Cinta Wun Da Ree

Cinta Wun Da Ree
Part 25


__ADS_3

Sore hari telah tiba ...


\=Kris Na\=


Sayang sudah siap? Aku sekarang berangkat sama Ei Do pake mobil ya. Tunggu aku ya. Oya, dirumah ada Papa dan Mamamu gak?


\=Wun Da Ree\=


Mereka belum sampai dirumah. Mungkin dalam perjalanan pulang dari kerja. Biasanya jam segini sampai sih. Oh ya, Aku sudah siap. Ok. Aku tunggu, sayang. Hati-hati dijalan ya.


\=Kris Na\=


Oh gitu. Ya, kalau mereka belum sampai rumah. Aku tunggu mereka dulu dirumahmu. Ya sudah. Aku sudah mau berangkat nih. Nanti aku kabarin kalau sudah sampai depan rumah. Ditunggu ya, Sayang.


\=Wun Da Ree\=


Ok, sayang. Hati-hati dijalan, sayang.


Aku pun menunggu Kris Na di kamar. Deg-degan. Gelisah. Gugup. Grogi menjadi satu. Karena ini untuk pertama kalinya mengenalkan seseorang ke orang tua dan pertama kali pula mengajak seseorang ke rumahku.


" Duh.... Gimana caranya bilang ke Papa Mama ya? " ujar diriku.


Aku pun menghampiri Mbok Wan yang sedang sibuk menyapu di ruang tamu lantai satu.


" Hais. Wun Da Ree. Cantik-cantik gini, mau kemana? " tanya Mbok Wan.

__ADS_1


" Mau ke pantai. Hehe. " ucap diriku.


" Sama siapa? " tanya Mbok Wan lagi.


" Ada. Sama teman. Nanti dia kesini jemput Wun Da Ree. " ujar diriku.


" Teman siapa? Teman sekolah atau gimana? Cowok atau cewek? " lanjut Mbok Wan bertanya lagi.


" Hm. Gimana ceritanya ya. Dibilang teman sekolah sih gak. Kenalnya sih dari pas di Warung An Diz, deket-deket sekolahnya Wun Da Ree. Ya pokoknya karena Wun Da Ree sering nongkrong di warung itu dah. Dia juga. Kenal jadinya. Ya gitu dah. " ucap diriku.


" Oh. Cakep orangnya? " tanya Mbok Wan lagi.


" Ah. Mbok ini. Nanti aja dah Mbok nilai sendiri kayak gimana. Haha. Wun Da Ree gak menilai dari tampang soalnya. Tapi dari hati. Baik sih orangnya. Menurut Wun Da Ree ya. Hehe. " ucap diriku lagi.


Tiba-tiba Mama dan Papa Wun Da Ree baru sampai dirumah. Mereka baru pulang kerja.


" Eh. Mama. Pas banget langsung tiba dirumah. Hm. Mau ke pantai sama teman sih, Mama. " jawab diriku.


" Ke pantai? Naik motor sendiri apa dijemput? " tanya Mama Wun Da Ree.


" Haduh. Anak Papa. Mau kemana cantik-cantik begini? " tanya Papa Wun Da Ree.


" Anak kita mau ke pantai sama temannya, Papa. Oh ya. Jawab dulu pertanyaan mama. Naik motor sendiri apa dijemput? " tanya Mama Wun Da Ree.


" Jemput sih, Mama Papa. Bentar lagi dia datang kesini. " ujar diriku.

__ADS_1


Drrrtt ddrrtt drrttt ...


Handphone Wun Da Ree berbunyi ...


Wun Da Ree pun mengecek, ternyata Kris Na menghubunginya.


" Halo ... Sudah dimana? " tanya diriku.


" Halo. Sayang. Nih aku sudah didepan. Aku langsung masuk apa gimana nih, Sayang ? " tanya Kris Na.


" Ah ya. Tunggu sebentar. Aku cari sekarang didepan. Ok? " ujar diriku.


" Mama. Papa. Mereka sudah datang. Tunggu dulu ya. Wun Da Ree mau nyari mereka dulu ke depan. " ujar diriku.


Aku pun langsung keluar menghampiri mereka yang sedang menunggu di pinggir jalan.


" Oh yaya. Ajak aja kesini. Mama tunggu. " ujar Mama.


" Ok. Mama. " ujar diriku.


Sementara dirumah. Papa dan Mama pun berbincang tentang Wun Da Ree.


" Hm... Anak kita sudah besar ya? Tumben dandan cantik begitu. " tanya Mama Wun Da Ree.


" Iya. Tapi dia mau keluar sama siapa ya? " tanya Papa Wun Da Ree.

__ADS_1


" Hm. Gak tau sih, Papa. Tapi, dia barusan bilang teman. Mbok Wan. Dia ada cerita juga gak sama Mbok Wan? " tanya Mama Wun Da Ree.


__ADS_2