Cinta Wun Da Ree

Cinta Wun Da Ree
Part 14


__ADS_3

" Aduh anak mama. Ya sudahlah. Nanti ingat makan ya. Ini sudah mau sandikala. Bangunlah, sayang. " ujar Mama Wun Da Ree sambil menggoyangkan pundak aku.


" Hmm.. Aduuhh. Masih ngantuk. Nantilah, Mama. " ujar diriku yang langsung telentangin badan dengan mata masih tertutup rapat.


" Hais. Ya sudahlah. Awas tuh nanti kepalanya pusing ya. " ucap Mama Wun Da Ree lagi.


" Hm.. " ucap diriku yang belum sadar juga.


.


.


.


.


Jam 7 malam kemudian ...


***Semua yang berlalu ..


Tlah menjadi kenangan ..


Dan seakan kulupakan ..


Karena ku tak sejalan ..


Wowowoo ...


Wowowooo ...


Dan tak mungkin ku bertahan ..


meski telah kucoba ..


Semuanya tak berguna ..


Terbuang sia-sia ..


Dirimu di hatiku sudah terlalu lama ...


Biarlah ku mencoba untuk tinggalkan semua ..

__ADS_1


Wowoowo ..


Dan tak mungkin ku bertahan ...


Meski telah ku coba ..


Semuanya tak berguna ..


Terbuang sia-sia*** ..


*Kamar Wun Da Ree.


" Hm ... siapa yang nyanyi ya? Hm .. Lagu siapa yang dinyanyikan ya? Hmm .. Gak pernah dengar. " ucap diriku yang langsung terbangun dan penasaran.


Aku pun langsung bangun dan berlari ke bawah mengikuti dimana arah suara penyanyi tersebut.


Mama Wun Da Ree pun menyadari aku yang sudah bangun dari tidur pun menyapa.


" Hai, anakku sayang. Sudah bangun ? Makan dulu sini. Ada plecing kangkung kesenanganmu. " ucap Mama Wun Da Ree yang sedang menyajikan makan malam di meja makan lantai dasar.


" Hm. Iya, Mama. Ntar. Aku mau keluar sebentar. " ucap diriku yang sangat penasaran akan suara penyanyi ini.


Biarlah ku mencoba untuk tinggalkan semua ..


Dirimu di hatiku sudah terlalu lama ..


Dan biarlah ku mencoba untuk tinggalkan semua ..


Dirimu di hatiku sudah terlalu lama ..


Dan biarlah ku mencoba untuk tinggalkan semua ..


Uuuuuuuuu Uuuuu Uuu***


Aku pun melihat secara langsung ...


" Ternyata Wan Jung yang nyanyi. Ku kira siapa. " ucap diriku dalam hati.


" Huhuk. Ada yang diam-diam melihatku nyanyi nih. " ucap Wan Jung.


" Siapa ? " ucap Pan Ja.

__ADS_1


" Tuh ... adiknya Win Da Ya. " ujar Wan Jung.


Pan Ja pun langsung menoleh ke belakang.


" Ais. Ada Wun Da Ree. " ujar Pan Ja.


Sementara Win Da Ya hanya melirik dan tersenyum saja.


" Ih. Siapa juga melihat. Kebetulan saja lewat. Oh ya. Tadi itu lagu siapa ? Kok gak pernah dengar ya ? " tanya diriku.


" Lagunya Killing Me Inside, dik. Judulnya Biarlah. " jawab Win Da Ya.


" Oh. Bagus lagunya. Nanti aku minta lagunya ya. Kakak punya kan ? " tanya diriku.


" Minta saja sama Wan Jung. Dia punya lagunya. " jawab Win Da Ya lagi.


" Huhuk. Mana hapenya? Hidupin bluetoothnya. " ucap Wan Jung.


" Hapeku diatas. Kapan-kapan saja deh. Aku mau makan. Lapar. " ujar diriku yang langsung balik ke ruang meja makan.


" Yee... " ucap Wan Jung.


" Haha ... memang judes adikmu ya, Win ? " ucap Pan Ja.


" Haha .. aslinya gak gitu kok. Baik. Polos. Kalem. Memang keliatan aja judes. Padahal kalau dah kenal akrab. Gak gitu kok. " ucap Win Da Ya.


" Penurut juga termasuk adikmu. Waktu ni aku minta tolong sama dia. Setrikain baju. Dia mau. Hehe. " ucap Wan Jung.


" Haha. Itu beda lagi ceritanya. Itu karena kamu yang maksa. Haha. " ucap Win Da Ya.


" Haha. Bener itu, Win. Haha. " ucap Pan Ja.


" Hehe. Tapi iya sih. Oya. Adikmu punya pacar gak sih? Penasaran banget aku. " ucap Wan Jung.


" Kamu beneran naksir adikku nih, Wan Jung ? " ucap Win Da Ya.


" Hehe. Iya. Ada yang salah ? " ucap Wan Jung.


" Hai, Bro ! Mending lanjut nyanyi, bro. Kok malah ngomongin cewek. Gimana sih. Hahaha. " ucap Pan Ja tertawa ngakak.


" Haha. Ok. Lanjut! " ucap Wan Jung.

__ADS_1


__ADS_2