
POV DEVI
Saat aku berada di mall bersama kedua sahabat ku, aku sangat kelelahan berkeliling ditambah lagi dengan kandungan ku yang sudah besar. Aku jadi sulit bergerak dan nafas ku sesak.
Ketika itu aku tengah memilih baju namun tidak ada satu baju yang pas ku kenakan sehingga aku jadi bad mood dan tiba-tiba kepala ku pusing.
setelah itu aku tidak tau lagi karena aku tidak sadarkan diri.
Sekilas yang ku lihat kepanikan dari meysha dan juga nisa. Aku jadi merasa bersalah telah membuat mereka khawatir.
Tapi aku bersyukur punya sahabat yang baik seperti mereka.
Kemudian aku sadar saat harus udah gelap dan aku yakin saat itu sudah malam dan yang aku ingat saat sebelum aku pingsan hari masih siang dan baru menunjukkan pukul 14:00 itu artinya sudah 4 jam aku tidak sadarkan diri.
Saat bangun. ku lihat suami ku dan juga Meysha yang menunggu ku diruang rawat. kuliah wajah khawatir mereka. Aku sungguh merepotkan saja.
__ADS_1
Lalu kupanggil suami ku.
"Sayang" lirih ku.
"Iya sayang, kau sudah sadar? Alhamdulillah apa kau baik-baik saja sayang? apa yang sakit? apa perlu aku panggil kan dokter?" kata herman.
"Sayang, tanya satu-satu dong. aku bingung nih mau jawab yang mana" kataku manyun.
"Ululuh istri ku sayang, aku sangat khawatir sayang, aku tidak ingin terjadi apa apa padamu" katanya mengecup kening ku dengan lembut.
Adzan magrib pun berkumandang, aku melihat suami ku yang tersenyum dan mohon diri untuk sholat, aku pun meminta nya sholat di ruang rawat inap ku. Karena aku juga ikut sholat dan aku menginginkan dia jadi imam ku.
Akhirnya Kami bertiga pun sholat, aku sholat dalam posisi berbaring dan meysha juga ikut sholat dengan kami.
Saat selesai sholat ku lihat Mesya dan Herman suamiku seperti sepasang suami istri yang sholat berjamaah. Namun lamunan ku terbuat oleh suara suami ku.
__ADS_1
" Sayang, kamu mau makan apa? biar aku beliin diluar, aku juga mau cari makanan buat dimakan disini bersamamu" kata Herman.
"Sayang, makanlah diluar dengan meysha aku yakin dia juga sangat lapar, ku lihat raut wajahnya sudah menahan lapar" kata ku sambil tertawa.
"Tidak Dev, kami akan makan disini bersamamu, mana mungkin kami meninggalkanmu disini, kami tidak mau terjadi apapun padamu, kami menyayangi mu" kata meysha menyela.
Ku tarik nafas panjang lalu mengiyakan apa uang suamiku dan meysha katakan.
Mereka pun pergi membelikan makanan untuk mereka makan malam dan juga makanan untuk ku.
Aku mengelus perut ku dan merasakan gerakan dari baby-baby ku yang tak sabar lagi untuk aku lahirlah ke dunia ini serta melihat wajah cantik dan tampan mereka berdua.
Baby ku merespond sentuhan ku, kurasakan tendangan mereka diperutku. "Ululuh sayang bunda, sehat selalu ya nak, bunda tidak sabar ingin melihat wajah kalian. Bunda sangat sayang pada kalian nak" kata ku sambil mengelus perut ku yang sudah buncit karena sebulan lagi aku akan segera melahirkan baby kembar ku yang comel pastinya hehehe
Tuhan jagalah aku, suami ku dan kedua anak ku, jangan pisahkan kami tuhan, aku ingin bahagia dengan nya sampai akhir hayatku ucapku sambil mengelus perut ku.
__ADS_1