
" Ram .... sakiiiittt .... " desah seorang gadis berumur 16 tahun yang baru saja kehilangan perawannya dengan pacar pertamanya bernama Ram Da Mee, seorang cowok yang seumuran dengannya.
.
.
.
.
-SEBELUM KEJADIAN-
" Hai. Namaku Ram Da Mee. Namamu Wun Da Ree kan? " ucap seorang cowok.
" Hai juga. Iya, betul. Namaku Wun Da Ree. " ucap diriku dengan tersenyum.
Kami satu sekolah. Tapi beda jurusan. Kami baru kelas 1 SMK. Aku jurusan Akomodasi Perhotelan, sedangkan Ram Da Mee jurusan Tata Boga.
Perkenalan kami berawal dari dunia maya namanya Facebook. Jaman masih terkenalnya handphone Blackberry. Belum ada namanya handphone Android.
Jadi ....
Komunikasi kami yang berawal dari Facebook, kemudian beralih ke aplikasi BBM ( BlackBerry Messenger ).
" Wun Da Ree. Temani aku ke warnet yuk. Habis dari situ, aku anterin kamu pulang deh. " ucap Ram Da Mee.
" Ke Warnet? Ram ada tugas sekolah ya? " tanya diriku.
" Yaaaa. Gak sih. Cuma main komputer saja. Yaaaah. Biar bisa sekalian dekat sama kamu. Sambil ngobrol juga sama kamu. Gak mau nih ceritanya ? Wun nolak nih ? " ujar Ram Da Mee.
" Bukannya gak mau sih. Ya udah. Yuk yuk. Ke Warnet sekarang. " ujar diriku dengan tersenyum.
Aku tidak berfikir aneh-aneh saat Ram Da Mee mengajakku ke warnet. Yang terpikirkan mungkin hanyalah sebatas main internet atau game atau berbagai aplikasi yang lainnya yang masih bernilai positif di komputer yang mungkin saja video lucu, hiburan dan sebagainya.
Hanya itulah yang ada di kepalaku. Tidak berfikir jauh sampai memiliki pandangan yang buruk untuk itu.
*WARNET.
__ADS_1
" Ram. Kok tertutup gini sih warnetnya? " tanya diriku dengan perasaan gak enak.
Aku melirik ke arah kanan kiri atas bawah depan belakang. Semua sudut aku lirik. Sangat-sangat tertutup banget. Entah apa yang membuat pemilik warnet membuat desain bangunan warnetnya menjadi seperti ini.
" Sstt... Jangan banyak tanya. Dibawa santai aja. Sini. Duduk didepanku. Aku pengen meluk kamu. " bisik Ram Da Mee.
" Hm... Iya dah. " balas diriku.
Begitu aku duduk didepannya. Aku sempat kaget. Ia memelukku dari belakang. Posisi dudukku dilantai yang dilapisi karpet. Ruangannya tertutup. Paling pojok, paling belakang pula. Paling sepi juga saat itu. Kebetulan banget. Cuma aku dan dia yang baru hadir di warnet itu.
Daaaannn ...
Sewaktu dia memelukku. Tangannya masuk ke celah bajuku. Dia memegang bagian tubuhku yang sensitif. Dari tengah sampai ke bawah.
Aku awalnya sempat menolak. Tapi namanya juga bucin alias BUDAK CINTA. Ditambah ... Pemikiran masih sempit. Rasa ingin tahu. Penasaran yang sangat tinggi. Dan tingkat kenafsuan juga paling tinggi. Setan dalam diriku pun jadi mudah masuk.
Daaann .. Tergodalah aku jadinya.
Ambyyaaaarrr ...
Tertidurlah aku tanpa baju dan dia berada diatasku. Mulailah aku kehilangan perawanku saat itu juga.
Sampai akhirnya aku pun menjadi lemas dan merintih kesakitan. Nyeri. Perih. Ngilu. Berdarah. Semua jadi satu.
