Cinta Wun Da Ree

Cinta Wun Da Ree
Part 2


__ADS_3

" Je Si Ka, darimana kamu dapat foto ini? Mungkin saja itu adalah mantan pacarnyakah ? Bisa jadi itu juga adalah foto lamakah ? Bisa jadi aja kan? " tanya diriku.


" Wun, foto itu aku yang ambil sendiri lho! Kemarin sore, aku lihat cowokmu sama cewek itu. Dan .. parahnya lagi. Kebetulan cewek itu adalah teman SMP aku sendiri. Jadi pas banget aku kenal dia donk. Oya, aku juga temanan di BBM. Ya sudah, dia memang mengakuinya dan inilah pembuktian chatnya. " jawab Je Si Ka.


" Hmm ... Je Si Ka, hatiku sakit banget lho. Dan aku benar-benar gak percaya sama apa yang Ram lakuin ke aku. Apa aku punya salah sama dia ? atau dia memang hanya mempermainkan aku saja ? Je .. Kenapa aku diselingkuhin sama Ram ? Kenapa dia tega melakukan itu ? " tanya diriku dengan lemas.


" Hm ... Sabar, Wun Da Ree. Labrak dia sekarang. Tampar dia kalau kamu mau! Atau apalah! Buat hilangin rasa sakitmu! Aku temanin dah! " jawab Je Si Ka dengan semangat.


" Hm ... Tauk ah. Pulang yuk. Semuanya pada pulang. Kita doank yang masih disini. Hmm .. Lemas banget rasanya. Jantungku remuk. Je Si Ka. Rasanya pengen nangis tapi aku gak bisa nangis. Ya Tuhan. Kenapa jadi gini sih? " lanjut diriku.


" Semangat donk! Kan masih ada aku. Aku selalu disampingmu apapun yang terjadi. Percaya sama aku. Aku gak akan pernah meninggalkanmu. " lanjut Je Si Ka.


" Hm.... Terima kasih, Je Si Ka. Kamu memang teman yang terbaik untukku. Kenapa aku tidak menyadarinya ya? Maafkan aku selama ini selalu mengabaikanmu. " jawab diriku.


" Iya. Gak apa-apa. " lanjut Je Si Ka.


Kita pun keluar dari kelas. Kelasku lokasinya di lantai 3. Dan kelasnya Ram Da Mee lokasinya di lantai 2. Suatu kebetulan pun terjadi. Ram Da Mee nongkrong sama teman-temannya di dekat tangga yang aku lewati.


" Nah ... ini dia orangnya. Tampar dia, Wun! " bisik Je Si Ka.


Aku sempat terdiam dan masih melamun dengan membayangkan foto yang diperlihatkan Je Si Ka tadi.


Dan ..


Aku pun turun selangkah demi selangkah. Aku mendekatinya. Aku tatap matanya. Tapi Ram Da Mee mengalihkan pandangannya dariku. Hatiku sakit.


Plaaakkk !!!

__ADS_1


Semua orang yang ada disekitar pun kaget melihatku yang baru saja menampar Ram Da Mee.


" Aww ! Apa-apaan ini ? " bentak Ram Da Mee.


" Wooo ... Rasain tuh! Akibat kamu selingkuhi temanku! Dasar, Buaya ! " balas Je Si Ka dengan penuh emosi.


Aku hanya terdiam tanpa kata pun langsung meninggalkan Ram Da Mee. Aku tidak menangis. Aku hanya membisu. Rasanya hampa begitu saja.


" Hei, Wun! Tunggu aku! " ujar Je Si Ka.


.


.


.


.


.


" Wa Yan Dee, ngapain kita ke lantai 3 ? Semua dah pada pulang lho. " tanya diriku dengan perasaan bingung.


" Ssstt ... Kita ke perpustakaan. Mumpung sepi. Kita bisa berduaan. Hayoo


.. " jawab Wa Yan Dee.


" Dee, kamu mau ngajak aku main nih disitu ? " tanya diriku lagi.

__ADS_1


" Kamu nolak nih ? Sama teman sekelasku, Ram Da Mee. Kenapa kamu mau ? " balas Wa Yan Dee.


" Hais. Kenapa bawa nama dia lagi sih? Dah ah. Aku mau pulang. Males dah gini-ginian. " ujar diriku.


" Wun, jangan. Tolonglah ya. Aku gak bakal nyakitin kamu. Aku gak sama dengan mantanmu itu. Aku benar-benar sayang sama kamu, Wun. " ujar Wa Yan Dee.


Aku mendengar kata-katanya itu pada akhirnya membuat hatiku luluh. Dan aku pun melakukannya lagi tanpa memikirkan apa-apa. Menuruti apapun keinginannya.


" Besar banget. Sakit kayaknya. " ucap diriku.


" Gak. Kan pelan-pelan, sayang. Ayo. Sini. Sudah tegang banget. " ucap Wa Yan Dee.


Tiba-tiba aku menolaknya.....


Namun yang terlanjur sudah terjadi. Leherku sudah dibekaskan sama dia. Biarpun begitu. Tetap aku menolaknya dan ingin pergi begitu saja.


" Hmm... Gak jadi dah. Aku mau pulang. " ucap diriku.


Aku pun cepat-cepat kembali memakai baju seragamku dan semuanya. Kemudian aku pun langsung meninggalkan Wa Yan Dee.


" Wun. Jangan pergi. Tolong. Sekali saja. " ucap Wa Yan Dee.


" Gak ! Jangan maksa ! " ucap diriku.


" Sssttt ... pelankan suaramu. Ok. Aku gak maksa. Tunggu dulu. Aku pakai celanaku dulu. " ucap Wa Yan Dee.


Karena aku sudah muak. Gak tahan lagi. Aku pun langsung meninggalkan Wa Yan Dee sendirian. Aku pun langsung berlari dan turun tangga. Oh ya. Posisi perpustakaan ini di lantai 3 sebelahan sama kelasku.

__ADS_1


Waktu aku baru sampai di lantai dasar. Tanpa sengaja aku bertemu dengan Je Si Ka dan Mi Rah. Mereka adalah teman sekelasku.


__ADS_2