
Di dalam ruang rapat Emerald Jewelry, semua karyawan sudah berkumpul sesuai permintaan Bram.
Mereka bertanya-tanya ada apa pagi-pagi semua diminta hadir diruang rapat oleh bos besarnya itu.
Tak alam Bram datang dengan diikuti oleh Devano di belakangnya, Daddy dan anak itu pun masuk dengan begitu coolnya membuat semua mata terpana terutama mata wanita yang terpana pada sosok Devano yang sungguh sangat tampan.
Banyak yang penasaran siapa sosok pria yang berada di samping bos besarnya itu.
“Pagi semuanya, saya tahu kalian pasti bertanya-tanya kenapa saya mengumpulkan kalian semua secara mendadak di sini dan siapa pria yang datang bersama dengan saya.” Bram membuka percakapan setelah melihat semua sudah hadir.
“Perkenalkan, ini adalah Devano Hanoraga, putra pertama saya yang tak lain adalah penerus perusahaan Emerald Jewelry. Tak lama lagi dia akan mewariskan perusahaan ini jadi selama beberapa minggu ini dia akan mencoba memimpin perusahaan ini, saya minta kerja samanya, mungkin akan ada peraturan yang akan dirubah olehnya jadi saya berharap kalian mematuhi apa yang dia atur,” sambungnya memperkenalkan sang putra pada seluruh karyawan perusahaannya.
“Pagi semua, kalian sudah tahu nama saya dan siapa saya. Di sini saya akan mengatakan kalau saya akan merubah semua peraturan perusahaan ini. Bilamana ada yang tak setuju nantinya dengan peraturan yang saya buat, maka kalian boleh mengundurkan diri. Ingat, saya tak mentolerir adanya korupsi atau penggelapan dana dengan alasan apa pun, jika saya menemukan ada yang berani berbuat demikian maka kalian harus bersiap untuk menerima hukuman dari saya, kalian harus memberikan saya kompensasi atas apa yang sudah kalian makan. Saya tidak akan minta kompensasi uang pada kalian yang korupsi melainkan kompensasi tubuh kalian, maka dari itu jangan kalian bermain kotor ketika saya sudah menjabat sebagai presdir dari perusahaan ini. Saya akan melihat kinerja kalian selama beberapa minggu ini, maka dari itu kalian berlomba-lombalah untuk membuat diri kalian lebih baik dalam bekerja karena saya akan mengubah jumlah upah kerja kalian. Kalau pekerjaan kalian baik maka upah kalian akan saya naikkan tapi kalau pekerjaan kalian tak benar maka surat pengunduran diri akan lebih baik. Sekian dari saya, mari kita bekerja sama mulai hari ini. Yang perlu kalian ingat adalah, saya tak selunak Tuan Bram Hanoraga jadi jangan kalian bertingkah yang macam-macam.” Devano memberikan apa yang ingin ia katakan tentang perubahan perusahaannya dimasa dirinya menjabat nanti.
Mendengar apa yang Devano katakan, banyak karyawan yang sudah menampakkan wajah pucatnya, ada yang senang dan ada yang memiliki perasaan ketar ketir ketakutan.
“Kalian sudah mendengar apa yang putra saya katakan, maka dari itu saya minta kerja samanya. Untuk kalian yang rajin dalam pekerjaannya maka kalian akan mendapatkan kenaikan upah yang akan dia putuskan nantinya, tapi untuk kalian yang bermalas-malasan maka surat pemecatan diri kalian sudah menunggu. Apakah ada yang ingin kalian tanyakan? Jika tak ada kalian boleh kembali bekerja?” tanya Bram dan mereka serentak mengatakan tidak.
Para karyawan kembali ke pekerjaannya masing-masing, Bram dan Devano pun menuju ruang kerja Bram.
__ADS_1
Hari ini Devano mulai mempelajari perusahaan yang selama ini dikendalikan oleh daddynya, Haris dan Aron memberikan berkas dokumen kantor untuk dipelajari oleh Devano.
...
Di tempat lain, Davina pun sedang disibukkan oleh pekerjaannya, ia sedang memeriksa pemasukan bulan ini karena sudah menjelang akhir bulan.
