Cinta Wun Da Ree

Cinta Wun Da Ree
Part 37


__ADS_3

\=Kris Na\=


Jangan bersedih ya, sayang. Itu hanya masa lalu dan semua orang juga punya masa lalu. Aku akan menjagamu, Sayang.


\=Wun Da Ree\=


Terima kasih, Sayang. Aku merasa beruntung menemukan pacar sepertimu. Aku bahagia. ♡


\= Kris Na\=


Aku juga bahagia menemukanmu, Sayang. Ya sudah. Sekarang bobok dulu yuk. Besok aku jemput. Oya, Jam berapa bel sekolahnya?


\=Wun Da Ree\=


Jam 7 pagi, Sayang.


\=Kris Na\=


Ya udah. Jam 06.30 pagi, aku sudah didepan sekolahmu ya, Sayang.


\=Wun Da Ree\=


Sayang yakin?


\=Kris Na\=


Yakin. Percayalah sama aku.


\=Wun Da Ree\=


Maksudku... Sayang bisa bangun pagi kan?


\=Kris Na\=


Hahaha. Jangan khawatir. Aku bisa kok bangun pagi. Lihat saja besok. Aku buktikan. Kalau jam 06.30, aku belum juga datang. Lewat 5 menit. Tinggalkan saja. Gak apa-apa. Daripada sayang khawatir untuk itu.


\=Wun Da Ree\=


Bukannya gitu. Aku percaya kok. Cuma kasian aja sama sayang. Bolak balik.


\=Kris Na\=

__ADS_1


Gak apa-apa. Demi sayang. Aku ingin merasakan berangkat sekolah bersama pacar. Walaupun beda sekolah. Sayang gak mau nih?


\=Wun Da Ree\=


Mau. Mau banget! Ya udah sampai besok ya. Aku tunggu ♡


\=Kris Na\=


Iya. Sekarang bobok ya. Nite, Sayang. Aku sayang kamu ♡


\=Wun Da Ree\=


Iya. Nite too, Sayang. Aku juga sayang kamu ♡


.


.


.


Keesokan harinya.


Jam menunjukkan pukul 06.15.


Drrtt drrtt drrtt ...


Drrtt drrtt drrtt ...


Aku pun mengambil handphone dan melihat layar handphone. Kris Na menghubungi aku. Aku pun mengangkatnya.


" Hm.. Halo ... " ujar diriku yang masih merem.


" Halo. Sayang. Hei. Bangun. Aku sudah siap-siap mau berangkat menjemputmu lho. Bangun ya. Sudah pagi nih. " ujar Kris Na.


" Hehe. Sayang beneran bisa bangun pagi ya. Iya iya. Sekarang dah aku bangun. Sayang mau berangkat sekarang? " ujar diriku.


" Iya. 15 menit kurang. Aku sampai dah dirumahnya sayang. Siap-siap dulu ya. Dah. " ujar Kris Na.


" Ok sayang. Hati-hati dijalan. " ujar diriku.


Tuttt tutt tutt ...

__ADS_1


Kris Na pun mematikan panggilan dari handphonenya. Ia pun langsung berangkat dari rumah menuju ke rumah Wun Da Ree. Sementara Wun Da Ree, ia baru mandi.


" Huaaaaahh... Pagi yang dingin. Mandi dulu ah. " ujar diriku.


7 menit kemudian...


" Uuwuu.. harus cepat-cepat nih. Kris Na belum tiba kan? " ujar diriku yang sedang terburu-buru memakai seragam sekolah.


3 menit kemudian ...


Drrrtt drrrtt drrttt ...


Aku pun mengambil handphoneku. Aku pun melihat di layar Handphone. Kris Na menghubungiku. Aku pun mengangkat.


" Halo, Sayang. Sudah sampai? " ujar diriku.


" Halo. Iya. Sayang. Aku sudah sampai. Sayang sudah siap? " ujar Kris Na.


" Tunggu. Tunggu. Aku tinggal sisiran rambut sebentar. " ujar diriku.


" Ok. Sayang. Masih ada waktu kok. Aku tunggu ya, Sayang. " ujar Kris Na.


" Iya sayang. " ujar diriku.


Aku menaruh handphoneku. Tapi tidak mematikan panggilannya. Aku membiarkan itu menyala. Aku pun mengikat rambutku dengan berkepang dua.


3 menit kemudian....


" Ok. Sudah. Aku kedepan sekarang. " ujar diriku.


" Pelan-pelan. Sayang. " ujar Kris Na.


Aku tidak menjawab apapun. Aku langsung bergegas. Mengambil jaket. Helm. Pamitan sama Papa dan Mama. Langsung lari kedepan.


*Depan rumah..


" Hai. Maaf. Lama menunggu ya, Sayang. Yuk. Kita berangkat. " ujar diriku.


" Hihi. Sampai tidak bernafas kalau bicara. Yuk. Kita berangkat. " ujar Kris Na.


" Hoaaahh... Baru bernafas. " ujar diriku.

__ADS_1


" Hahaha. Aku terbukti kan? Aku bisa bangun pagi. " ujar Kris Na.


" Terbukti. Tapi aku yang gagal bangun lebih pagi. Hoaahh... " ujar diriku yang masih terengah-engah karena lari terburu-buru.


__ADS_2