Cinta Syana Untuk Ketua Geng Motor

Cinta Syana Untuk Ketua Geng Motor
Bab 19 Bertemu Kakaknya Syahdan


__ADS_3

Syana tiba di toko buku tempatnya bekerja. Tanpa lambaian atau salam perpisahan, Syahdan pergi melajukan Repsolnya dengan cepat. Syana menatap sedih cowok urakan itu. Ada yang sesak di dadanya sejak dia mendengar pembicaraan cowok itu di telpon, semalam. Terlebih setelah membaca pesan WA dari Syala, tentang Syahdan.


"Haruskah aku meninggalkannya dalam keadaan hidupnya terpuruk? Dia sudah terusir dari rumah karena dianggap telah membangkang. Dan tujuan menikahiku adalah supaya aku bisa diperlihatkan pada orang tuanya bahwa dia masih bisa diterima oleh seseorang dan bisa menjadi lebih baik. Jadi, aku hanya dijadikan alat olehnya supaya dia bisa mematahkan sumpah serapah Papanya?"


"Jika ingin berubah menjadi lebih baik, kenapa tidak dia sendiri saja yang berubah untuk jadi lebih baik, kenapa harus melibatkan seseorang untuk mematahkan sumpah serapah Papanya?"


"Syahdan Syaehdar? Apakah dia lahir dari orang tua yang berpengaruh? Apakah dia ada hubungannya dengan Syaidar Family. Jangan-jangan dia memang keluarga Syaidar?"


"Baiklah, aku akan bertahan sampai kamu berubah lebih baik, dan saat itulah aku akan mengembalikanmu kepada keluargamu, lalu aku pergi menjauh dari kehidupanmu,"


Syana sakit kepala memikirkan tentang Syahdan. Nasib baik saat ini toko tidak sedang banyak pengunjung, jadi Syana sedikit longgar dan bisa sesekali memijit-mijit kepalanya yang sakit.



Tiba waktunya pulang, Syana sudah yakin Syahdan tidak akan menjemputnya, karena dia tahu Syahdan ada balapan liar jam tujuh nanti malam. Sebelum itu terjadi, Syana akan berusaha menghentikannya. Tapi dia bingung harus bagaimana cara menghentikan Syahdan?



Baru beberapa langkah meninggalkan toko, tiba-tiba sebuah mobil mewah mencegat dan menghalangi langkah Syana. Syana terkejut dan menghentikan langkahnya.



Seseorang keluar dari mobil mewah itu dengan gaya angkuh. Pria muda diperkirakan berusia di atas Syahdan dua tahun itu mendekati Syana. Semakin dekat, Syana seperti pernah melihatnya, tapi entah di mana, Syana pun lupa.


"Syaidar Family? Foto itu. Cowok ini sepertinya mirip dengan salah satu cowok yang berada si foto itu." Syana berkata di dalam hatinya penuh keheranan.


"Masuk, dan jangan berteriak karena aku bukan penjahat!" titah pria itu tegas. Syana terpaksa mengikuti perintah pria itu tanpa berani membantah.



Mobil mewah yang dikendalikan Syailendra berhenti di sebuah taman. Ya, pria tampan yang masih bergaya angkuh itu adalah Syailendra


Kakaknya Syahdan.


"Duduklah, aku mau bicara," titahnya yang tidak lagi dibantah Syana. Syana penasaran ada hal apa dengan pria di depannya ini.


__ADS_1


"Kamu kenal Syahdan?" tanyanya yang berhasil mengejutkan Syana. "Dia adikku yang kabur dan menjadi pembangkang. Lalu apa hubungannya denganmu? Aku melihat kalian selalu bersama bahkan tinggal di atap yang sama," tanya Syailendra penasaran.



Sejenak Syana tidak bisa menjawab pertanyaan, dia seakan bingung harus memberikan jawaban yang bagaimana?



"Kenapa, kamu ada hubungan khusus dengan Syahdan, dan kamu malu mengatakannya? Apakah kalian tinggal bersama tanpa ikatan pernikahan yang justru dilarang agama?" Pertanyaan Syailendra barusan sontak membuat Syana terkejut, dia tidak terima dirinya dituding tinggal bersama Syahdan tanpa ikatan pernikahan.



"Jangan sembarangan Kakak berkata dan menuding saya tinggal bersama dalam satu atap tanpa ikatan pernikahan. Kami sudah menikah dan adik Anda pemicunya. Dia menjebak saya supaya saya mau menikah dengannya," sentak Syana tidak terima. Kini giliran Syailendra yang terkejut, dia kaget mendengar Syahdan telah menikah. Rasanya semua ini tidak bisa dipercaya.



