
Hingga Saat ini Devi tak bisa melupakan Rudi, meskipun Devi sudah berusaha dan mencoba menerima Herman kembali namun nyatanya hatinya Masih saja milik Rudi dan rasanya begitu sulit bagi Devi untuk membalikkan hatinya pada Herman.
Devi merasakan tubuhnya sangat lemah hari ini, untuk berjalan saja ia kesulitan dan bahkan ia harus berpegangan pada dinding apartemen nya menuju kamar mandi, Kemudian berendam di bathtub untuk menyegarkan tubuhnya, Hingga Devi terlalu nyaman berada disana, kemudian ia tidak sadar entah sudah berapa lama ia berada disana.
Devi pergi ke kampus dengan tergesa-gesa dan panik sekali, sebab ia sudah terlambat setengah jam dari dosen yang masuk hari ini.
karena terlalu nyaman berendam di bathtub ia sampai melupakan waktu, dan Sekarang tamatlah riwayat Devi, dosen killer sudah berada diruangan kelasnya.
Devi kemudian dengan perlahan masuk ke ruangan dan melihat dosen tidak ada disana, ia langsung memasuki kelasnya, serta duduk di kursinya.
kemudian Devi menoleh pada Ruhi, dan bisa dilihat dari wajah Ruhi dia mengkhawatirkan sesuatu, hingga tubuhku sedikit gugup dan takut saat ini.
Ruhi seperti memberikan Aku kode dari jauh, tapi entah mengapa aku seperti tidak memahami maksud Ruhi yang setengah berbisik dari kejauhan.
"Sejak Kapan Kamu Masuk diruangan Ini? tanya dosen padaku, aku langsung menoleh pada dosen tersebut dan jantungku terasa melompat dari tempatnya.
"Maaf Pak, Saya terlambat" Kata Devi menunduk.
"Kami ini Mahasiswa Harusnya Disiplin bukan selalu terlambat seperti ini, Sekarang silahkan kamu keluar dari ruangan ini, saya tidak suka pada mahasiswa yang tidak menghargai waktu" kata dosen tersebut menatap ku dengan tatapan tajam seperti ingin menelanku hidup-hidup.
Aku pun tidak menjawab ucapan dosen tersebut, kemudian aku bangkit dari tempat duduk ku dan permisi pada dosen tersebut dan segera keluar dari ruangan tersebut.
Kemudian aku pergi menuju Direktorat, dan bersantai disana sambil menunggu teman-temanku menyelesaikan perkuliahan hari ini.
Hampir dua jam sudah aku menunggu mereka, hingga rasa bosanku mulai muncul dan rasanya ingin sekali aku kembali ke apartemen kemudian kembali tidur, karena tadi malam sepertinya aku kekurangan tidur gara-gara memikirkan Rudi.
__ADS_1
Waktu yang aku tunggu-tunggu pun telah tiba, aku melihat sahabat ku mulai datang dan mendekat kepadaku, Rasanya ada kebahagiaan tersendiri ketika aku berkumpul bersama dengan Ruhi, kak Della, dan meyhsa.
Kami bercanda riang dan terus saja saling usil, serta tak henti-hentinya Devi mengusili Ruhi, karena memang Ruhi adalah wanita yang gampang sekali kesal, dan itu membuat Devi senang melihat raut wajah kesal ruhi.
Ruhi mengerucutkam bibirnya dan terus saja merengek seperti bayi yang belum minum asi seharian, hingga tak henti-hentinya mereka menjahili Ruhi.
Kemudian saat sedang bergurau Meysha merasa lapar, kemudian ia undur diri pada kami. kemudian ia pun pergi ke kantin bersama teman sekelasnya Mella.
Sehingga di direktorat tinggal lah Devi, Della dan ruhi. Devi hanya diam sambil memainkan handphone nya dan mengecek beberapa file tugas dikantor dan tugas kuliahnya, sedangkan Della dan ruhi berbincang.
namun seketika Devi berhenti memainkan handphone nya karena percakapan Della dan ruhi.
"Ruhi kamu tau nggak, semalam aku lihat Meysha mengirim pesan kepada bang Rudi, dengan pertanyaan-pertanyaan nya yang sangat tidak masuk akal,sehingga aku tertawa terbahak bahak, aku rasa jika kamu melihat nya maka kamu akan lebih heboh dam juga kesal pada meysha yang konyol itu. mereka benar-benar sangat konyol" ucap Della tertawa terbahak-bahak begitu juga dengan ruhi.
Devi seketika menoleh pada Della dan Ruhi, karena pembicaraan itu menurut Devi cukup menarik perhatiannya.
Devi hanya terdiam mendengar percakapan mereka yang sudah melebar sejauh mungkin, Hati Devi begitu sakit ketika tau bahwa meysha dan Rudi tengah saling berkomunikasi saat ini dan kemungkinan mereka tengah dekat sekarang.
