Cinta Wun Da Ree

Cinta Wun Da Ree
Part 4


__ADS_3

Ping !!!


Ping !!!


Ping !!!


Handphoneku berdering ...


" Siapa yang ngeping contact ya ? " ucap diriku.


Aku pun mengambil handphone.


" Oh. Ung De. Akhirnya dia chat aku duluan. Hmmmm... " ucap diriku.


\=Ung De\=


Ping !!!


Hai, Wun Da Ree.


Kamu sudah pulang sekolah kah ?


Ung De, baru pulang. Tadi les.


Oh ya. Maaf, aku baru chat.


\=Wun Da Ree\=


Hai juga, Ung De.


Ya gak apa.


Oh ya. Aku sudah dirumah.


\=Ung De\=


Oh gitu.


Oh ya. Nanti mau ketemu?


Kita ngobrol diluar rumah.


\=Wun Da Ree\=


Boleh saja. Jam berapa?


\=Ung De\=


Nanti aku kabarin ya.


Mungkin sekitar jam 7 malam gitu.


Aku capek nih. Mau bobok dulu sebentar.


See you.


\=Wun Da Ree\=

__ADS_1


Ok. See You Too. Met bobok, Ung De.


JAM 7 MALAM KEMUDIAN ....


" Hai, Wun. " ucap Ung De.


" Hai juga. " ucap diriku.


" Hm. Aku sebenernya malu. Takut ada yang liat kita ngobrol disini. Hehe. " bisik Ung De.


" Memang kenapa kalau ada yang lihat? " ucap diriku.


" Ssstt ... Sini. Ikutin aku. " bisik Ung De.


Ung De menarik tanganku dan aku pun mengikutinya langkahnya.


" Mau kemana ? " ucap diriku.


" Kita ke loteng lihat bintang bersama. " ucap Ung De.


" Ah ? Lihat bintang bersama ? Haha. Ada-ada saja kamu, Ung De. " ucap diriku.


" Hih ... Ngeledek dia lho. Tak cubit ntar lho. " ucap Ung De.


* LOTENG.


" Nah... Kita sudah sampai. Lihatlah langitnya. Indah kan? " ucap Ung De.


" Hm. Biasa saja. Disini gelap. Sepi pula. " ucap diriku.


" Kan ada aku disini. Sini. Duduk. " ucap Ung De.


" Aih.. Sini. " ucap Ung De.


Ung De menarik tanganku. Aku pun duduk didepannya. Ia memelukku.


" Hei. hei. main peluk nih. Awas nanti pacarmu marah. " ucap diriku.


" Pacar ? Yeee. Aku belum punya pacar. " ucap Ung De.


" Oh. Kirain. Haha. " ucap diriku.


" Wun Da Ree yang punya pacar gak ? " ucap Ung De.


" Eh. Aku ? Gak lah. " ucap diriku.


" Syukurlah. Tau-taunya aku peluk pacar orang. Haha. " ucap Ung De.


" Gak kok. Tenang saja. " ucap diriku.


" Huh. Kamu tuh. Gemesin banget. Jadi pengen cubit pipi gembulmu. Sini.. Sini .. Mana pipinya. Mau aku cubit! " ucap Ung De.


" No ! Gak boleh. Sakit tau. " ucap diriku.


" Sakit ? Yeee. Aku kan cubitnya pelan. " ucap Ung De.


" Haha. " ucap diriku.

__ADS_1


" Yeee. Malah ketawa dia. Uh .. Tak cubit lagi. " ucap Ung De.


" Tidaakk... Haha. Ampun ! Haha ... " ucap diriku.


Drrrttt drrrttt ddrrttt ....


Handphone Ung De berbunyi.


" Handphone Ung De bunyi tuh. Coba buka dulu. Siapa tau chat penting dari siapa gitu. " ucap diriku.


" Ah. Gak. Biarin aja. Palingan teman. Ngajak nongkrong sambil main billiard. " ucap Ung De.


" Oh gitu. Ya deh. " ucap diriku.


" Sudah. Jangan dipikirin. Mending kita pelukan sambil lihat bintang. Indah banget'kan ? " ucap Ung De.


" Iya-iyain sajalah. Haha. " ucap diriku.


* Kamar Wun Da Ree.


" Haih ... Badanku gatal semua. Tangan. Kaki. Hais... Banyak nyamuk di loteng. Huhhh ... " ucap diriku.


" Oh ya ... tadi siapa yang chat ya ? kenapa dia menyembunyikan kayak gitu? apa benar dia tidak punya pacar ? dan juga ... kenapa memangnya kalau ngobrol dilihat sama keluarga ? apa dia malu ? tapi ... lagian dia juga sering main kesini. Seharusnya tidak jadi masalah kalau aku ngobrol sama dia. Hmm.. Sudahlah. Mending aku tidur saja. " ucap diriku dalam hati.


KEESOKAN HARINYA ....


" Wun Da Ree, selamat pagi. " ucap Je Si Ka.


" Tumben bilang gitu. Pasti ada maunya. " ucap diriku.


" Ketebak banget. Haha. Betul. Nanti sepulang sekolah. Makan yuk di Warung An Diz. Aku traktir deh. " ucap Je Si Ka.


" Aku juga ditraktir, Je ? " ucap Mi Rah.


" Eh. Gak! Aku traktir untuk Wun Da Ree seorang. Mau ya, Wun ? " ucap Je Si Ka.


" Pelitnya .... " ucap Mi Rah.


" Pelit darimana ? Dah aku anterin kamu pulang setiap hari lho. " ucap Je Si Ka.


" Hehe. Iya iya. Santai nae. Aku cuma bercanda lho. " ucap Mi Rah.


" Wun Da Ree. Mau ya ? " ucap Je Si Ka.


" Hahaha. Hmmm. Gimana ya ? " ucap diriku.


" Ayolah... Kita para cewek-cewek sudah saatnya berkumpul dengan gembira. Ya kan, Je Si Ka ? " ucap Mi Rah.


" Hm .... Dimana tuh, Warung An Diz ? " ucap diriku.


" Deket kok. Deket sini. Sekitaran 100 meter dari sini. Mau ya ? Aku traktir lho. " ucap Je Si Ka.


" Ok deh. " ucap diriku.


" Oh ya. Kamu bawa motor sendiri apa dijemput ? " ucap Je Si Ka.


" Bawa motor kok. " ucap diriku.

__ADS_1


" Ok. Ingat nanti ya. " ucap Je Si Ka.


" Iya iya. " ucap diriku.


__ADS_2