Cinta Wun Da Ree

Cinta Wun Da Ree
Part 31


__ADS_3

" Oho. Tidak bisa begitu. Aku harus ikut sama kalian. Enak aja. Aku ditinggal sendirian didalam mobil. " ujar Ei Do.


" Hm... " ujar diriku.


" Ya sudah kalau mau ikut. Takutnya nanti mobilku dibawa lari nih. " ujar Kris Na.


" Mih. Fitnah sekali. Kayak aku gak punya mobil aja. " ujar Ei Do.


" Siapa tau? Haha. " ujar Kris Na.


" Gaklah. Ih. Bagusan mobil aku dirumah ketimbang mobilmu ini. " ujar Ei Do.


" Yayaya. " ujar Kris Na.


Aku hanya bisa terdiam tanpa kata sedikitpun. Kris Na pun menyadarinya. Ia pun memegang tanganku. Namun sesekali mengatur kecepatan mobilnya.


" Sayang? Ada apa? Kok kayaknya berfikir keras begitu? " ujar Kris Na mengkhawatirkan aku.


" Gak. Aku gak mikirin apa-apa. Aku cuma grogi saja, Sayang. " ujar diriku.


" Bener nih? Sayang baik-baik saja kan? " ujar Kris Na.


" Mih. Begitu saja grogi. " ujar Ei Do.


" Ei Do..... " ujar diriku.


" Hehe. Bercanda. Aku cuma bercanda. Maaf maaf maaf. Lupain dah. Anggap aku gak ada. Hehe. " ujar Ei Do.

__ADS_1


Kris Na pun mengetahui apa yang dipikiranku.


" Sayang. Aku tahu. Sayang menyembunyikan sesuatu. Ini pasti ada kaitannya sama mantan pacarmu tadi.


Ram Da Mee..... Apa yang sudah kamu lakukan terhadap Wun Da Ree? Lain kali tanpa Ei Do. Aku akan bertanya secara pribadi sama Wun Da Ree.


Sayang. Kamu tetap memiliki aku. Apapun yang terjadi. Aku tetap berpihak padamu. " ujar Kris Na dalam hatinya.


Sampai akhirnya tiba didepan rumah Wun Da Ree.


" Ok. Kita sudah sampai. Yuk. Yuk. Yuk. Kita turun sekarang. " ujar Ei Do.


Ei Do pun membuka pintu. Sementara Wun Da Ree masih diam ditempat. Kris Na pun memegang tangan Wun Da Ree.


" Sayang. Percaya sama aku. Semua akan baik-baik saja. Sayang masih khawatir soal Ram Da Mee kan? " tanya Kris Na.


Namun Ei Do mengetuk kaca mobilnya.


Tok ... tok .. tok ...


" Hei. Ayo. Buruan keluar. Ngapain diam didalam? " tanya Ei Do.


" Ayo. Kita turun dulu, sayang. Jangan dipikirin ya, Sayang. " ujar Kris Na.


Aku pun hanya menganggukkan kepala saja dan tersenyum kepadanya.


Kami berdua pun turun dari mobil.

__ADS_1


" Kalian jangan gugup. Ada aku. Semua pasti baik-baik saja. " ujar Ei Do.


Mendengar pernyataan Ei Do, aku hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum Sementara Kris Na memanjakan diriku.


" Peluk dulu. Waktuku sangat singkat untuk bertemu denganmu, Wun Da Ree Sayang. " ujar Kris Na.


" Um. Sayang. " ujar diriku. Aku pun memeluknya dengan erat. Kris Na pun mencium keningku dengan lembut.


" Kayak mau perpisahan aja. Besok juga kita ketemu lagi. Hm. " ujar Ei Do.


" Ei Do ... " ujar diriku.


" Hehe. Bercanda. " ujar Ei Do.


" Yuk. Sekarang kita bertemu Papa dan Mamanya Sayang. " ujar Kris Na.


" Iya, Sayang. " ujar diriku.


Kami pun kembali memasuki rumah Wun Da Ree. Begitu sampai, aku pun mempersilahkan duduk untuk mereka berdua. Sementara aku pun memanggil Papa dan Mama ke kamar mereka untuk menemui Kris Na dan Ei Do juga.


" Papa. Mama. Aku pulang. " ujar diriku.


" Lho. Anakku Sayang. Sudah pulang? " tanya Mama Wun Da Ree.


" Sudah, Mama. " jawab diriku.


" Sudah maem, Sayang? " tanya Papa Wun Da Ree.

__ADS_1


" Sudah juga, Papa. Oh ya. Papa. Mama kebawah donk. Teman Wun Da Ree menunggu di luar. " ujar diriku.


__ADS_2