Cinta Wun Da Ree

Cinta Wun Da Ree
Part 29


__ADS_3

" Tapi, sayang ... Aku malu. Aku hampir lupa dengan masa laluku sendiri. Itu kesalahanku.... " ujar diriku yang hampir meneteskan air mata.


"Sudah. Sudah. Sudah. Jangan dibahas lagi. Lanjut makan dulu. Yuk. " ujar Kris Na.


" Tapi. Aku tetap kepikiran. Aku tetap merasa bersalah. Aku .... " ujar diriku yang tak sanggup berbicara lagi.


" Sudah, Sayang. Sudah.... " ujar Kris Na. Ia pun memelukku.


Aku masih menahan air mata. Sementara Ei Do hanya terdiam saja.


" Ei Do, kamu kenal baik sama siapa tuh namanya tadi? " tanya Kris Na.


" Ram Da Mee. Iya. Aku kenal baik sama dia. Dia teman sekelas aku waktu SMP. " ujar Ei Do.


" Oh. SMP. Sering ketemukah kalian? " tanya Kris Na.


" Gak. Waktu perpisahan sekolah waktu itu sih terakhir ketemunya sama dia. Dan sekarang ini baru ketemu lagi. " ujar Ei Do.


" Oh. Ku pikir kalian sering ketemu di tempat nongkrong atau dimana gitu. " ujar Kris Na.


" Gak sih. Dulu waktu SMP. Memang sering nongkrong sama dia. Tapi waktu itu, dia terkenal sebagai cowok nakal. Sering mempermainkan cewek. Bahkan dari saat itu, dia sudah melakukan .... ya itu dah. " ujar Ei Do.


" Ya itu dah apaan? " tanya Kris Na.


" Disini rame, Kris. Nanti aja dah bahas di mobil. Gak enak bahasnya. " ujar Ei Do.


" Eh ya. Hampir lupa. Saking penasarannya aku sama temanmu itu. Ok. Nanti saja dibahas. " ujar Kris Na.


Aku hanya terdiam.


" Wun Da Ree Sayang. Jadi hilang nafsu makannya gara-gara mantan pacarmu tadi? " tanya Kris Na.


" Enggak sih. Cuma kepikiran saja. Aku takut. Sayang menyesal. Kalau sampai tahu apa yang terjadi sebenarnya di masa lalu. " ujar diriku.

__ADS_1


" Wun Da Ree, makan saja dulu. Nanti kita bahas bersama. Kris Na masih dipihakmu. Jangan terlalu dipikirkan. " ujar Ei Do.


" Iya. " ujar diriku.


Kami pun melanjutkan makan hidangan Sup Kepala Ikannya.


.


.


.


15 menit kemudian. Kami pun kembali masuk kedalam mobil.


" Ok. Sekarang kita sudah didalam mobil. Lanjutkan pembicaraanmu tadi, Ei Do. " ujar Kris Na.


" Sayang. Bener-bener ingin tahu tentang mantan pacarku itu ? " ujar diriku.


" Apakah itu penting? " tanya diriku.


" Itu sangat penting buat aku. Aku ingin melindungimu, sayang. Ada yang salah? " tanya Kris Na.


" Huhuk huhuk. Aku diabaikan lagi nih? " tanya Ei Do.


" Tidak ada yang salah. Ei Do. Lanjutkan saja pembicaraanmu tadi. " ujar diriku.


" Sampai mana tadi ya? Aku sampai lupa nih. " ujar Ei Do.


" Dari SMP, dia sudah melakukan ..... apa ? " tanya Kris Na.


" Oh ya. Dari SMP, dia sudah melakukan hubungan suami istri sama cewek. Siapapun yang mau menjadi pacar. " ujar Ei Do.


" Huhuk. Huhuk. " aku pun tersedak.

__ADS_1


" Sayang, kenapa ? Ei Do. Tolong, Beli air minum 1 botol dulu. " ujar Kris Na.


" Haish... Ok. Ok. Tunggu sebentar. " ujar Ei Do.


Ei Do pun keluar dari mobil. Ia membeli air minum di Warung Ju Bing yang didatangin tadi.


Sementara Kris Na masih menepuk-nepuk punggungku.


" Huhuk. Huhuk. " aku pun masih batuk.


" Tunggu sebentar, Sayang. Sebentar lagi Ei Do bawain air minum. " ujar Kris Na.


Ei Do pun kembali masuk ke dalam mobil.


" Nih. Air minumnya. " ujar Ei Do.


Kris Na pun membuka botol air minumnya. Kemudian disuguhkan ke bibirku.


" Minum dulu, Sayang. " ujar Kris Na.


Aku pun cepat-cepat minum.


" Pelan-pelan, Sayang. " ujar Kris Na.


" Ah... Lega. " ujar diriku.


" Sudah baikan? Gak batuk lagi? " lanjut Kris Na.


" Sudah. Huff.. Makasi, Sayang. " ujar diriku.


" Hei. Itu aku lho yang mesti turun beli air minum. Kok bilang makasinya ke Kris Na. Hm. " ujar Ei Do.


" Hehe. Makasi juga, Ei Do. " ujar diriku.

__ADS_1


__ADS_2