Cinta Wun Da Ree

Cinta Wun Da Ree
Part 18


__ADS_3

Sementara aku pun makan tanpa berbicara apapun. Secara bersamaan, Je Si Ka pun menyadari Kris Na memperhatikan gerak geriknya Wun Da Ree yang sedang fokus makan.


" Wun Da Ree, nanti sore ada acara gak? " tanya Je Si Ka.


Aku melamun dan tidak menyadari omongannya Je Si Ka.


" Wun Da Ree ? " tanya Je Si Ka.


" Hei, Wun. Pasti mikirin si cowok buaya tadi itu dah ya? " ujar Mi Rah.


" Hai. " ujar Mi Rah. Ia pun menepuk pundak Wun Da Ree.


Aku pun sadar.


" Iya? Kenapa? " ucap diriku.


" Haih. Tadi Je Si Ka ngomong sesuatu tuh. " ujar Mi Rah.


" Eh. Ya? Ada apa, Je Si Ka? " tanya diriku.


" Hm. Gak. Gak kenapa. Nanti pulang dari sini. Hati-hati dijalan ya. " jawab Je Si Ka.


Sementara Kris Na masih memperhatikan Wun Da Ree yang tadinya sempat melamun. Je Si Ka pun memperhatikan tatapan Kris Na ke arah Wun Da Ree lagi.


" Oh ya. Makasi. Nanti Je Si Ka, hati-hati dijalan juga ya. " ujar diriku dengan tersenyum.


" Hm. Je Si Ka, kamu aneh deh. Tadi nanyain nanti sore ada kemana. Sekarang malah beda pembicaraannya. Maunya apa sih? " ucap Mi Rah.


" Sudah. Sekarang kita pulang yuk. " ujar Je Si Ka.


" Pulang? Sekarang? " tanya Mi Rah.


" Besok? Sekaranglah. " jawab Je Si Ka.


" Wun Da Ree, mau pulang juga? " tanya Mi Rah.

__ADS_1


" Hm. Aku rasa, aku belum pengen pulang deh. Kalian pulang duluan saja. Aku masih pengen sendiri disini. " ucap diriku.


" Kenapa? Apa aku temanin juga disini? " tanya Je Si Ka.


" Gak. Gak. Gak usah. Aku pengen sendiri aja disini. Gak apa kok. Kalian pulang saja duluan. Aku nanti saja pulangnya. " jawab diriku.


" Beneran ? Aku khawatir sama kamu. " ucap Je Si Ka.


" Je Si Ka. Sudah. Jangan paksain. Kalau Wun Da Ree pengen sendiri. Ya sudah. Biarkan saja. Yuk. Yuk. Kita pulang. " ujar Mi Rah.


Aku masih terdiam dan fokus makan. Menunduk seperti tidak ingin diganggu.


" Wun.. " ujar Je Si Ka.


" Sst. Sudah sudah. Ayo. Kita pulang. " ujar Mi Rah.


" Hei! Bayarnya belum. " ujar Je Si Ka.


" Oh ya? Hehe. " ujar Mi Rah.


" Wun Da Ree, aku pulang duluan ya. " ujar Mi Rah.


" Iya. Hati-hati. " jawab diriku.


Je Si Ka pun kembali menghampiri Wun Da Ree.


" Wun Da Ree, kalau ada apa-apa. Chat aja aku ya. " ujar Je Si Ka.


" Iya. Tenang saja. Aku baik-baik saja. " ujar diriku.


" Hm. Gak apa nih, aku tinggal pulang? " tanya Je Si Ka.


" Iya beneran. Gak apa kok. Aku baik-baik saja. Pulanglah. " jawab diriku.


" Hm. Bener? " tanya Je Si Ka.

__ADS_1


" Beneran. Pulanglah. Ditunggu sama Mi Rah diparkiran lho. Buruan. " ujar diriku.


" Hm. Ya sudah. Aku pulang ya. " ujar Je Si Ka.


" Hati-hati ya. " ujar diriku.


Dalam hatinya, Je Si Ka sangat khawatir dan ia pun melihat Kris Na. Namun Kris Na menyadarinya. Ia pun menunduk.


" Ku harap laki ini gak mencari kesempatan untuk mendekati Wun Da Ree saat aku pulang. " ucap Je Si Ka dalam hatinya.


Mi Rah yang merasa kelamaan menunggu pun memanggil Je Si Ka.


" Ayo, Buruan! Panas nih! Ih Lama sekali. " ujar Mi Rah.


" Bawel. " ujar Je Si Ka.


Ia pun meninggalkan Warung tersebut. Sementara Wun Da Ree pun merenung sendirian. Hal itupun masih diperhatikan oleh Kris Na. Kris Na pun menghampiri Wun Da Ree yang sedang menyendiri.


" Hai? " ujar Kris Na.


" Hm. Hai. Kris Na ya? " ucap diriku.


" Iya. Salam kenal ya. Hm. Boleh aku duduk disini? " tanya Kris Na.


" Oh ya. Tentu saja boleh. " jawab diriku.


" Terima kasih. " jawab Kris Na.


" Iya. " jawab diriku.


" Hm. Kok belum pulang? " tanya Kris Na.


" Iya nih. Pengen menyendiri disini. Kris Na belum pulang juga? " jawab diriku.


" Ah iya. Aku memang terbiasa berlama-lama disini. Tempatnya nyaman. Kebetulan bosan juga dirumah. Gak ada siapa. " ujar Kris Na.

__ADS_1


Kami pun saling bercerita satu sama lain. Sampai akhirnya aku pun melupakan kejadian yang menyakitkan tadi.


__ADS_2