Cinta Wun Da Ree

Cinta Wun Da Ree
Part 17


__ADS_3

Aku pun langsung berdiri dan berjalan ke arah Ung De berada.


" Wun Da Ree ? " ujar Je Si Ka.


" Lho. Lho. Lho. Wun Da Ree mau kemana ? Ini makanannya gimana ? Nanti diserbu lalat lho. " ujar Mi Rah yang mulai panik ditinggal sendirian.


" Kamu diam disini. Kamu jagain makanannya ya. Baik-baik. Jangan kemana-kemana. " ujar Je Si Ka. Ia pun mengikuti Wun Da Ree dari belakang.


" Hei. Kamu juga!? Yang bener aja! Jagain makanan? Ih. Bener-bener deh. Tapi penasaran aku tuh. Mana sih orangnya ? " ujar Mi Rah. Ia pun menengok ke belakang dan memperhatikan langkah Wun Da Ree berjalan ke arah mana.


Sementara Kris Na pun memperhatikan langkah Wun Da Ree yang sudah beranjak dari tempat duduk dan berjalan ke arah Ung De.


" Hm. Apa yang akan dia lakukan? " ucap Kris Na dalam hatinya.


Dan Ung De pun baru menyadari keberadaan Wun Da Ree yang baru saja mendekatinya.


" Wun Da Ree ? " ucap Ung De.


Cewek yang menemaninya pun menyadari keberadaan Wun Da Ree juga.


" Dia siapa, sayang ? " ucap cewek itu.


" Ee. " ucap Ung De. Ia kehabisan kata-kata.


" Selamat ya. Jadi cewek ini yang bikin Ung De tidak bisa ngabarin aku kemarin ? " ucap diriku.


" Kamu siapanya Ung De ya ? " ucap cewek itu.


Byuurrr!

__ADS_1


Je Si Ka menuangkan Es Jeruk ke arah Ung De.


" Ah!!! Apa-apaan ini! " ujar Ung De.


" Hei! Kamu! Apa-apaan sih! " ucap cewek itu. Ia pun mengambil tisu dan membasuhi wajahnya Ung De.


Sementara Mi Rah yang memperhatikan pun tidak tahan hanya diam ditempat. Ia pun meminta tolong pelayan Warung tersebut untuk menjagain makanan mereka.


" Wow! Aku mesti kesana nih! Mbak. Mbak. Boleh minta tolong gak? Jagain bentar ya makanannya ya. Atau tutupin pakai kertas nasi juga boleh. Tolong ya! " ucap Mi Rah. Ia pun menyusuli mereka.


" Ah. Iya iya, Mbak. " ujar Pelayan Warung An Diz.


Sementara Je Si Ka yang baru saja menuangkan es jeruk di wajahnya Ung De pun memarahinya.


" Hei! Kamu! Dasar buaya! Rela musuhan sama aku buat bela-belain kamu! Eh kamu malah selingkuh! Dasar cowok gak tau diuntung! " ucap Je Si Ka.


" Sudah. Sudah. Je Si Ka. Banyak orang disini. " ucap diriku.


" Kamu! Ih... Aku mau pulang! " ucap cewek itu langsung meninggalkan Ung De.


" Sayang! Tunggu! Mbak. Ini bayarannya. " ucap Ung De. Ia pun langsung mengejar cewek itu.


" Wuuuu!!! Dasar Buaya!! " ucap Mi Rah.


" Sudah. Sudah. Ayo, balik ke meja kita. " ucap diriku.


" Kenapa kamu disini? " ucap Je Si Ka.


" Hehe. Aku penasaran. Tenang saja. Makanannya dijagain tuh sama Mbaknya. " ucap Mi Rah.

__ADS_1


" Hmmm. " ucap diriku.


" Jadi itu orangnya? Kok bisa Je Si Ka yang lebih tau ya?" tanya Mi Rah.


" Iyalah. Dia cerita sama aku. " jawab Je Si Ka.


" Sudah. Jangan bahas lagi. Ayo, Kita makan lagi. " ucap Wun Da Ree.


" Terima kasih ya, Mbak. Sudah tutupin makanan kami. " ucap Mi Rah.


" Iya. Sama-sama, kak. " ucap Pelayan Warung An Diz.


" Ngomong-ngomong, kenapa gak coba deketin cowok itu saja? " tanya Mi Rah.


" Cowok itu yang mana maksudmu? " jawab Je Si Ka.


" Itu. Kris Na. " lanjut Mi Rah.


Sementara aku hanya terdiam dan melihat ke arah Kris Na. Kris Na pun juga sedang melihatku.


" Hm. Hm. Kayaknya sudah saling berpandangan nih. Kenapa kalian gak langsung menyapa saja? " lanjut Mi Rah.


" Mi Rah. Waktunya makan. Jangan ngobrol. Jangan sampai tersedak lagi kayak tadi. " ujar Je Si Ka.


" Hais. Belum juga aku makan. Gak bakal tersedak. " jawab Mi Rah.


" Mau cepet-cepet pulang gak? Nanti ku tinggal nih. " ujar Je Si Ka.


" Hais. Iyaya. " jawab Mi Rah.

__ADS_1


Sementara aku pun makan tanpa berbicara apapun. Secara bersamaan, Je Si Ka pun menyadari Kris Na memperhatikan gerak geriknya Wun Da Ree yang sedang fokus makan.


__ADS_2