Cinta Syana Untuk Ketua Geng Motor

Cinta Syana Untuk Ketua Geng Motor
Bab 10 Mancari Petunjuk Tentang Syahdan


__ADS_3

Kepergian Syahdan dipagi ini, tidak lepas dari firasat buruk Syana. Meskipun Syahdan bukan cowok yang dia cintai, akan tetapi hati Syana diliputi rasa was-was. Pun, Syahdan merupakan cowok yang pernah melakukan pelecehan terhadapnya, namun hati Syana terketuk untuk peduli padanya. Ada apa dengan Syana?



Dan kini, Syana mulai bertanya-tanya tentang siapa sebenarnya Syahdan? Latar belakangnya, keluarganya, bahkan kehidupannya. Syana harus mencari tahu siapa sebenarnya Syahdan, sebab menurutnya ada yang janggal dalam diri Syahdan. Terlebih Syana memang belum kenal Syahdan sebelumnya, dan alasan kenapa tiba-tiba Syahdan melecehkannya dan menikahinya, masih jadi misteri.


Syana sejenak merenung, mencari bagaimana caranya mengetahui latar belakang Syahdan dan siapa Syahdan sebenarnya. Syana belum menemukan cara, yang ada kepalanya malah terasa pusing memikirkannya. Yang bisa Syana lakukan sekarang, hanya melihat sekeliling ruangan di dalam apartemen itu. Sampah dan jaring laba-laba masih memenuhi ruangan itu, sehingga Syana merasa pengap dan jijik dibuatnya.


Syana berdiri dan bertekad akan membersihkan apartemen sederhana milik Syahdan ini. Di rumahnya juga dia sudah terbiasa membereskan rumah bersama Syala sang adik. Jadi, sekarang dia akan membersihkan ruangan ini satu persatu mungpung stok tenaganya masih kuat.


Pertama dia membersihkan dapur. Tidak banyak barang di dapur ini. Hanya kompor gas, kulkas, kichen set yang menempel di dinding serta dispenser yang sudah usang, entah menyala atau tidak, yang jelas dispensernya sudah kosong tidak berair. Barang lainnya sama sekali tidak ada, seperti piring dan gelas. Namun setelah Syana membuka kitchen set, rupanya piring, gelas, sendok juga wajan ada semua di sana. Masih tersusun rapi namun nampak usang, sepertinya jarang terjamah orang.


Syana kini menuju ruang tengah juga tamu. Sampah dan jaring laba-laba yang terbentang dari tembok ke tembok dijangkaunya oleh sapu sehingga musnah bersama dengan laba-labanya. Kadang kala saat menyapu dia dikagetkan dengan kemunculan kecoa besar yang terbang lalu hinggap. Untungnya dia bukan tipe orang yang takut akan kecoa, hanya geli dan jijik saja dengan baunya.



Satu jam sudah ruang tamu dan ruang tengah dia bersihkan. Ruangannya kini nampak sedikit kinclong, lantainya dipel dengan cairan pewangi lantai yang menyegarkan, sisa yang masih ada di kamar mandi.



Syana sejenak mengistirahatkan lelah yang mendera, rasa haus kini menjalar tenggorokannya. Sementara di dapur belum ada air minum apa-apa. Di kulkas juga tidak ada sisa minuman apa-apa. "Ya, ampun, haus sekali. Mana tidak ada air minum sama sekali. Mau minta tolong si cowok urakan tidak tahu nomer HPnya lagi," gerutunya kecewa.

__ADS_1



Setelah istirahat sejenak, Syana kini melanjutkan kembali aktifitas beres-beresnya. Tinggal dua ruangan lagi, kamar yang semalam ditidurinya sama kamar milik Syahdan. "Kamar yang semalam aku tempati dulu, atau kamar si cowok urakan dulu, ya?" tanyanya pada diri sendiri. Dan Syana memutuskan membersihkan dulu kamar yang semalam ditidurinya dulu yang dia bersihkan. Sedangkan kamar Syahdan menurutnya lebih ringan, sebab kemarin sebagian sudah dia bersihkan.



