Cinta Manis Si Gadis Tomboi (Davina Hanoraga)

Cinta Manis Si Gadis Tomboi (Davina Hanoraga)
BAB 21


__ADS_3

“Ternyata.”


Ronggo terkejut dan juga marah saat melihat Davina yang masuk ke dalam mension mewah. Namun, sepersekian detik kemudian ia dibuat tersenyum dengan adegan yang dilihatnya. Ternyata Ronggo melihat Davina yang memeluk wanita paruh baya bernama Sri yang tak lain adalah asisten rumah tangga yang bekerja di mansion orang tuanya, Ronggo berpikir kalau Sri adalah Ibu Davina karena mendengar ucapan Davina pada sri.


“Dasar gadis tomboi yang selalu membuat orang khawatir, ternyata kamu tak bilang kalau pulang malam, pantas saja Ibumu sangat khawatir. Huh, mikir apa aku ini, tak mungkin juga gadis tomboi yang sama sekali tak berpenampilan feminin dan elegan itu putri pemilik mansion mewah itu,” gumam Ronggo tak lama meninggalkan tempatnya berdiri saat ini dengan perasaan tenang karena Davina sudah kembali pada wanita yang ia sangka Ibunya.


“Bi, sudah pergi belum?” tanya Davina.


“Sebentar lagi, Non. Nah sekarang sudah pergi dia, Non,” sahut Sri memberitahu kalau Ronggo sudah pergi dari tempatnya berdiri menonton drama ikan terbang dadakan.


“Huft, akhirnya pergi juga, makasih yah Bi, lain kali bisa nih dilanjut drama ikan terbangnya kalau dia ngikutin lagi.” Davina bernapas lega karena Ronggo sudah pergi, ia masuk ke dalam mansion diikuti oleh Sri.


Davina bernapas lega karena ia mengetahui kalau Ronggo mengikutinya, kalau tidak entah apa yang akan terjadi esok saat bertemu dengan pria pujaannya itu.


FLAS BACK ON


Saat Davina sudah dekat mansion tempatnya tinggal ia merasa ada yang mengikutinya. Dengan sambil masih terus berjalan Davina merogoh tas cangkleknya untuk mengambil cermin dan mengarahkannya diam-diam ke arah belakang. Terlihat Ronggo sedang mengikutinya.


Davina bukannya panik mengetahui Ronggo mengikutinya, gadis tomboi itu malah tersenyum licik.


“Hehe, kamu ternyata mengikutiku yah, Mas. Kita bermain sedikit yah, Mas kesayanganku,” gumam Davina dengan kekehan liciknya.

__ADS_1


Sampai di depan pintu yang biasanya Davina langsung masuk kini ia mengetuk pintu terlebih dulu. Tak lama Sri membukakan pintu dan tanpa wanita paruh baya tersebut sangka Nona mudanya memeluknya.


“Ibu, maaf yah Vina pulang telat dan gak ngabari Ibu. Ibu pasti hari ini lelah bekerja sendirian karena aku tak membantu Ibu, maaf yah Bu Vina malah main seharian dan pulang malam begini,” ucap Davina sengaja dengan suara yang sedikit lebih keras agar Ronggo mendengarnya.


“Bi, Bibi lihat pria tampan yang sedang berdiri melihat ke arah sini kan? Dia adalah pria yang aku suka, Bi. Bibi kan tahu kalau aku menutupi identitasku dari orang luar, bantu aku bersandiwara yah, Bi please,” bisik Davina memohon agar sang asisten rumah tangganya mau diajak bekerja sama dengannya.


“Okelah, Non. Serahkan saja sama Bibi, pasti rebes deh,” sahut Sri ikutan berbisik.


“Putri Ibu pasti lelah yah. Kamu tak perlu minta maaf, sekali-kali main saat libur tak masalah, Ibu tak marah kan kamu juga sudah minta izin sama Nyonya kalau kamu akan pergi main di hari libur. Ayu masuk, kamu segera istirahat, sudah malam besok kamu masih harus kuliah dan kerja juga, maafin Ibu yang belum bisa memenuhi kebutuhanmu sampai kuliah saja kamu harus bekerja terlebih dulu,” ucap Sri yang terdengar lebai.


