
" Aku pulang dulu ya, Sayang. " ujar Kris Na.
" Hati-hati ya, Sayang. Terima kasih sudah mampir ke rumah dan ajak makan di pantai. " ujar diriku.
" Iya. Sama-sama. Terima kasih juga untuk orang tuamu. Menyambutku dengan baik. Mereka orang tua yang sangat ramah. Aku bersyukur menemui orang tua seperti mereka. Tak sebanding dengan orang tuaku yang sibuk berbisnis di luar negeri. " ujar Kris Na.
" Jangan sedih. Sayang. Orang tua sayang sibuk berbisnis juga demi masa depan sayang sendiri. Kapan-kapan main lagi kesini ya. " ujar diriku.
" Huhuk ... huhuk ... kayaknya lain kali aku benar-benar gak ikut lagi deh. Dicuekkin melulu. " ujar Ei Do mulai bete lagi.
" Haha. " ujar diriku yang menertawakan Ei Do.
" Sayang cantik banget hari ini. Jadi gak pengen pisah. Rasanya pengen terus berdua. " ujar Kris Na.
" Aaaa. Sayang. Gemes. " ujar diriku. Aku pun memeluk Kris Na. Dan lagi. Kris Na mencium keningku. Yang sudah menjadi kebiasaan.
" Mmuuaahh ... Sayang, sudah gak sedih lagi kan? Nanti kalau aku sudah sampai rumah. Aku kabari ya. Nanti aku hubungi sayang. Ok? " ujar Kris Na.
" Hm.. Jadi kangen terus sama sayang. " ujar diriku.
__ADS_1
" Hm... Peluk yang erat. Besok kita ketemu lagi ya. Oh ya. Besok aku jemput aja ke rumahmu. Kita berangkat sekolah bersama. Gimana? " ujar Kris Na.
" Lho. Lho. Terus aku gimana? Aku berangkat sama siapa? " tanya Ei Do.
" Berangkat sendirilah. " ujar Kris Na.
" Lho. Lho. Motorku kan masih di bengkel. Masa iya? Aku ke sekolah bawa mobil. Ribetnya. Parkirnya susah banget. Mesti pagi-pagi berangkat biar dapat parkir. " ujar Ei Do.
" Gak mau tau. Pokoknya aku mau jemput pacarku besok. " ujar Kris Na.
" Hmm... Apa sayang gak merasa kesusahan? Bolak balik jadinya lho. Mesti jemput aku dulu. Anter aku ke sekolah. Terus... Setelah anter aku. Kemudian, Sayang baru menuju ke sekolah? " ujar diriku.
" Berarti kita harus berangkat lebih pagi. Sayang yakin? " ujar diriku.
" Yakin. Sayangku. Mau atau gak? Kalau gak. Ya... Aku gak maksa, Sayang. " ujar Kris Na.
" Malu aku, Sayang. Apa gak jadi heboh nanti ya dilihat sama teman-temanku? " ujar diriku.
" Gak apa-apa, Sayang. Gak usah terlalu pedulikan orang lain. " ujar Kris Na.
__ADS_1
" Bukannya bagus ya kalau pacarmu dikenalkan ke teman-temanmu ? Oya, Ram Da Mee sekolah dimana dia? " tanya Ei Do.
" Hm... Kenapa malah bahas dia? Dia satu sekolah sih sama aku. " ujar diriku.
" Ah? Satu sekolah!? " ujar Ei Do.
" Tapi ... beda kelas. " ujar diriku.
" Dia gak sering ganggu sayang kan di sekolah? " tanya Kris Na.
" Kalau kejadian tadi sore sih. Semoga saja besok gak ada gimana-gimana. Tapi biasanya gak diganggu sih sama dia kalau di sekolah. " ujar diriku.
" Tapi tadi sore .. Tingkahnya kayak mau melakukan sesuatu deh. " ujar Ei Do.
" Sayang. Kalau ada apa-apa. Hubungi aku ya? " ujar Kris Na.
" Iya sayang. " ujar diriku.
" Ya sudah. Aku pulang dulu ya. Sudah mau malam. Nanti aku hubungi kalau sudah sampai rumah. Sayang. Jangan berfikir gak-gak.
__ADS_1
Kalau ada masalah apa. Bilang terus terang sama aku. Ok, Sayang? Aku akan selalu ada untuk sayang. Apapun itu. Aku tetap sayang sama Wun Da Ree. " ujar Kris Na.