"Omong kosong apa, kalian sudah menikah?" tanya Syailendra tidak percaya. Syana segera merogoh Hpnya, dia memperlihatkan bukti autentik pernikahan antara dirinya dan Syahdan di kediamannya dua minggu yang lalu.



Syailendra terbelalak tidak percaya dengan pengakuan dan apa yang dilihatnya baru saja di HP Syana. Sebuah pernikahan sederhana digelar.



Mendengar pertanyaan seperti itu Syana menjadi emosi dan geram.


"Sudah saya katakan kami menikah karena adik Anda pemicunya, dia melecehkan saya lalu mengarang cerita di hadapan kedua orang tua saya bahwa kami sudah terlibat hubungan mesum sebelum nikah, supaya kami dinikahkan saat itu juga," jelas Syana meluruskan tudingan miring pria yang mengaku Kakaknya Syahdan tersebut.



"Jadi, kalian sudah menikah?" yakin Syailendra masih belum percaya. Syana menganggukkan kepalanya lagi seraya memalingkan mukanya ke arah lain. Di sana bulir-bulir bening mulai menyusuri pipinya.



Sejenak Syailendra mengamati perempuan muda di dekatnya itu. Ada decak kagum yang tergambar dalam raut wajah pria tampan itu, namun segera ditepisnya. Tujuannya berbicara dengan gadis muda itu bukan untuk mengaguminya, tapi ada hal lain yang ia rasa lebih penting.


__ADS_1


"*Sepertinya dia bisa dimanfaatin*!" batinnya dengan sebuah rencana.



"Aku punya sebuah penawaran untuk kamu," ujar Syailendra tiba-tiba. Syana terkejut dan segera menyapu air mata yang tadi luruh dengan tangannya.



"Penawaran apa?" herannya.


"Ini bisa menguntungkan buat kamu dan juga Syahdan. Jika kamu bisa membuat adikku berubah dan meninggalkan kehidupan yang penuh resiko, bahkan nyawa taruhannya, serta bisa membuat dia meninggalkan kehidupan geng motornya, maka ada harga tinggi yang bisa kamu dapatkan," jelas Syailendra membuat Syana terbelalak.



"Apa maksudnya?"


"Kamu buat Syahdan kembali ke kehidupan normal seperti orang-orang kebanyakan. Contohnya bekerja atau rutinitas lain yang bisa membuat dia terlihat bermanfaat di mata orang-orang. Jika kamu mampu, maka ada imbalan besar menunggumu," pungkasnya sembari menatap Syana remeh. Dipikirnya Syana bisa dengan mudah dimanfaatkan, dengan diimingi-imingi imbalan Syana akan terobsesi dan berusaha keras untuk merubah Syahdan demi uang.



Syana berdiri dengan tangannya yang sudah mengepal. "Ambil saja imbalan itu untuk Anda, saya bisa merubah dia tanpa diiming-imingi uang. Jangan Kakak pikir saya berambisi ingin merubah dia karena imbalan uang," tukas Syana tidak terima.



"Kenapa kamu menolak, bukankah kamu tidak mencintai Syahdan. Kamu dijebak Syahdan, bujan?" tanya Syailendra penasaran. Syana menatap pria tampan yang sekilas mirip Syahdan itu dengan tatapan marah. Kemudian Syana berlari dan menjauh dari Syailendra dengan amarah yang dibawa.



Syailendra bengong dan bingung melihat gadis sederhana yang kini sudah menjadi istri adiknya itu menurut pengakuan Syana barusan.


"Beritahu Papa, jangan, ya?" Pria tampan itu sejenak berpikir kemudian masuk ke dalam mobil mewahnya dan melajukan kembali mobilnya keluar dari kawasan taman.


"Apa yang harus aku lakukan? Pulang ke rumah dan meninggalkan si cowok urakan, atau mencarinya? Tapi di mana aku harus mencarinya, tempat balapannya saja tidak tahu?" Syana kebingungan keputusan apa yang harus dia ambil.



Syana harus menghentikan kegilaan Syahdan. Mendengar semalam dia berbicara di telpon dengan seseorang, Syahdan sepertinya sudah putus asa. Syana menduga keputusasaan Syahdan ada kaitan dengan dirinya. Itu yang dapat Syana simpulkan dari obrolan Syahdan di telpon.

__ADS_1



"Saat dia ingin melepaskan aku dan disaat keluargaku mau kembali menerimaku, dan aku bahagia ketika dia mau melepaskan aku, namun di sana kesedihan aku dimulai. Aku seperti tidak ingin meninggalkannya." Syana berbisik kecil diiringi air mata yang membasahi pipinya.


__ADS_2