
" Oh. Pacarmu nungguin dibawah? " ujar Mama Wun Da Ree.
" Ih. Mama. Buruan kebawah deh. " ujar diriku.
" Hm ... " ujar Papa Wun Da Ree.
" Hehe. Papa juga ya. Kebawah dulu ya. Gak sopan lho kalau teman Wun Da Ree diabaikan begitu. Terkesan tidak baik nantinya. Hehe. " ujar diriku membujuk Papa untuk mau turun kebawah menghampiri Kris Na dan Ei Do.
Kami pun ke lantai satu menghampiri Kris Na dan Ei Do.
" Om Swastyastu... " ujar Mama Wun Da Ree.
" Om Swastyastu, Tante Om... " ujar Kris Na.
" Om Swastyastu, Tante Om... " ujar Ei Do.
" Om Swastyastu ... " ujar Papa Wun Da Ree.
" Pacarnya Wun Da Ree ya? " tanya Mama Wun Da Ree.
" Hm.. Mama, to the point banget ... " bisik diriku sambil menggarukkan kepala.
" Hm. Iya. Tante. Saya pacarnya. " ujar Kris Na.
" Siapa namamu ? " tanya Papa Wun Da Ree.
" Saya Kris Na, Om. " ujar Kris Na.
" Kalau ini, Siapa namanya ? " tanya Mama Wun Da Ree.
__ADS_1
" Saya Ei Do. Sahabatnya Kris Na. " ujar Ei Do.
" Sekolah dimana? " ujar Papa Wun Da Ree.
" Saya sekolah di Ba Ri International School. " ujar Kris Na.
" Wow. Itu sekolah elit, bukan? " ujar Mama Wun Da Ree.
" Gak juga sih, Tante. Menurut saya sama saja dengan sekolah lain. Hanya saja bedanya kalau di Ba Ri International School itu lebih dominan ke bahasa internasionalnya saja. " ujar Kris Na.
" Bahasa Inggris maksudnya ? " tanya Mama Wun Da Ree.
" Bahasa Inggris termasuk. Tapi ada juga bahasa dominan internasional kedua yaitu bahasa Mandarin. " ujar Kris Na.
" Wow... " ujar Mama Wun Da Ree.
" Seperti yang pernah saya ceritakan tadi sore. Kenal sama Wun Da Ree karena keseringan bertemu di tempat nongkrong yang sama. " ujar Kris Na.
" Oh ya. Baru saya ingat. Maklum saya sudah tua. Jadi mudah pikun. " ujar Papa Wun Da Ree.
" Iya. Gak apa-apa, Om. " ujar Kris Na.
" Anak saya sudah dikenalkan juga ke orang tuamu? " tanya Mama Wun Da Ree.
" Maaf, Tante Om. Orang tua saya masih di London, Inggris. " ujar Kris Na.
" Inggris? " tanya Mama Wun Da Ree.
" Iya. Tante. Ada apa, Tante? " tanya Kris Na.
__ADS_1
" Dirumah, tinggal sama siapa saja? " tanya Mama Wun Da Ree.
" Sama kakak seorang saja. Kakak perempuan, Om .. Tante .. " ujar Kris Na.
" Kakakmu masih sekolah juga atau sudah bekerja ? " ujar Mama Wun Da Ree.
" Dia masih kuliah, Tante ... " ujar Kris Na.
" 2 bersaudara ya? " tanya Papa Wun Da Ree.
" Iya. Om ... " jawab Kris Na.
" Kalau ini siapa namanya? Lupa tante. " tanya Mama Wun Da Ree.
" Saya Ei Do. Sahabatnya Kris Na. " ujar Ei Do.
" Ok. Kris Na. Ei Do. Saya sudah ingat. Oh ya, Kris Na tinggal dimana? " ujar Mama Wun Da Ree.
" Saya tinggal di Jalan Tukad Pakerisan, Panjer. " ujar Kris Na.
" Asli sana? " tanya Papa Wun Da Ree.
" Iya asli sana, Om. " ujar Kris Na.
Mereka pun berbincang terus soal asal usul dan identitas yang sangat lengkap secara terbuka ke Papa dan Mama Wun Da Ree.
Sementara Wun Da Ree hanya menyimak dan mendengarkan saja. Begitu pula Ei Do. Tapi sesekali identitas Ei Do juga ditanyakan. Walaupun tidak sedetail Kris Na. Karena perbedaan status hubungan.
Di akhir perbincangan, Papa dan Mama memberikan lampu hijau. Karena aku masih muda. Jadi masih bebas untuk menikmati masa muda. Belum ada pantangan dan persyaratan untuk ke hubungan lebih serius. Bisa dibilang masih hubungan yang santai-santai saja.
__ADS_1