
Ronggo menghentikan mobilnya karena ingin melihat apa yang diberikan oleh gadis tomboi itu untuk dirinya. Ia juga sengaja belum mengaktifkan aplikasi taksi onlinenya hanya untuk mengetahui isi dari paper bag tersebut. Ia tersenyum saat mengetahui isinya yang ternyata sekotak sarapan pagi.
“Dasar,” gumamnya lalu memakan roti isi pemberian Davina dengan lahap.
Setelah roti itu habis, Ronggo langsung mengaktifkan aplikasi taksi onlinenya untuk mulai mengais rezeki.
“Oke, perut sudah penuh, semangat juga sudah terisi dengan senyuman indahnya sekarang mari kita mencari cuan lagi biar cepet kaya biar bisa ngelamar anak orang.” Ronggo menghidupkan mesin mobilnya untuk segera menjemput pelanggan pertamanya melalui aplikasi taksi onlinenya karena sudan mendapat pesanan.
Sampai di tempat yang ditentukan, Ronggo terkejut karena yang memesan taksinya ternyata salah satu wanita yang pernah mencampakkan dirinya demi pria yang memang lebih segalanya.
“Driver Ronggo siap mengantar Anda,” ucap Ronggo dengan nada yang malas dan tanpa melihat ke arah wanita cantik berpakaian feminin itu.
Wanita itu hendak masuk ke kursi depan tapi dengan segera Ronggo mencegahnya.
__ADS_1
“Sebaiknya Anda duduk di kursi belakang saja biar lebih nyaman,” ucap Ronggo tanpa melihat lawan bicaranya.
“Ayolah Ronggo, kau jangan begitu kejam padaku seperti itu. Biar bagaimanapun kita pernah bersama, yaaah walaupun hanya untuk beberapa saat tapi aku yakin kamu sangat menyukaiku dan tak akan berlaku begitu kejam padaku, betulkan.” Wanita itu memohon dengan manja untuk menarik perhatian Ronggo.
“Maaf tapi aku tak merasa pernah bersama dengan Anda apalagi menyukai Anda karena saya sangat sadar diri siapa saya. Jika Anda tak ingin duduk di kursi penumpang maka Anda bisa mencari alat transportasi lain atau Anda bisa meminta kekasih Anda yang sangat bisa memberikan apa pun keinginan Anda untuk menjemput Anda,” ucap Ronggo dengan dingin dan datar tanpa ekspresi.
“Kau berubah, Ronggo. Kau tak seperti Ronggo yang kukenal dulu, Ronggo yang kukenal begitu lembut dan murah senyum, tapi kamu sangat dingin dan ketus. Baiklah kalau itu maumu, aku akan duduk di kursi belakang.” Wanita itu akhirnya menyerah dan duduk di kursi belakang.
“Jalan saja dulu, nanti kuberitahu,” sahutnya tak memberitahu ke mana ia akan menuju.
Ronggo menuruti perkataan wanita itu, ia melajukan mobilnya sesuai dengan permintaan wanita itu. Setelah beberapa menit melaju, Ronggo terkejut dengan apa yang dilakukan wanita itu padanya.
“Angel, apa yang kamu lakukan! Lepaskan atau aku akan menurunkanmu dengan kasar di tengah jalan begini,” pekik Ronggo karena wanita bernama Angel itu ternyata memeluk Ronggo dari kursi belakang, Ronggo langsung menepikan mobilnya dipinggir jalan.
__ADS_1
“Aku rindu sama kamu, Ronggo. Jangan jual mahal lah, aku tahu kalau kamu masih menyukaiku, buktinya kamu masih sendiri dan belum memiliki kekasih kan?” bisik Angel sambil mengusap dada Ronggo.
“Stop, sekarang kamu keluar dari mobil selagi aku berkata dengan baik,” ucap Ronggo dengan nada dingin dan pelan tanpa menoleh pada Angel.
“Enggak, aku gak akan keluar, aku ingin bersama denganmu, aku ingin kamu kembali lagi padaku dan aku ingin kamu menjadi budak cintaku,” sahut Angel dengan tegas tapi manja.
Tanpa berucap lagi Ronggo melepaskan tangan Angel yang melingkar di lehernya dengan kasar. Ia kemudian turun dari mobil lalu membuka pintu mobil belakang dan menarik tangan Angel agar keluar dari mobilnya.
Setelah Angel keluar ia langsung naik kembali ke mobil dan mengunci pintunya agar Angel tak dapat membuka pintu mobil. Ronggo melajukan mobilnya meninggalkan Angel yang sedang berdiri kesal berteriak memanggil namanya.
Di dalam mobil Ronggo mengusap dadanya karena sudah terlepas dari wanita yang pernah dekat dengannya juga pernah membuatnya kecewa dan tak mempercayai ucapan wanita lagi hingga berpikir semua wanita sama saja yaitu matre.
“Aku ingin mempercayakan hati dan perasaanku sekali lagi pada perempuan, jadi aku tak boleh terbawa suasana karena wanita yang sudah membuatku kecewa itu. Aku yakin dia tak sama dengan wanita matre itu,” gumam Ronggo mencoba meyakinkan hatinya.
__ADS_1