Sedangkan Ronggo sedang sibuk di dapur seperti biasa, mereka berkutat dengan pekerjaan masing-masing hingga jam makan siang menjelang.
Saat jam makan siang tiba, Devano membuatkan menu makan siang untuk kekasihnya tercinta, ia membuatkan untuk dua porsi, mereka akan makan bersama diruang kerja Davina.
“Mas Rean, saya makan siang dengan Vina dulu yah, titip dapur sebentar,” dengan sopan Ronggo menitipkan dapurnya pada Rean saat ia akan menuju ruang kerja Davina membawa nampan berisi dua porsi makanan.
“Kamu makan saja yang tenang, lagi pula ini juga sudah lewat jam makan siang dan sudah agak sepi juga,” sahut Rean.
Ronggo bergegas menuju ruang kerja Davina, saat masuk terlihat Davina masih sibuk dengan pekerjaannya, ia meletakkan nampan di atas meja dan menghampiri Davina lalu menggenggam tangannya agar gadis tomboi itu menyudahi pekerjaannya dan makan siang bersama dengan dirinya.
“Sudahi pekerjaanmu sejenak, kita makan dulu untuk mengisi stamina kita agar tak oleng,” ucap Ronggo membuat Davina terkekeh.
“So sweet sekali, Cuma kamu doang yang mengajak kekasihnya makan dengan cara seperti ini, coba yang lainnya pasti akan bermanis-manis perkataannya,” ucap Davina sambil tersenyum karena merasa lucu saja, meski ungkapan sederhana nyatanya itu sangat senang.
__ADS_1
“Tapi kamu suka kan?” goda Ronggo dan Davina menganggukkan kepalanya.
“Suka, banget,” sahutnya manja.
Mereka akhirnya makan siang bersama dengan sesekali mengobrol dan bergurau, terlihat mesra meski hanya menjalin kasih yang sederhana.
“Kapan kamu mau melamarku?” tanya Davina tiba-tiba setelah mereka makan.
“Apakah aku layak untuk menjadi pendampingmu?” Ronggo malah bertanya balik.
“Memang apa yang menurutmu tak layak sampai kau menanyakan hal seperti itu?” tanya Davina kembali.
“Aku bukanlah pria yang memiliki kedudukan, bukan pria yang bergelimang harta. Aku tak bisa memenuhi keinginan wanitaku dengan materi, aku hanya punya cinta dan cinta itu suda kuberikan untukmu semua. Apakah kamu bersedia hidup dengan pria yang hanya punya cinta?” mungkin menurut sebagian orang ini hanyalah ungkapan biasa, tapi menurut Davina ini adalah ungkapan yang sungguh sangat manis kala didengar telinganya.
“Kamu memiliki tanggung jawab dalam hatimu, meski kamu tak memiliki harta dan kedudukan asal kamu memiliki tanggung jawab aku yakin kamu pasti akan berusaha keras untuk membahagiakan aku. Harta dan kedudukan aku memiliki semuanya, yang kubutuhkan hanya cinta dan kesetiaanmu sampai maut memisahkan. Apakah kau sanggup untuk memberikan itu padaku?” ungkap Davina membuat Ronggo tersenyum bahagia, ia merasa tak salah telah membuka hatinya pada gadis tomboi yang suka seenaknya saja, ia pun bersyukur dengan pertemuannya yang berawal dari menggantikan Pak Paijo untuk menjadi sopir taksinya gadis tomboi tersebut.
“Apa pun akan kuberikan asal kau bersedia menerima apa adanya. Aku akan segera melamarmu jika itu keinginanmu. Tunggu aku datang dengan membawa segenggam cinta dan kesetiaan.”
“Aku tunggu kedatanganmu, aku akan menyambutnya dengan cinta yang begitu besar sehingga kau tak akan sanggup berpaling dariku.”
__ADS_1
Keduanya begitu bahagia, terutama Davina yang mendengar kalau Ronggo siap untuk melamarnya.
‘Pak Paijo, terima kasih. Sebab, tanpamu aku mungkin tak akan bertemu dengan gadis unik seperti dirinya, dan juga mungkin saat ini aku juga masih menjadi sopir taksi online yang tak mempercayai wanita lagi,’ batin Ronggo bersyukur.