Cinta Wun Da Ree

Cinta Wun Da Ree
Part 35


__ADS_3

" Jalan-jalan ? Gak ada waktu buat jalan-jalan. Sibuk selesaikan tugas kuliah. Banyak. Menumpuk. Oya. Jawab dulu. Keluar sama siapa? Auramu bahagia banget. Beda deh. " ujar Kakak Ki Ra Na.


" Semangat ngerjain tugas kuliahnya. Sukses kedepannya ya, Kakak. Ya sudah. Kris Na mau mandi dulu. Gerah banget. Dah... Kerjain dah dulu tugasnya. " ujar Kris Na.


Ia pun meninggalkan kakaknya dan pergi menuju kamarnya.


" Hei. Hei. Hei. Kris Na. Jawab dulu pertanyaan kakak. " ujar Kakak Ki Ra Na.


" Sudah, Kak. Aku mandi dulu ya. Dah. " ujar Kris Na.


Kris Na pun memasuki kamarnya dan menutup pintunya.


" Haih. Nanya berapa kali. Gak dijawab-jawab. Ya sudahlah. Aku mau lanjut buat tugas dulu. Biar cepat selesai. " ujar Kakak Ki Ra Na.


Ia pun memasuki kamarnya juga dan menutup pintunya.


*Kamar Kris Na.


" Oh ya. Aku mau kabarin pacarku dulu. " ujar Kris Na.


Ia pun mengambil handphonenya lalu membuka aplikasi BBMnya.


\=Wun Da Ree\=


Sayang sudah sampai dimana? Sudah sampai rumah belum? Aku menunggumu. Aku sayang kamu, Kris Na♡


Kris Na pun langsung membalas chattingnya Wun Da Ree.


\=Kris Na\=


Maaf baru balas, Sayang. Aku baru sampai rumah. Tadi mesti anterin Ei Do ke rumah dulu. Baru pulang. Sayang kamu juga, Wun Da Ree ♡

__ADS_1


Oya, Sayang. Aku mandi dulu ya. Nanti aku hubungi dah sayang. Tunggu sebentar ya ♡


Kris Na pun pergi menuju kamar mandi.


*Kamar Wun Da Ree.


Drrrtt ddrrtt drrtt ...


Handphone Wun Da Ree berbunyi ...


" Pasti pacarku ini. " ujar diriku.


Aku pun langsung membuka handphonenya. Ia pun membaca chattingnya.


\=Kris Na\=


Maaf baru balas, Sayang. Aku baru sampai rumah. Tadi mesti anterin Ei Do ke rumah dulu. Baru pulang. Sayang kamu juga, Wun Da Ree ♡


Oya, Sayang. Aku mandi dulu ya. Nanti aku hubungi dah sayang. Tunggu sebentar ya ♡


\= Wun Da Ree\=


Gak apa-apa, Sayang. Ya sudah. Sayang mandi dah dulu. Aku menunggumu ♡


.


.


.


15 menit kemudian ..

__ADS_1


Drrtt drrtt ddrrtt ..


Handphone Wun Da Ree berbunyi lagi. Aku pun mengecek handphoneku. Ternyata Kris Na menghubungiku. Aku pun langsung mengangkatnya.


" Halo, Sayang. " ujar diriku.


" Halo juga, Sayang. Maaf lama menunggu ya. " ujar Kris Na.


" Iya gak apa-apa, Sayang. " ujar diriku.


" Oh ya. Sayang gak maem lagi? " tanya Kris Na.


" Gak. Sayang sendiri gak maem lagi? " tanya diriku juga.


" Gak. Masih kenyang. Oh ya. Sayang. Aku boleh nanya sesuatu gak? Tapi jangan marah ya? " tanya Kris Na.


" Hm. Aku tahu yang sayang pikirin. Ini pasti soal Ram Da Mee. Ya kan? " ujar diriku.


" Maaf. Marah ya? " ujar Kris Na.


" Gak. Aku malah takut sayang marah. Chatting aja yuk? Takutnya Papa Mama mendengar pembicaraan kita. " ujar diriku.


" Oh ya. Hampir lupa. Maaf ya, Sayang. Aku gak begitu sadar soal itu. Ya sudah. Kita chatting saja. " ujar Kris Na.


" Tapi. Sayang yakin nih? Gak menyesal kenal sama aku? " tanya diriku.


" Gak. Aku selalu bangga memilikimu, Sayang. Jangan khawatir ya. Apapun itu. Aku tetap selalu ada buat sayang. " ujar Kris Na.


" Makasi, Sayang. Aku bahagia mendengarnya. Ya sudah. Aku matikan panggilannya ya? " ujar diriku.


" Iya sayang. Matikan dah. " ujar Kris Na.

__ADS_1


Tuttt tutt tutt ...


Aku pun mematikan panggilan dan melanjutkan dengan chatting melalui BBM saja.


__ADS_2