Namun Devi mencoba biasa saja saat in, Devi berpura-pura tidak tau meski hatinya tak mengelak bahwa semuanya begitu sakit untuk Devi terima.
"Rudi sebahagia itu? Bahkan dia sama sekali tidak membalas pesan ku" kata Devi bergumam dalam hatinya.
Devi pun segera pergi meninggalkan Della dan ruhi di direktorat dengan alasan ia akan mempersiapkan diri untuk presentasi nya dengan dosen killer di kampus tersebut.
Devi pergi ke ruangannya sendiri, Devi pun kemudian menangis membayangkan Rudi dekat dengan Meysha yang tak lain adalah sahabatnya sendiri. Saat itu hati Devi sangat sakit dan tidak habis pikir mengapa bisa Meysha menghianati persahabatan mereka. padahal Meysha jelas tau bahwa Devi sangatlah mencintai Rudi.
__ADS_1
🌸🌸🌸🌸🌸
Saat Tiba diapartemen, Devi langsung saja memasuki kamarnya, serta menghempaskan dirinya di ranjang, kemudian Devi melihat fotonya dengan meysha yang tersenyum bersama, Devi yang emosi langsung merobek-robek fotonya dan menginjak-injak foto tersebut.
Devi yang sudah tidak tahan lagi dengan semua ini pun langsung mengirim pesan kepada meysha .
" selamat malam meysha, aku udah tau jika kamu tengah dekat dengan Rudi, aku gak nyangka kamu bisa mengkhianati sahabatmu sendiri, aku tidak menyangka secepat ini kalian dekat padahal 2 hari yang lalu aku baru saja menceritakan keluh kesah ku terhadapmu, tetapi kamu sungguh begitu mengecewakan" kata Devi sambil mengumpulkan tenaganya untuk melihat bagaimana respond dari Sahabat nya Tersebut.
" Apa maksud kamu mengirim pesan seperti ini, asal kamu tau ya, aku tidak akan dekat dengan bang Rudi Jika kamu dan bang Rudi masih Berhubungan, Aku tidak mengambil bang Rudi dari mu jika dia memang hak mu, tapi saat ini aku tegaskan sekali lagi aku tidak pernah mengambil hak mu, dan satu lagi. kamu sudah mengambil keputusan kan untuk meninggalkan Rudi, sekarang mengapa kamu menuduhku merebutnya, kamu yang membuat kesalahan padanya, jadi sekarang lebih baik kamu intropeksi dirimu sendiri tanpa menyalahkaj orang lain" tegas Meysha.
Devi yang melihat balasan itu langsung menangis dengan histeris dikamarnya, sesak di dada yang dirasakan oleh devi, Devi tidak menyangka jika Meysha bisa seegois itu Meysha hanya memikirkan hati dan perasaan nya sendiri, sedangkan Devi sahabat nya hancur menerima kenyataan yang menyakitkan dan mendadak seperti ini, tidak pernah terpikirkan oleh Devi sebelumnya jika sahabat yang ia sayangi selama ini berkhianat padanya.
Sejak saat itu Devi tidak lagi bertegur sapa dengan Meysha, Rasanya devi sangat membenci meysha, Serta Devi memutuskan hubungannya dengan meysha, dan itu membuat Della dan ruhi juga ikut memusuhi Devi dan mendukung hubungan Meysha dan Rudi, padahal hubungan yang di jalani oleh Meysha dan Rudi adalah hubungan yang di dasari pengkhianatsn. bisa-bisa nya mereka bahagia diatas penderitaan yang dialami oleh Devi.
Devi hanya menangis menerima kenyataan yang dialami oleh nya, ia tidak tau harus bertindak apa lagi saat ini, Ingin rasanya Devi marah dan menghempaskan semua barang-barang yang ada dikamarnya.
Dari sekian banyak sahabat nya selama ini, hanya ada Gio yang selalu mendukung Devi apalagi disaat Gio tau jika semua teman devi menjauhi Devi, dan Gio tau bahwa semua ini tak adil bagi Devi.
Devi sempat menghubungi Rudi.
" Kenapa kalian seperti ini, kenapa kamu tega sama Devi bang?, mengapa kalian bahagia diatas penderita Devi, Kalian jahat, kenapa kalian seperti ini? Aku benci kalian aku benci" kata Devi berderai air mata.
" Abang tidak pernah menyakiti kamu,, tapi kamu yang menyakiti Abang, dan sekarang Abang sudah berusaha membuka hati Abang untuk Meysha, Lagi pula Gio dan meysha juga sudah tidak ada hubungan apapun lagi, Abang harap, Devi bahagia sama Herman yang selama ini sudah memperjuangkan Devi, Lelaki yang pernah Devi utamakan Hingga Devi lebih rela membohongi Abang saat itu" balas Rudi.
Devi lagi-lagi tak kuasa menahan tangisnya, Kemudian dengan emosi nya yang tinggi saat ini, Devi segera Memblokir seluruh Akun Sosmed Rudi dan meysha secara bersamaan.
__ADS_1