‘Astaga, Bi. Kenapa jadi lebai gini sih, sudah seperti drama ikan terbang saja,’ batin Davina serasa ingin menepuk jidatnya, andai saja ini memang sedang syuting film maka ia akan memberikan piala oscar pada asisten rumah tangganya itu karena akting yang memukau bagaikan artis sinetron ikan terbang.


“Bi, sudah pergi belum?” tanya Davina.


“Sebentar lagi, Non. Nah sekarang sudah pergi dia, Non,” sahut Sri memberitahu kalau Ronggo sudah pergi dari tempatnya berdiri menonton drama ikan terbang dadakan.


“Huft, akhirnya pergi juga, makasih yah Bi, lain kali bisa nih dilanjut drama ikan terbangnya kalau dia ngikutin lagi.” Davina bernapas lega karena Ronggo sudah pergi, ia masuk ke dalam mansion diikuti oleh Sri.


FLASH BACK OFF


“Non, kenapa Non Vina gak jujur ajah sih kalau Non Vina itu anak dari Tuan dan Nyonya sama pria tadi. Kalau tiba-tiba dia tahu Non Vina berbohong gimana? Mending jujur Non,” tanya Sri yang bingung dengan pikiran anak majikannya yang malah senang mengaku sebagai anak dari orang tak punya.

__ADS_1


“Dia anti sama anak orang kaya, Bi. Kalau aku ngaku anak dari Mamah dan Daddy dia gak bakalan mau sama aku. Aku ngaku anak orang gak punya ajah dia cuek banget sama aku dan dinginnya minta amplop apalagi aku mengaku sebagai anak Mamah dan Daddy, tambah gak mau didekati sama aki nanti dia,” sahut Davina memberitahu.


“Astaga, ada yah pria yang anti sama anak orang kaya, biasanya kan cowok kalau disukai sama anak orang kaya malah seneng karena bisa minta apa-apa, lah ini kok malah anti sama anak orang kaya itu bagaimana sih, Non. Ajaib bener yah tuh cowok 1001 cowok begitu,” ucap Sri yang bingung sekaligus terkejut karena di zaman sekarang yang apa-apa serba diukur dengan materi ternyata masih ada pria yang anti dengan anak orang kaya seperti pria yang disukai oleh anak majikannya.


“Dia itu pria unik dan satu-satunya, Bi. Makanya aku suka dan bertekad untuk membuatnya tunduk sama aku. Suatu hari nanti dia pasti akan menjadi milikku, Bi. Dan akan aku pastikan kalau dia akan menjadi suamiku,” tekad Davina yang sudah bulat akan membuat Ronggo menjadi miliknya.


“Oalah, ya semangat yah, Non. Bibi doakan semoga kalian berjodoh dan bisa bersama,” doa sang asisten rumah tangga untuk anak majikannya.


“Amiin, makasih yah, Bi. Eh Bi, kalau nanti suatu saat di jalan bertemu dengannya entah Bibi lagi belanja atau apa jangan pernah bilang kalau aku anak dari Mamah dan Daddy yah, dia kan tahunya aku anaknya Bibi, jadi kalau nanti ketemu di jalan dia nyapa yah ngaku saja kalau Bibi Ibuku, oke Bi,” ucap Davina meminta janji asisten rumah tangganya.


“Siap, Non. Non Vina tenang saja, lagian siapa juga yang tak ingin memiliki putri seperti Non Vina gini, biar dikata Cuma sandiwara juga Bibi mah siap banget Non jadi Ibu boongannya si Non Vina, hehe,” sahut Sri yang siap untuk menjadi Ibu bohongannya Davina.


“Ya sudah kalau begitu, aku ke kamar dulu yah, Bi mau istirahat, cape sekali hari ini.” Davina pergi menuju kamarnya untuk beristirahat.


...


Niat hati pingin giveaway bagi2 pulsa eh malah masih sepi🤧


Giveawaynya author undur sampai tamat yah kalau ramai kita adain giveaway


Kuy like, komen dan hadiahnya yang banyak biar author bisa ngadain giveaway, kalo ramai kan author semangat🥺

__ADS_1


__ADS_2