
Setelah selesai sesi jalan-jalannya mereka memutuskan untuk ke Cafe sesuai rencana awal. Mereka meninggalkan mall dengan Boy memimpin jalan di depan karena Davina meminta Ronggo untuk tak terlaku cepat membawa mobilnya. Ia beralasan ingin lebih berlama-lama di dalam mobil dengan pria pujaannya itu.
“Sampai,” ucap Ronggo memberitahu.
“Ish, aku kan sudah katakan jangan cepet-cepet bawa mobilnya biar gak cepet sampai,” gerutu Davina karena mobil sudah berhenti di area parkir Cafe, Ronggo hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah Davina yang merajuk seperti anak kecil.
“Sudah jangan manyun-manyun, ayu turun katanya mau traktir aku makan enak.” Ronggo turun setelah melepaskan sabuk pengamannya, Davina yang masih merajuk mengikuti Ronggo untuk masuk ke dalam Cafe.
Boy dan Riris sudah lebih dulu berada di dalam Cafe, sedangkan Davina dan Ronggo baru akan masuk ke dalam. Saat keduanya akan masuk, di pintu sudah ada Putri yang membukakan pintu. Ketika Putri akan menyapanya, Davina yang berjalan di belakang Ronggo meletakkan jari telunjuknya di bibir dan melirikkan matanya pada Ronggo memberi isyarat agar Putri tak salah menyebutkan dirinya.
“Hai Mbak Vina,” sapa Putri dengan sedikit kaku karena biasanya ia memanggil Davina dengan sebutan Nona.
Keduanya berjalan menuju meja yang sudah ditempati oleh Riris dan Boy.
“Sudah pesan belum?” tanya Davina pada kedua sahabatnya.
“Belum, kamu ajah yang ambilin makanannya deh, aku mah tinggal makan ajah,” sahut Boy meminta Davina yang mengambilkan makanannya dengan menaik turunkan alisnya sambil tersenyum yang menyebalkan menurut Davina.
“Ish dasar kamu ini. Ya sudahlah, tapi terserah aku yah mau makan apa dan minum apa,” ucap Davina tak memberi kedua sahabatnya itu pilihan.
“Hei aku ingin lemonade, awas saja kamu kalau kasih aku capuchino lagi,” namanya juga Boy pastilah ada tawar menawarnya.
“Iya-iya bawel, nanti aku bilang pada Om Kevin suruh buatkan lemonade yang super kecut buat kamu.” Davina pergi setelah berucap demikian.
__ADS_1
Di dapur, Davina mengambil beberapa piring untuk mengisinya dengan makanan.
“Hei gadis tomboi, kenapa sore sekali kau baru datang?” tanya Satria menghampiri Davina yang sedang mengambil makanan.
“Dih Mas Satria, suka-suka aku lah, aku abis nemenin penggemar beratmu itu jalan-jalan belanja. Oh iya, dia ada di depan tuh, siapkan makanan buat Riris yah, Mas. Dia pasti seneng banget kalau Mas Satria yang nganterin makanannya,” sahut Davina nyerocos panjang seperti kereta.
“Lah kenapa gak kamu ajah yang sekalian bawakan untuk dia, kenapa juga harus aku,” protes Satria.
“Yah biar bikin dia senang ajah. Udah nih siapkan makanan buat Riris dan antar padanya biar dia semakin klepek-klepek sama Mas Satria.” Davina memberikan piring pada Satria dan menyuruhnya untuk mengambilkan makanan untuk Riris.
“Kamu tuh pemaksaan banget sih,” gerutu Satria karena dipaksa oleh Davina untuk mengambilkan makanan untuk Riris. “Itu ditaruh dalam wadah buat siapa?” sambungnya bertanya kepo.
“Buat Neneknya pria pujaanku. Aku sudah selesai, Mas Satria jangan kelamaan nanti Riris keburu pingsan karena kelaparan loh.” Davina pergi membawa makanannya setelah berucap.
“Om Kevin, empat lemonade yah, nanti tolong anterin oke,” pinta Davina pada Kevin.
“Oke.”
Davina menuju meja di mana semuanya sudah menunggu makanan yang dibawa olehnya.
“Sorry yah lama, tuh si Kanebo kering cerewet banget soalnya,” ucap Davina meletakkan makanan pada pemiliknya, Ronggo mengerutkan dahi karena bingung dengan orang yang disebut kanebo kering oleh Davina.
“Loh, punyaku mana?” tanya Riris yang tak mendapatkan makanannya.
__ADS_1
“Nanti Mr. Kanebo keringmu yang akan mengabtarnya,” sahut Davina membuat Riris tersenyum senang semakin membuat Ronggo bingung.
“Sudah, kamu gak perlu bingung, nanti juga bakalan tau siapa kanebo kering.” Boy yang mengerti raut wajah bingung Ronggo pun berucap agar pria pujaan hati si gadis tomboi sahabatnya itu tak memasang wajah bingung lagi.
“Hei, siapa yang kau sebut kanebo kering,” ketiga orang yang sedang menikmati makanannya itu langsung menoleh pria tampan yang datang menghampiri mejanya sedangkan Riris berbinar karena melihat pujaan hatinya yang mengantarkan makanan miliknya, Davina dan Boy hanya nyengir kuda tak menyahuti perkataan Satria.
“Terima kasih, Mas Satria ganteng,” ucap Riris setelah Satria meletakkan makanan spesial buatannya.
Satria tak menjawab, ia memilih untuk kembali ke dapur, tapi baru saja beberapa langkah ia kembali membalikkan badannya.
“Kamu, jangan lupa cuci piringnya,” tunjuk Satria pada Davina.
“Iya bawel.”
“Kalian ini suka sekali meledek Satria,” ucap Kevin yang baru datang membawa minuman pesanan Davina.
“Hehe, abisnya seru tau kalau meledek Mas Satria, kan rame jadinya,” kekeh Davina.
“Eh, ini siapa? Kok aku baru lihat sih bareng kalian,” tanya Kevin yang menyadari ada wajah baru bergabung bersama dengan anak bosnya.
...
Kira-kira mereka akan memperkenalkan Ronggo sebagai siapa yah🤔
__ADS_1