Cinta Dibalik Persahabatan

Cinta Dibalik Persahabatan
Permohonan


__ADS_3

Sejak meysha keluar dari kantor Rudi, ia menghubungi Nisa. Ia harus bicara kepada Nisa. Ia tidak ingin perjuangan nya menunggu Rudi sia-sia, ia tidak akan membiarkan Rudi menjadi milik Nisa, Rudi harus menjadi milik nya. itulah yang ada di pikiran meysha.


"Halo, ada apa Meysha" kata Nisa.


"Aku sudah berada di Indonesia, bisa kah kita bertemu? ada hal penting yang ingin aku bicarakan" kata Meysha dengan tegas


"Tapi aku sedang sibuk mempersiapkan, acara pernikahan ku, apa tidak bisa lain kali saja" kata Nisa menolak nya karena memang ia sangat sibuk sekarang.


"Tidak bisa Nis , ayolah apa kau tidak merindukan ku, aku ingin bicara pada mu, kenapa kau begini pada sahabat mu sendiri? apa aku tidak penting lagi bagimu? kata Meysha yang terus mendesak nya.


"Ya baiklah, aku tunggu kamu di restoran tempat biasa kita bertemu jika di Indonesia ya" Nisa pun menyetujui nya.


"Baiklah, aku akan segera menuju kesana"


kata meysha.


Akhirnya kau mau bertemu dengan ku Nisa, akan ku buat kau memberikan calon suami mu itu untuk ku. Gumam meysha


Sesampai nya di restoran ia melihat Nisa sudah menunggunya,ia pun bergegas menemui sahabatnya itu.

__ADS_1


Ia akan berusaha mendapatkan Rudi, tapi ia juga gugup bagaimana jika Nisa akan menolaknya. Mereka pun cipika cipiki ala ibuk-ibuk sosialita.


"Hey, aku merindukanmu bagaimana kabarmu" kata meysha dengan akrab nya.


"Aku juga merindukan mu, aku sangat baik" jawab Nisa.


Mereka berbincang-bincang mengenai Amerika dimana tempat mereka kuliah.


Mey masih belum membicarakan tujuan nya bertemu dengan Nisa. Mereka masih asik mengobrol tentang hal yang sering mereka lakukan di Amerika. Dan mereka tertawa bersama.


Lalu setelah asik berbincang, Nisa pun memberikan undangan yang sama dengan uang Rudi berikan. Meysha sudah menebaknya namun ia memilih pura-pura tidak tau.


" Apa Nis. kau akan menikah dengan Rudi,kenapa bisa Nis. Aku yang selama ini menunggu nya, aku bahkan menunggu nya melupakan Devi cinta pertama nya, kenapa sekarang malah kau sahabatku sendiri yang merebut nya dariku" kata Mey menangis.


Nisa yang melihat sahabatnya menangis langsung merangkul sahabatnya. Sambil mengatakan "Sabarlah, jangan larut dalam emosi mu"


"Aku tidak rela kau menjadi istrinya Nis, aku yang harus menjadi istri nya, kau mau kan merelakan Rudi untuk ku? kau tau kan laki-laki yang selama ini aku ceritakan kepadaku? lelaki itu adalah Rudi, Rudi calon suami mu hiks hiks hiks" kata Meysha sambil mengencangkan tangisannya.


"Berarti,selama ini kita menceritakan orang yang Sama begitu? " kata Nisa.

__ADS_1


Meysha tidak menjawab ia hanya menangis karena ia tidak ingin kehilangan Rudi. dan ia berharap Nisa akan melepaskan calon suaminya itu demi sahabat nya ini.


Namun Nisa tetap kokoh untuk mempertahankan Rudi, baginya ia tidak salah ia tidak mengkhianati sahabatnya. Lagi pula semua sudah diatur oleh allah, seperti Yang sering di dengarnya"Sekuat apapun kita berusaha untuk bersatu, jika Allah mengatakan tidak jodoh sampai kapanpun tidak akan berjodoh, sama juga dengan sekuat apapun kita menjauh jika Allah menulis dilaufulmahfudz kita adalah jodoh maka kita akan tetap bersama"


Namun ia tidak mengatakan nya secara spontan karena ia tidak ingin membuat sahabat nya itu sakit hati.


"Mey, aku memang sahabatku, aku sayang kepadamu, tapi aku tidak bisa merelakan Rudi untukmu, aku juga menyayanginya. Lagi pula ini sudah takdir Mey, kita hanya bisa menerima apapun takdir yang sudah Allah berikan"


Sesaat mereka berbincang dari belakang muncul lah Abang satu-satunya dari Nisa.


"Kenapa berada disini dek, bukannya kamu sedang sibuk dengan acara pernikahan mu. pulang sana" Abang nya Nisa menyuruh nya pulang.


"Baiklah bang, aku hanya sebentar saja bicara pada sahabat ku" kata Nisa.


Seketika meysha lemas dan pingsan mendengar penuturan sahabatnya yang tetap tidak mau mengalah. Nisa kaget dan memanggil Abang nya. Serta mereka pun langsung membawa meysha kerumah sakit.


Setelah dokter mengatakan Mey baik-baik saja, Nisa dan abangnya pun berpamitan pulang kepada keluarga meysha yang sedang menunggu Nisa di ruang rawat inap.


Nisa pun kembali kerumahnya dan kembali mempersiapkan acara pernikahan nya yang tinggal dalam hitungan hari.

__ADS_1


__ADS_2