
2 jam kemudian ...
Drrrttt ddrrttt ddrrttt ...
Handphone Wun Da Ree bergetar
" Halo, sayang ? " ujar diriku.
" Sayang dimana? Aku sudah didepan gerbang sekolah nih. " ujar Kris Na.
" Iya. Aku akan kesana sekarang. Tunggu ya. Sayang. " ujar diriku.
Suasana sekolah sudah sepi. Karena semua sudah pulang sekolah. Hanya beberapa saja yang masih di sekolah. Mungkin sedang mengerjakan tugas. Sampai akhirnya tiba di gerbang sekolah. Kris Na merasakan ada yang berbeda dari raut wajahku. Ia pun bertanya.
" Sayang. Ada apa? Sayang marah ya? " tanya Kris Na.
" Teman-temannya sayang sudah pulang ya? Ini baru jam 1. Sayang pulang jam berapa tadi? " tanya Kris Na.
" Iya. Mereka sudah pulang dari tadi. Aku pulang selid hari ini. Aku lupa informasi sayang. Setiap hari selasa, pulangnya jam 11. 2 jam sebelumnya dari biasanya. Tapi tidak dapat jam istirahat. " ujar diriku.
" Oh gitu. Maafin aku ya, sayang. Aku gak tau. Kalau pulang selid hari ini. Sayang marah ya? " tanya Kris Na.
Aku hanya menggeleng-gelengkan kepala. Air mataku langsung netes. Aku pun menangis.
__ADS_1
" Sayang. Kenapa menangis? Hei. Ada apa? Ram Da Mee melakukan apa ke sayang? Apa Ia menindas sayang lagi? " tanya Kris Na.
" Engga. Engga apa-apa. Yuk. Pulang saja. " ujar diriku sambil mengusap air mataku yang terus menetes.
Kris Na pun merasa bersalah. Ia pun berusaha menghiburku.
" Maem yuk? Kita maem enak. Oya. Gimana kalau kita makan udang bakar. Sayang boleh kan makan udang? " tanya Kris Na sambil mengusapkan air mataku.
Aku hanya menganggukkan kepala. Air mataku terus menetes tiada hentinya.
" Sini. Tak peluk. Maaf. Aku datang terlambat. " ujar Kris Na.
Aku tetap menganggukkan kepala. Aku pun menangis tersedu-sedu di pundaknya. Kris Na pun mengelus punggungku.
Aku masih menangis tersedu-sedu dipelukannya. Kris Na pun langsung melepaskan pelukanku. Ia mengusap air mataku lagi. Ia mencium pipiku kiri dan kanan. Lalu keningku.
" Sudah yuk. Jangan nangis lagi. Kalau sayang gak mau cerita. Ya. Aku gak maksa. Sekarang kita pergi beli makan dulu ya. Sayang pasti lapar. Kan belum dapat istirahat. Kris Na sayang Wun Da Ree. Sayang banget. " ujar Kris Na.
Aku pun hanya bisa tersenyum.
" Yuk. Naik motor dulu. Peluk aku. Yang erat. " ujar Kris Na.
Aku pun naik mogenya dan memeluknya dengan erat. Kami pun pergi dari sekolah mencari tempat makan.
__ADS_1
.
.
.
.
30 menit kemudian ...
" Enak udang bakarnya? " tanya Kris Na.
" Enak banget. Makasi ya, Sayang. " ujar diriku.
" Akhirnya sayang mau bicara juga. Sudah gak sedih lagi kan? Makan yang banyak ya. Ingat minumnya. Pelan-pelan makannya ya. " ujar Kris Na.
" Iya. Sayang. Maaf. Aku dari tadi bisanya nangis saja. " ujar diriku.
" Ya. Gak apa-apa. Maaf. Aku tadi membuatmu menunggu lama juga. Sampai menunggu 2 jam. Maafin aku ya, Sayang. " ujar Kris Na.
" Gak apa-apa. Ini juga salahku. Aku lupa informasi sayang kemarin. Aku juga lupa kalau setiap ada pelajaran Housekeeping itu 4 jam aja. Jadi gak ingat sama sekali kalau pulangnya selid. " ujar diriku.
" Lain kali. Akan aku ingat. Berarti selasa. Aku tidak bisa antar jemput, Sayang. Karena aku pulangnya tetap seperti biasanya. Biar sayang gak nunggu lama. Sayang bawa motor sendiri saja ya. Gak apa-apa kan? " tanya Kris Na.
__ADS_1