
First month celebration untuk Gita dan Galvin diadakan bersama satu bulan kemudian.
Acara yang bertema semi outdoor itu diadakan di hotel bintang lima milik URM Group, dan menjadi momen berkumpulnya seluruh keluarga besar, juga para kerabat jauh.
Di salah satu sudut lokasi para tetua tampak asik mengobrol sambil sesekali tergelak riang. Entah keseruan apa yang sedang dibicarakan, hanya mereka saja yang tahu.
Sementara itu Luna, Gio, Rara dan Sean sedang mengobrol santai di samping baby box Gita dan Galvin. Pasangan mungil yang telah dijodohkan itu ditempatkan dalam satu baby box.
Entah mengapa, Gita selalu saja menangis saat ada Galvin di dekatnya, gadis kecil itu seakan merasa tidak nyaman. Namun, Gita sama sekali tidak pernah menangis saat Rio yang mendekatinya, sesuatu yang sangat berbeda.
Gio yang melihat putrinya menangis, langsung mengeluarkan Gita dari baby box. Tidak sulit bagi Gio menenangkan putrinya tersebut, sampai Gita kembali diam, dan kembali memperlihatkan senyumnya yang menggemaskan.
"Kenapa ya, Gita selalu menagis kalau ada Galvin?" gumam Luna bertanya-tanya.
"Sepertinya Gita sama Galvin emang nggak cocok, Lun. Gita nggak nyaman sama Galvin. Kalau gini mending perjodohan mereka kita batalin aja deh," ujar Rara.
Luna menoleh, "Terus kita nggak jadi besanan?"
"Ya tetap jadi, tapi Rio yang gantiin Galvin. Kamu lihat sendiri, kan ... Gita nyamannya sama Rio."
Luna mengangguk karena perkataan Rara memang benar, lalu ia menyahut dengan antusias, "Setuju, apalagi Rio terlihat sangat sayang sama Gita."
__ADS_1
Luna dan Rara kompak menatap Rio, anak itu memang sangat menyayangi sepupu kecilnya. Begitu juga sebaliknya, Gita yang selalu terlihat nyaman dan bisa tersenyum saat di dekat Rio.
Lebih dari itu, setiap akhir pekan Rio selalu menginap di mansion Morelli, hanya untuk dekat dengan Gita. Jadi bisa dipastikan menggantikan Galvin dengan Rio adalah pilihan yang tepat.
Hari itu wajah semua orang tampak berbinar bahagia, acara first month celebration berjalan lancar penuh suka cita.
Tanpa terasa perayaan sudah sampai di penghujung acara. Gio dan Luna kembali ke kamar, lalu menidurkan Gita di baby boxnya.
Gio dan Luna beranjak ke atas ranjang sesaat setelah putrinya terlelap. Gio yang berposisi di belakang melingkarkan tangan di pinggang Luna, lalu memberikan kecupan-kecupan nakal untuk mengoda istrinya.
Serangan yang dilakukan Gio berhasil membuat Luna mengerang serak. Dia mulai terhanyut oleh sentuhan hangat dari bibir sang suami.
Lama-lama kelamaan ciuman itu menjadi semakin panas dan menuntut lebih. Hangat dan manisnya bibir Luna membuat Gio merasakan sesuatu di bawah sana sudah mengeras sempurna, mendambakan kembali ke rumah yang sudah cukup lama tidak dikunjungi.
Gio melepas pagutan, dia merebahkan Luna, lalu dengan tidak sabaran membuka kancing kemejanya sendiri.
"Mau ngapain?" tanya Luna.
"Mau buat adik untuk Gita!" Gio menyeringai penuh maksud.
"Kamu lupa? Ini baru minggu ke empat. Masa nifas itu enam sampai delapan minggu, Sayang ...," ujar Luna sembari terkekeh Geli.
__ADS_1
"Hah? Masih belum boleh ya?" Gio tersentak.
Luna mengangguk, manik matanya melebar dan tanpa berkedip dari wajah Gio. Dia tidak ingin melewatkan raut frustasi yang akan segera terbit di wajah suaminya itu.
Gio menepuk dahi sembari mendesah berat, wajah tampan itu tampak meradang. Sepertinya Gio masih harus bersolo karir, atau meminta Luna memuaskannya dengan cara yang lain, seperti yang biasa dilakukan Luna sebelum-sebelum ini.
Luna dan Gio sudah mendapatkan kehidupan yang bahagia. Namun, perjalanan masih panjang, dan kehidupan berumah-tangga yang seperti rollercoaster sudah menunggu di depan sana.
Kedewasaan adalah kunci, agar bisa melewati pahit, manis, getir, dan apa pun yang akan menjadi ujian di kehidupan ini.
Di tahun-tahun berikutnya Luna kembali hamil, mereka dikaruniai tiga orang anak. Dua perempuan dan satu laki-laki, yang membuat kebahagian Luna dan Gio terasa kian lengkap.
The End.
Terimakasih untuk kalian semua yang telah sabar mengikuti novel ini dari awal sampai akhir.
Maaf, karena terdapat banyak kekurangan. Terutama dengan frekeuensi updatenya yang aduhai, hehe ....
Sampai jumpa di Novel Poel Story27 yang lain ya.
Salam hangat, Reno.
__ADS_1