedangkan pengantin wanita masih dihias oleh MUA. Della begitu cantik dibalut dengan gaun berwarna putih.
Ia sangat terlihat gugup sekali. Ia mencari-cari dimana Devi berada, mengapa Devi tidak menjadi penguat nya sekarang.
Saat Della sedang Asyik dengan lamunan nya. Sang ibu datang ke kamar dan menguatkan Della, agar kegugupan nya sedikit berkurang.
Della masih dikamar menunggu pengantin pria mengucap kan ijab kabul.
Terdengar lah ucapan SAH..... SAH......
Della pun mengembangkan bibirnya yang sedari tadi pucat pasi karena gugup.
Sang ibu membawa nya turun, kemudian duduk di dekat laki-laki yang sekarang sudah menjadi suaminya.
Ia menyalami suaminya dan memakaikan cincin di jari manis suaminya. Kemudian tanpa segan Gio mengecup kening Della. Menambah kegugupan di hati Della.
__ADS_1
Kemudian seluruh nya pergi ke gedung yang sudah mereka persiapkan untuk acara Resepsi Pernikahan.
Banyak karangan bunga yang berada di sana, dan terlihat lah salah satu yang sangat mencolok bagi kedua nya.
Yaitu Karangan Bunga dari meysha yang hanya terbuat oleh bunga putih semuanya.
Della mencari-cari ketiga sahabat nya itu. tetapi ia masih tidak menemukan nya.
Sehingga Ia ingin menelpon sahabatnya namun tidak diperbolehkan oleh Gio.
"SURPRISE....."
"Kalian ini sangat menyebalkan sekali, aku berharap kalian datang di ijab kabul ku. Tetapi kalian hanya datang di resepsi, kalian benar-benar keterlaluan" kata Della yang sedikit kesal.
"Hey, kau ini sudah menikah tetap saja galak, anggun sedikit kenapa"kata Nisa
"Maaf kan kami kak Della, tadinya kami sudah berkumpul dirumah Devi dan untuk segera hadir, tetapi ketika ingin pergi, aku tiba-tiba mual dan sangat lemas sekali, mungkin asam lambung ku kambuh" kata Devi menjelaskan.
__ADS_1
"Hey mana para suami kalian berdua, mengapa mereka tidak datang" kata Della mulai kesal lagi.
"Mereka Akan datang sebentar lagi, tadi ada pekerjaan kantor sedikit" kata Devi
Mereka asik bersenda gurau tanpa mereka sadari ada dua orang yang sedari tadi terlihat sangat canggung.
Namun meysha maupun Gio menepis rasa itu, ia berusaha menghindar dari tatapan meysha.
Rudi dan Herman datang menemui para istri mereka yang tengah menikmati makanan. Seketika kedua orang itu langsung duduk di samping istri mereka.
Devi tersenyum melihat suaminya itu. Tak lupa ia mengecup kening istrinya dan berbisik "Aku rindu" dan itu membuat pipi Devi merona.
Sama halnya dengan Nisa dan Rudi. Mereka juga bermesraan. Meysha yang merasa sebagai pengganggu langsung berdiri dan berusaha pergi dari sana. Namun langsung dicegah oleh Herman.
"Jangan Pergi Meysha, disini aja sama kami" kata Herman membuka suara.
Devi tersenyum" jangan merasa sendiri Meysha, ada kami disini bersamamu"
__ADS_1
"Aku hanya ingin mengeluh dengan keadaan, kalian berbahagia sekarang dengan pasangan masing-masing, sedangkan aku dapat apa?, mungkin ini karma dari perbuatan ku pada mu Dev, tapi apa karma itu sampai seperti ini, sampai-sampai aku tidak diberi kebahagiaan yang Kelian rasakan" sedih diwajah meysha.
"Tuhan sudah punya rencana indah sayang, jalani saja apa adanya, jangan sedih lagi. Ada kami untuk mu. Aku yakin itu hanya kekhilafan yang kamu lakukan dan kamu tidak sengaja melakukan nya" kata Devi membela nya padahal sudah jelas bahwa ia menjadi korban ketidak adilan itu, tapi baginya itu tidak penting yang penting itu sudah berlalu dan ia sangat menyayangi para sahabatnya.