"Cape banget, ya Allah," ujarnya setelah kelar membersihkan kamar yang tadi malam dia tiduri, sembari memijit tangannya yang pegal. Syana segera bergegas ke kamar Syahdan. Untungnya kamar Syahdan tidak dikunci. Artinya Syahdan tidak menyimpan sebuah rahasia di dalam kamarnya.



"Siapa tahu di dalam kamarnya ada sedikit petunjuk," gumannya berharap. Syana mulai menyapu kasur Syahdan dengan sapu lidi dan merapikan kembali sepre usang yang kemarin dia pasang. Dengan waktu yang lebih singkat, Syana sudah kelar membereskan kamar Syahdan. Hanya disapu saja tidak dipel, sebab kemarin sudah ia pel. Syana sejenak menatap kamar Syahdan, dia merasa lega kamar si cowok urakan, kini tampil kinclong dan bau kecoanya sedikit berkurang.




Syana menyudahi menatap jalan dari jendela kamar Syahdan. Saat melihat lemari yang berada di kamar Syahdan, rasa pengen tahu Syana muncul, Syana iseng ingin melihat seperti apa isi dalam lemari cowok urakan itu.



Saat dibuka, Syana cukup terkejut dengan keadaan isi lemari Syahdan. Baju kemeja tersusun rapi tergantung di lemari dengan hanger. Sementara di bagian lemari yang lain, nampak kaos-kaos dan celana jeans terlipat rapi dan wangi, sepertinya baru beberapa hari dicuci. Bisa jadi Syahdan mencuci bajunya di laundry, sebab Syana berpikir tidak mungkin Syahdan mencuci sendiri apalagi pakai tangan, karena di kamar mandi tidak ada mesin cuci.

__ADS_1



Syana sejenak terpana, saat iseng melihat merek baju-baju yang ada di lemari Syahdan. Merek terkenal dan harga yang mahal membuat Syana sedikit termenung. Syahdan punya uang sebanyak ini pasti dari uang hasil balapan liar, pikirnya. Akan tetapi, cepat-cepat pikiran itu dia buang jauh-jauh, sebab baju sebanyak itu dengan merek terkenal tidak mungkin cukup dari uang balapan liar, pikirnya lagi.



"Jangan-jangan si cowok urakan ini adalah orang kaya?" pikir Syana saat menghubungkan dugaannya dengan baju-baju bermerek milik Syahdan. "Ini bisa jadi petunjuk pertama, baju bermerek menunjukkan kalau dia orang berduit, karena semua merek bajunya berkelas," duga Syana lagi sembari pikirannya melanglangbuana.



"Kalau dia orang kaya dan berkelas, tidak mungkin dia betah di apartemen sekotor dan sebuluk kemarin, pasti dia akan sewa pembantu untuk membersihkan apartemennya ini. Jadi tidak mungkin dia orang kaya yang bekelas," sangkalnya berkomat-kamit.



Merasa masih belum menemukan petunjuk yang akurat, Syana masih harus mencari petunjuk lain yang lebih meyakinkan. Dia masih belum puas melihat isi lemari Syahdan, lalu menarik salah satu laci lemari yang isinya beberapa skincare merek ternama untuk cowok.



Ada beberapa skincare di dalam sana, skincare wajah, bodylotion, deodorant, face tonik dan facial wash. Semua merek skincare yang tertera merupakan merek ternama dan produk dalam negeri yang sudah di ekspor ke mancanegara, yakni benua Eropa dan Asia. Yang mengejutkan, merek ternama yang tertera di semua skincarenya sama dengan nama mall besar di kota ini, yakni **Syaidar**. Mall besar tempat Syana bekerja sebagai kepala gudang.


__ADS_1


Setahunya Syaidar Mall memang mengeluarkan sebuah produk skincare yang memang sudah terkenal baik di dalam maupun luar negeri. Fakta ini selain mengejutkan, juga menjadi petunjuk buat Syana, sedikit ada gambaran dan mengurai siapa Syahdan sebenarnya? Namun, Syana untuk saat ini masih tahap menduga-duga bahwa sebetulnya Syahdan merupakan orang atau malah anak orang kaya yang mampu membeli produk berkelas sekelas ***Syaidar Skincare***.


__ADS_2