
" Jalan-jalan ? Gak ada waktu buat jalan-jalan. Sibuk selesaikan tugas kuliah. Banyak. Menumpuk. Oya. Jawab dulu. Keluar sama siapa? Auramu bahagia banget. Beda deh. " ujar Kakak Ki Ra Na.
" Semangat ngerjain tugas kuliahnya. Sukses kedepannya ya, Kakak. Ya sudah. Kris Na mau mandi dulu. Gerah banget. Dah... Kerjain dah dulu tugasnya. " ujar Kris Na.
Ia pun meninggalkan kakaknya dan pergi menuju kamarnya.
" Hei. Hei. Hei. Kris Na. Jawab dulu pertanyaan kakak. " ujar Kakak Ki Ra Na.
" Sudah, Kak. Aku mandi dulu ya. Dah. " ujar Kris Na.
Kris Na pun memasuki kamarnya dan menutup pintunya.
" Haih. Nanya berapa kali. Gak dijawab-jawab. Ya sudahlah. Aku mau lanjut buat tugas dulu. Biar cepat selesai. " ujar Kakak Ki Ra Na.
Ia pun memasuki kamarnya juga dan menutup pintunya.
*Kamar Kris Na.
" Oh ya. Aku mau kabarin pacarku dulu. " ujar Kris Na.
Ia pun mengambil handphonenya lalu membuka aplikasi BBMnya.
\=Wun Da Ree\=
Sayang sudah sampai dimana? Sudah sampai rumah belum? Aku menunggumu. Aku sayang kamu, Kris Na♡
Kris Na pun langsung membalas chattingnya Wun Da Ree.
\=Kris Na\=
Maaf baru balas, Sayang. Aku baru sampai rumah. Tadi mesti anterin Ei Do ke rumah dulu. Baru pulang. Sayang kamu juga, Wun Da Ree ♡
__ADS_1
Oya, Sayang. Aku mandi dulu ya. Nanti aku hubungi dah sayang. Tunggu sebentar ya ♡
Kris Na pun pergi menuju kamar mandi.
*Kamar Wun Da Ree.
Drrrtt ddrrtt drrtt ...
Handphone Wun Da Ree berbunyi ...
" Pasti pacarku ini. " ujar diriku.
Aku pun langsung membuka handphonenya. Ia pun membaca chattingnya.
\=Kris Na\=
Maaf baru balas, Sayang. Aku baru sampai rumah. Tadi mesti anterin Ei Do ke rumah dulu. Baru pulang. Sayang kamu juga, Wun Da Ree ♡
Oya, Sayang. Aku mandi dulu ya. Nanti aku hubungi dah sayang. Tunggu sebentar ya ♡
\= Wun Da Ree\=
Gak apa-apa, Sayang. Ya sudah. Sayang mandi dah dulu. Aku menunggumu ♡
.
.
.
15 menit kemudian ..
__ADS_1
Drrtt drrtt ddrrtt ..
Handphone Wun Da Ree berbunyi lagi. Aku pun mengecek handphoneku. Ternyata Kris Na menghubungiku. Aku pun langsung mengangkatnya.
" Halo, Sayang. " ujar diriku.
" Halo juga, Sayang. Maaf lama menunggu ya. " ujar Kris Na.
" Iya gak apa-apa, Sayang. " ujar diriku.
" Oh ya. Sayang gak maem lagi? " tanya Kris Na.
" Gak. Sayang sendiri gak maem lagi? " tanya diriku juga.
" Gak. Masih kenyang. Oh ya. Sayang. Aku boleh nanya sesuatu gak? Tapi jangan marah ya? " tanya Kris Na.
" Hm. Aku tahu yang sayang pikirin. Ini pasti soal Ram Da Mee. Ya kan? " ujar diriku.
" Maaf. Marah ya? " ujar Kris Na.
" Gak. Aku malah takut sayang marah. Chatting aja yuk? Takutnya Papa Mama mendengar pembicaraan kita. " ujar diriku.
" Oh ya. Hampir lupa. Maaf ya, Sayang. Aku gak begitu sadar soal itu. Ya sudah. Kita chatting saja. " ujar Kris Na.
" Tapi. Sayang yakin nih? Gak menyesal kenal sama aku? " tanya diriku.
" Gak. Aku selalu bangga memilikimu, Sayang. Jangan khawatir ya. Apapun itu. Aku tetap selalu ada buat sayang. " ujar Kris Na.
" Makasi, Sayang. Aku bahagia mendengarnya. Ya sudah. Aku matikan panggilannya ya? " ujar diriku.
" Iya sayang. Matikan dah. " ujar Kris Na.
__ADS_1
Tuttt tutt tutt ...
Aku pun mematikan panggilan dan melanjutkan dengan chatting melalui BBM saja.