Beberapa menit kemudian, aku pun diantar pulang sama dia. Sampai dirumah. Kejadian itu masih menghantui aku. Tanganku masih gemetaran. Pikiran ataupun pandangan menjadi tidak fokus. Jantung berdetak sangat cepat. Seperti rasa takut yang berlebihan.
Sampai di kamar pun. Aku pun langsung rebahan di tempat tidur. Saking sakitnya tidak ingin bergerak rasanya. Perihnya luar biasa. Rasa lapar pun juga ikutan hilang.
Keesokan harinya ....
Sepulang sekolah, aku diajak lagi ke Warnet sama Ram Da Mee. Di Warnet yang sama pula. Tapi kali ini nomor ruangannya berbeda. Situasinya pun juga berbeda. Sekarang, situasinya cukup ramai. Berbeda dengan kondisi kemarin. Sepi. Hanya aku dan dia disana. Namun, walaupun kondisi warnetnya ramai. Tetap saja dia bisa melakukan hubungan badan selayaknya suami istri sama aku disana lagi.
Daaannn ...
Aku pun masih tetap tidak menolak ajakan Ram Da Mee. Bahkan aku malah ketagihan. Saking nikmatnya. Entah setan keberapa sudah menggoda pikiranku. Sampai akhirnya aku jadi bucin menerima kelakuan Ram Da Mee tersebut.
" Raaam Da Mee ..... huuuh.... pelan-pelan. " desah diriku.
__ADS_1
" Ssttt ... jangan berisik. Tapi enak kan, Wun Da Ree sayang ? " bisik Ram Da Mee.
" Hmm .. hmm ... " desah diriku sambil menganggukkan kepalanya.
" Aku sudah mau keluar, Sayang. Hmm ... " desah Ram Da Mee.
.
.
.
.
Hubungan kami pun berlanjut sampai hari ke 5 pertemuan. Hingga akhirnya Ram Da Mee mulai berhenti komunikasi secara tiba-tiba denganku di hari ke 6.
Dan, aku pun mendapat kabar buruk tentang Ram Da Mee dari teman sekelasku namanya Je Si Ka. Dia ini paras wajahnya seorang perempuan yang sangat cantik tapi berkelakuan seperti seorang laki-laki alias cewek tomboy.
Dialah orang yang satu-satunya paling peduli banget sama aku di kelas dibandingkan dengan teman-temanku yang lain.
" Wun Da Ree, aku dapat berita nih. Ram Da Mee dekat sama cewek satu sekolah kita juga lho. " ucap Je Si Ka.
" Cewek satu sekolah kita ? Maksudnya ? " tanya diriku.
" Wun Da Ree, Ram Da Mee selingkuh dari kamu. Dia dekat sama cewek lain namanya Pri Li Ya. Satu jurusan sama kita. Kelas 1 juga. Tapi beda kelas. " ujar Je Si Ka.
" Hm ... Gak mungkin deh. Je Si Ka. Jangan bercanda deh. " balas diriku.
" Ya ampun! Nih. Lihat sendiri foto berduanya. Baca juga chatnya aku sama cewek itu. " balas Je Si Ka.
Duuuaarrr !!! Tek tek tek .......
Hatiku seperti tersambar petir yang entah datangnya darimana. Antara percaya atau tidak. Hatiku rasanya hancur banget. Pecah dan berkeping-keping rasanya. Pedihnya dipake banget dan perih pun diaduk-aduk jadi satu. Hingga membuat tubuhku jadi kaku. Pikiranku pun ikutan jadi kacau.
Tap Tip Tap Tip Tap Tip ...
Mataku kedap kedip dengan cepat. Tapi pandanganku tetap terpaku cukup lama menghadap ke layar handphone Je Si Ka. Aku terus memperhatikan tanpa henti. Tetapi reaksiku masih merasa ini tidak mungkin benar.
__ADS_1
" Gak. Ini gak mungkin Ram Da Mee. Gak mungkin. Ini pasti salah orang. " ujar diriku dalam hati.