
" Ada sih sebenarnya. Je Si Ka dan Mi Rah. Begitu aku keluar dari ruang perpustakaan. Kan lokasi perpustakaan di lantai 3 nih. Terus sebelahnya itu ruang kelasku. Cuma ada 2 ruangan saja. Jadi kan sepi. Karena sudah jam pulang sekolah. Habis itu kan aku turun tangga nih.
Terus Je Si Ka sama Mi Rah ada di lantai dasar. Tapi awalnya aku pikir kan mereka gak tau. Kalau aku habis bertemu sama Wa Yan Dee. Soalnya pas turun ke bawah itu kan aku gak barengan sama Wa Yan Dee. Karena aku tinggalin gitu aja.
Terus.. kenapa aku bisa berfikir ternyata mereka tahu? Ya itu dah. Cuma pas di mana ya? Di Warung An Diz kalau gak salah. Je Si Ka apa Mi Rah. Aku lupa. Pokoknya salah satu dari mereka dah.
Awalnya nanya sekarang siapa cowoknya Wun Da Ree? Terus aku jawab aku bilang aku pengen menyendiri saja. Oh ya! Aku baru ingat. Mi Rah yang keceplosan nanyain terus cowok boga tuh gimana? Makanya itu dah. Aku kaget. Kenapa mereka bisa tahu?
Malah aku pikir mereka gak tahu. Hm.... Habis itu Je Si Ka marah kan sama Mi Rah. Mi Rah! Habis itu Je Si Ka langsung bilang ya syukur kalau aku udah putus. Gitu. " ujar diriku.
" Hm. Pas sayang dihukum berdiri didepan kelas sama gurunya sayang. Siapa namanya? Lupa. " tanya Kris Na.
__ADS_1
" Ibu An Dri. Guru pelajaran Housekeeping. " ujar diriku
" An Dri? " tanya Kris Na untuk memastikan.
" Iya. Ibu An Dri. " jawab diriku lagi.
" Ok. Pas sayang dihukum berdiri didepan kelas sama Ibu An Dri. Je Si Ka sama Mi Rah. Sama sekali gak dilibatin sama Ibu An Dri ? " tanya Kris Na.
" Jahat banget, Je Si Ka sama Mi Rah. Aku kecewa lho sama temanmu itu. Harusnya mereka bisa menjadikan saksi untuk membela sayang. Kenapa malah diam? " tanya Kris Na.
" Walaupun mereka bela. Tetap gak bisa bersih namaku sayang. Kotor ya kotor. " ujar diriku.
__ADS_1
" Iya. Tapi paling tidak. Bela dikit. Sayang lho adalah sahabatnya mereka. Selalu bersama. Apa coba gunanya kebersamaan itu? Kalau disaat sayang posisi dijebak. Mereka malah diam? Terus maksudnya kemarin-kemarin selalu bersama itu gimana?" tanya Kris Na yang mulai merasa kesal.
" Sudah. Sayang. Biarin saja. Sudah terlanjur terjadi. Apa bisa perbuat? Aku pasrah saja sih, Sayang. Kalau sayang masih mau sama aku. Ya aku bersyukur. Kalau gak. Ya sudah. Mau gimana lagi. " ujar diriku.
" Aku kecewa sama mereka, Sayang. Ku pikir mereka bisa melindungimu. Menjagamu dari apapun itu. Ternyata aku salah menilai mereka dari awal. Mereka cuma baik disaat kamu keadaan baik. Saat kamu sulit. Mereka malah jadi jahat.
Satu lagi. Seperti yang pernah aku bilang dari awal mengenalmu. Aku benar-benar sayang sama kamu dengan tulus. Menerima kekuranganmu apapun itu. Tidak pernah merasa menyesal dengan segala hujatan atau apapun yang ingin mencemarkan nama baikmu.
Aku percaya sama kamu. Kamu adalah wanita yang baik yang pernah aku kenal. Jujur. Itu kelebihan sayang yang miliki dari sebagian orang. Aku sayang banget. Aku sedih sayang digituin sama temanmu sendiri.
Aku juga sedih. Aku tidak melindungimu saat kejadian kemarin. Aku telat dari kemarin dan hari ini juga. Aku sedih dan ingin rasanya benci sama diriku sendiri. Gagal menjagamu. " ujar Kris Na.
__ADS_1