
*Warung An Diz.
" Hei. Itu kan Kris Na. Cowok yang waktu itu kan? " ujar Mi Rah.
" Hais. Waktunya makan. Bukan ngobrol. " ujar Je Si Ka.
" Lha. Santai donk. Selama gak belepotan. Ngobrol sambil makan. Gak masalah. Huk huk huk. " ujar Mi Rah seketika langsung batuk karena tersedak.
" Heh. Minum dulu. Minum dulu. " ujar diriku.
" Tuh kan. Sudah ku bilangin. " ujar Je Si Ka.
" Huk huk huk. " Mi Rah pun langsung minum Es Jeruknya.
" Pelan-pelan. " ujar diriku.
" Hm. Mi Rah. Mi Rah. " ujar Je Si Ka.
" Hah. Lega. Hah. Hah. " ujar Mi Rah.
" Sudah baikan sekarang? " ucap diriku.
" Aku rasa aku sudah baikan. Ah. Mie yang belum aku gigit. Ku telan gitu saja. Ah. Auto susah kebelakang karena susah dicerna. " ucap Mi Rah.
" Rasain tuh. " ucap Je Si Ka.
__ADS_1
" Kamu tuh ya. Khawatir dikitlah sama aku. Kata-katamu sadis banget sih. " ucap Mi Rah.
" Hei. Sudah sudah. Jangan berantem. Sekarang syukurlah, Mi Rah baik saja. Lanjutin makannya. " ucap diriku.
" Hm. Sudah ditraktir. Bukannya berterima kasih. Malah marah sama aku. Nanti .. " ucap Je Si Ka. Namun pembicaraannya dipotong oleh Mi Rah.
" Nanti aku tetap pulang sama kamu. Titik ! Gak pake koma! Kalau kamu nyuruh aku jalan kaki. Aku kasi tau kalau ... " ucap Mi Rah. Namun Je Si Ka memotong pembicaraan Mi Rah.
" Ssssttt !!! Diam. Bawel amat ni anak. Aku tetap anterin kamu pulang. Puas ? " ucap Je Si Ka.
" Ok. Aku akan diam sekarang. " ucap Mi Rah.
" Hm. Kalian berantem. Mood makanku jadi hilang lho. " ucap diriku.
Tiba-tiba suatu kebetulan. Ung De pun datang bersama cewek. Entah itu siapa. Mereka pun masuk ke Warung An Diz.
" Nah lho. Kok malah Wun Da Ree yang tersedak sekarang. " ucap Mi Rah.
" Wun Da Ree . Minum dulu. " ucap Je Si Ka dengan penuh khawatir.
Aku pun minum sambil melihat ke arah dimana Ung De berdiri bersama seorang cewek. Ung De tidak menyadari keberadaan Wun Da Ree yang ada di tempat yang sama pula.
" Wun ? " ucap Je Si Ka. Ia pun juga mengikuti penglihatan Wun Da Ree ke arah mana.
" Hei. Kalian lihat siapa sih? " ucap Mi Rah. Ia pun ikutan menoleh ke arah belakang.
__ADS_1
" Itu bukannya Ung De ya ? " tanya Je Si Ka.
Secara bersamaan. Kris Na pun melihat Wun Da Ree yang sedang memperhatikan ke arah Ung De.
" Hm. Ketahuan juga akhirnya. Tapi ... kasihan banget ini cewek. Wun Da Ree. Hm ..." ucap Kris Na dalam hatinya.
" Yang mana sih orangnya ? " tanya Mi Rah lagi.
" Ssstt. Berisik banget sih. " bisik Je Si Ka.
Wun Da Ree hanya membisu dan terus melihat gerak geriknya Ung De. Sementara Ung De masih belum menyadari keberadaan Wun Da Ree.
" Wun. Mau dilabrak atau gimana ? " bisik Je Si Ka.
" Aih. Yang mana sih? Penasaran banget aku. " tanya Mi Rah lagi saking penasarannya.
" Itu. Yang cowok itu sama cewek itu. Ah kamu ini. Gak tau. Mending diam aja. " bisik Je Si Ka.
" Yang mana ? Banyak orang gini. Ya mana aku taulah. " jawab Mi Rah.
Dan aku masih membisu.
" Wun... bicara dong. " bisik Je Si Ka.
" Kenapa bisik-bisik sih? Langsung labrak aja! Kenapa sih ? " ucap Mi Rah.
__ADS_1
Aku pun langsung berdiri dan berjalan ke arah Ung De berada.