
\=Kris Na\=
Jangan bersedih ya, sayang. Itu hanya masa lalu dan semua orang juga punya masa lalu. Aku akan menjagamu, Sayang.
\=Wun Da Ree\=
Terima kasih, Sayang. Aku merasa beruntung menemukan pacar sepertimu. Aku bahagia. ♡
\= Kris Na\=
Aku juga bahagia menemukanmu, Sayang. Ya sudah. Sekarang bobok dulu yuk. Besok aku jemput. Oya, Jam berapa bel sekolahnya?
\=Wun Da Ree\=
Jam 7 pagi, Sayang.
\=Kris Na\=
Ya udah. Jam 06.30 pagi, aku sudah didepan sekolahmu ya, Sayang.
\=Wun Da Ree\=
Sayang yakin?
\=Kris Na\=
Yakin. Percayalah sama aku.
\=Wun Da Ree\=
Maksudku... Sayang bisa bangun pagi kan?
\=Kris Na\=
Hahaha. Jangan khawatir. Aku bisa kok bangun pagi. Lihat saja besok. Aku buktikan. Kalau jam 06.30, aku belum juga datang. Lewat 5 menit. Tinggalkan saja. Gak apa-apa. Daripada sayang khawatir untuk itu.
\=Wun Da Ree\=
Bukannya gitu. Aku percaya kok. Cuma kasian aja sama sayang. Bolak balik.
\=Kris Na\=
__ADS_1
Gak apa-apa. Demi sayang. Aku ingin merasakan berangkat sekolah bersama pacar. Walaupun beda sekolah. Sayang gak mau nih?
\=Wun Da Ree\=
Mau. Mau banget! Ya udah sampai besok ya. Aku tunggu ♡
\=Kris Na\=
Iya. Sekarang bobok ya. Nite, Sayang. Aku sayang kamu ♡
\=Wun Da Ree\=
Iya. Nite too, Sayang. Aku juga sayang kamu ♡
.
.
.
Keesokan harinya.
Jam menunjukkan pukul 06.15.
Drrtt drrtt drrtt ...
Drrtt drrtt drrtt ...
Aku pun mengambil handphone dan melihat layar handphone. Kris Na menghubungi aku. Aku pun mengangkatnya.
" Hm.. Halo ... " ujar diriku yang masih merem.
" Halo. Sayang. Hei. Bangun. Aku sudah siap-siap mau berangkat menjemputmu lho. Bangun ya. Sudah pagi nih. " ujar Kris Na.
" Hehe. Sayang beneran bisa bangun pagi ya. Iya iya. Sekarang dah aku bangun. Sayang mau berangkat sekarang? " ujar diriku.
" Iya. 15 menit kurang. Aku sampai dah dirumahnya sayang. Siap-siap dulu ya. Dah. " ujar Kris Na.
" Ok sayang. Hati-hati dijalan. " ujar diriku.
Tuttt tutt tutt ...
__ADS_1
Kris Na pun mematikan panggilan dari handphonenya. Ia pun langsung berangkat dari rumah menuju ke rumah Wun Da Ree. Sementara Wun Da Ree, ia baru mandi.
" Huaaaaahh... Pagi yang dingin. Mandi dulu ah. " ujar diriku.
7 menit kemudian...
" Uuwuu.. harus cepat-cepat nih. Kris Na belum tiba kan? " ujar diriku yang sedang terburu-buru memakai seragam sekolah.
3 menit kemudian ...
Drrrtt drrrtt drrttt ...
Aku pun mengambil handphoneku. Aku pun melihat di layar Handphone. Kris Na menghubungiku. Aku pun mengangkat.
" Halo, Sayang. Sudah sampai? " ujar diriku.
" Halo. Iya. Sayang. Aku sudah sampai. Sayang sudah siap? " ujar Kris Na.
" Tunggu. Tunggu. Aku tinggal sisiran rambut sebentar. " ujar diriku.
" Ok. Sayang. Masih ada waktu kok. Aku tunggu ya, Sayang. " ujar Kris Na.
" Iya sayang. " ujar diriku.
Aku menaruh handphoneku. Tapi tidak mematikan panggilannya. Aku membiarkan itu menyala. Aku pun mengikat rambutku dengan berkepang dua.
3 menit kemudian....
" Ok. Sudah. Aku kedepan sekarang. " ujar diriku.
" Pelan-pelan. Sayang. " ujar Kris Na.
Aku tidak menjawab apapun. Aku langsung bergegas. Mengambil jaket. Helm. Pamitan sama Papa dan Mama. Langsung lari kedepan.
*Depan rumah..
" Hai. Maaf. Lama menunggu ya, Sayang. Yuk. Kita berangkat. " ujar diriku.
" Hihi. Sampai tidak bernafas kalau bicara. Yuk. Kita berangkat. " ujar Kris Na.
" Hoaaahh... Baru bernafas. " ujar diriku.
__ADS_1
" Hahaha. Aku terbukti kan? Aku bisa bangun pagi. " ujar Kris Na.
" Terbukti. Tapi aku yang gagal bangun lebih pagi. Hoaahh... " ujar diriku yang masih terengah-engah karena lari terburu-buru.