
*Ruang Makan.
" Hm... plecing kangkung. Enak banget kayaknya nih. " ucap diriku yang mulai kelaparan.
" Siapa dulu yang buat ? Hehe. " ucap Mbok Wan.
" Tau dah tau. Oya. Kok tumben masak plecing kangkung malam hari ? Biasanya pagi hari saja. " ucap diriku.
" Mama yang nyuruh. Kebetulan tadi mama simpang dulu ke pasar sebentar, pas perjalanan pulang dari kerja tadi tuh. Jadi ya sudah, tak suruh Mbok Wan masak sorenya. Kamu tuh tadi masih bobok. " ucap Mama Wun Da Ree.
" Oh pantas. Kok dikit. Dah pada dimakan nih? " ucap diriku.
" Belum. Belum ada yang makan. " ucap Mbok Wan.
" Mumpung belum ada yang makan. Nah, ini Raja kangkungnya. Tapi jangan dihabisin ya. Sisain untuk kakakmu. Mama mau ke atas, nonton tv dulu. " ucap Mama Wun Da Ree.
" Oh belum. Baguslah. Sekarang aku mau makan dulu ah. Laper banget. " ucap diriku.
" Ingat. Jangan dihabisin. Sisain untuk kakakmu. " ucap Mama Wun Da Ree.
" Iya. Tenang aja, Mama. " ucap diriku.
" Duduk saja. Mbok ambilkan nasi ya. " ucap Mbok Wan.
" Dikit saja ya. " ucap diriku yang langsung duduk di kursi.
" Segini cukup ? " ucap Mbok Wan sambil menunjukkan porsinya.
" Cukup cukup. Segitu saja dah. " ucap diriku.
" Ini. Makan yang banyak. Mbok ambilkan air sekarang. " ucap Mbok Wan.
" Makasi, Mbok. Hm ... Enak dah nih pasti. Sudah glek glek glek. Saking lamanya gak makan plecing kangkung. Mantap ... " ucap diriku yang langsung mengambil plecing kangkung.
__ADS_1
" Ingat, cuci tangan dulu. " ucap Mbok Wan.
" Oya, hampir lupa. Haha. Sekarang dah cuci tangan. " ucap diriku yang langsung berdiri dan menuju ke wastafel.
" Ini airnya. " ucap Mbok Wan.
" Nah. Sudah bersih. Mbok Wan sudah makan? kalau belum. Makan bersama disini. " ucap diriku berjalan dan kembali duduk.
" Ya nanti saja. Makan dah dulu. Mau disuapin ? " ucap Mbok Wan.
" Ah gak usah. Hehe. Makan sendiri lebih enak. Met makan, Mbok Wan. " ucap diriku.
" Iya. Met makan. " ucap Mbok Wan.
Aku pun langsung makan. Hingga selesai makan pun masih dilayani sama Mbok Wan. Piring kotorku dibersihkan beserta gelas kotornya juga. Aku pun kembali ke kamar. Ingin mengecek handphone.
*Kamar Wun Da Ree.
" Astaga. Ada chat dari Je Si Ka. Dari jam berapa dia chat ya. " ucap diriku.
\=Je Si Ka\=
Wun Da Ree, aku gak marah. Aku sebenarnya marah sama diriku sendiri saja. Tenang saja. Gak ada yang salah. Ngomong-ngomong, kamu lagi apa ?
" Marah sama diri sendiri ? Hm.. Aku balas dulu deh. " ucap diriku dalam hati.
\=Wun Da Ree\=
Maaf, Je Si Ka. Aku baru megang handphone. Yakin nih gak marah sama aku? Maaf ya. Kalau aku memang ada salah. Oya, aku baru bangun terus makan. Je Si Ka, sudah makan ?
" Hm... semoga besok kembali normal lagi hubunganku sama Je Si Ka. Jelek banget rasanya musuhan. Membuatku gak semangat sekolah. Merasa sendirian. " ucap diriku dalam hati.
Aku pun mandi. Sementara Ung De tidak ada kabar seharian ini. Wun Da Ree tidak mau ambil pusing.
__ADS_1
.
.
.
Keesokan harinya ...
" Selamat pagi, Wun Da Ree. " ucap Je Si Ka dengan tersenyum.
" Selamat pagi juga, Je Si Ka. " ucap diriku.
" Lho lho lho. Seingatku kemarin kalian musuhan. Sekarang baikan. Tapi syukurlah. Aku pun tenang. Tidak perlu melihat Je Si Ka seperti patung. " ucap Mi Rah.
" Wun, nanti makan lagi yuk di warung An Diz. Aku traktir lagi. " ucap Je Si Ka.
" Ais. Kapan aku ditraktir ya? " ucap Mi Rah.
" Hm .. kamu nanti pulangnya jalan kaki ya. " ucap Je Si Ka.
" Heh! Hehe. Jangan begitu. Masa tega gituin aku. " ucap Mi Rah.
" Hahaha. Boleh saja. Tapi aku bayar sendiri saja. Gak usah bayarin. Aku ada uang kok. " ucap diriku.
" Tuh. Wun Da Ree gak minta dibayarin. Mending traktir aku. Dompetku nipis nih. Hehe. " ucap Mi Rah sambil memperlihat isi dompetnya.
" Hm. Ya sudah. Sekali ini, kamu ditraktir ditambah dianterin pulang sama aku. Kamu banyak utang sama aku, Mi Rah. " ucap Je Si Ka.
" Horeeee!!! Terima kasih, Boskuuu!! Love you, muaaahhh!! " ucap Mi Rah berteriak dengan gembira.
" Hei! Apa-apaan sih! Berisik tau! " ucap Je Si Ka.
" Hahaha. Kalian lucu sekali. Hahahaa. " ucap diriku sambil tertawa bahagia.
__ADS_1