
" Ada. Katanya teman cowok. " ujar Mbok Wan.
" Teman cowok? Siapa ya? Anak kita gak pernah bergaul sama cowok sih, setau mama. " ujar Mama Wun Da Ree.
Sementara Wun Da Ree sedang menghampiri Kris Na dan Ei Do yang sedang menunggu di pinggir jalan.
" Kris Na. Itu Wun Da Ree. " ujar Ei Do.
" Oh ya. Yuk. Kita keluar dari mobil. " ujar Kris Na.
" Hai. Kalian sudah sampai. Masuk yuk. Ke dalam. Papa Mama sudah ada dirumah. " ujar diriku.
" Kamu siap mental, Kris ? " tanya Ei Do.
" Biasain aja, Ei Do. Oya, Sayang. Kapan mereka tiba dirumah? Bukannya tadi bilang gak ada dirumah. " ujar Kris Na.
" Iya. Tadi memang gak ada, Sayang. Cuma mereka baru aja sampai dirumah. Baru banget. " ujar diriku.
" Oh ya? Pas banget donk. " ujar Kris Na.
" Wun Da Ree. Ada siapa aja dirumah? " tanya Ei Do.
" Cuma pembantuku aja tadinya. Tapi sekarang ada Papa dan Mama juga. " ujar diriku.
" Oh ya. Aku ingat. Sayang pernah bilang punya kakak kandung laki-laki. Terus, kakakmu kemana? " tanya Kris Na.
__ADS_1
" Oh ya. Kakakku kerja. Kayaknya malam baru pulang. Biasanya sih. Gak tau juga sih aku. Aku gak terlalu memperhatikan jadwal kerja kakakku. " ujar diriku.
" Oh .. " ujar Kris Na.
" Wun Da Ree. Dimana rumahmu? Masih jauh? Kok masuk pintu. Masuk pintu melulu dari tadi. " ujar Ei Do.
" Haha. Itu rumahku. Dekat bale bengong. Sudah dekat kok. " ujar diriku.
" Hehe. Lumayan ya jaraknya dari luar. " ujar Ei Do.
" Itu orang tuaku. Papa. Mama. Ini teman Wun Da Ree yang mau ngajak jalan-jalan. " ujar diriku.
" Om Swastyastu.... " ujar Kris Na.
" Om Swastyastu... " ujar Ei Do.
" Om Swastyastu. Mbok Wan, bikinin teh hangat 2 gelas ya. " ujar Mama Wun Da Ree.
" Gak usah, Mama. Ini cuma mampir bentar. Kan Wun Da Ree mau pergi jalan-jalan. Biar gak habisin waktu banyak saja. " ujar diriku.
" Hm. Ya sudah. Ini kalian teman Wun Da Ree ya? " ujar Mama Wun Da Ree.
" Iya. Tante." ujar Kris Na.
" Teman darimana? " tanya Papa Wun Da Ree.
__ADS_1
" Teman nongkrong sih, Om. Kita kenal gara-gara kita sering ketemu di Warung An Diz. Dekat sekolahnya Wun Da Ree. " ujar Kris Na.
" Oh... " ujar Papa Wun Da Ree.
" Bener ini cuma teman? Tak kira pacar. Baru juga tante berharap. " ujar Mama Wun Da Ree.
" Ih. Mama. Apaan sih? " ujar diriku.
" Lho? Kenapa? Kan Mama cuma berharap saja. " ujar Mama Wun Da Ree.
Ei Do pun memberi kode ke Kris Na.
" Buruan! Ngaku! " bisik Ei Do.
" Hm. Tante. Sebenarnya saya pacarnya Wun Da Ree. " ujar Kris Na.
Aku pun kaget mendengar pernyataan Kris Na. Saking kagetnya. Grogi dan Gugup. Aku pun menarik tangan Kris Na. Aku pun berlari meninggalkan Papa dan Mama.
" Papa! Mama! Maaf! Aku pergi jalan-jalan dulu ya! Daaaaahhh !!! " ujar diriku langsung kabur bersama Kris Na.
" Eh... " ujar Kris Na kaget dan langsung ikutan lari dengan Wun Da Ree.
" Hei. Hei. Hei. Tunggu! Hehe. Maaf. Tante. Om. Saya pamit dulu. Selamat sore. " ujar Ei Do. Ia pun mengejar kami berdua.
" Lho... Lho.... Pacar? Anak kita punya pacar? Tapi ... Kok anak kita malah lari? Belum juga Mama kenalan sama pacarnya. " ujar Mama Wun Da Ree.
__ADS_1
" Hm.... Nanti saja kita tanya dia, Mama. " ujar Papa Wun Da Ree.
" Hehe. Mungkin dia malu. " ujar Mbok Wan.