
Beberapa menit kemudian ..
\=Kris Na\=
Berapa nomor handphonemu?
Aku mau bicara penting.
\=Wun Da Ree\=
087859xxxxxx
Drrtt drrtt drrtt ...
Ada nomor asing pun menghubungiku. Aku pun menerima panggilannya. Namun ada yang salah. Yang berbicara ini seorang perempuan.
" Halo? Ini Wun Da Ree ya? " ujar seorang perempuan.
Wun Da Ree pun kaget. Tapi ia tetap menjawabnya.
" Iya. Ini siapa ya? " tanya diriku.
" Aku Ki Ra Na. Kakaknya Kris Na. Lebih baik kamu sekarang datang ke rumah sakit Bunda Maria. " ujar Kakak Ki Ra Na.
" Rumah Sakit? Kris Na kenapa, kak? " tanya diriku.
" Kamu jangan berpura-pura bodoh ya! Kamu pacarnya Kris Na atau bukan? Emosi aku lama-lama sama cewek bodoh kayak kamu. " ujar Kakak Ki Ra Na.
" Maaf, Kak. Aku akan segera ke rumah sakit sekarang. Tunggu ya, kak. " ujar diriku.
Tutt tutt tutt ...
__ADS_1
Kakak Ki Ra Na pun mematikan panggilannya karena emosi. Sementara aku pun membisu dan lemas ketika mendengar Kris Na berada dirumah sakit. Aku pun menyalahkan diriku sendiri yang sempat berfikir buruk dengannya.
Aku pun langsung bersiap-siap menuju ke Rumah Sakit Bunda Maria. Aku pun berpamitan sama Mama, Papa dan juga Pembantuku, Mbo Wan.
" Mama, Papa. Aku keluar sebentar ya. Kris Na masuk rumah sakit. Aku mau nengok kesana. " ujar diriku.
" Eh. Kris Na sakit apa? Apa perlu mama ikut juga. " ujar Mama Wun Da Ree.
" Gak tau, Mama. Tadi kakaknya Kris Na hubungi aku barusan. Info kalau Kris Na lagi dirumah sakit. Mama, Papa. Aku sendiri saja kesana. Maaf. Aku buru-buru. " ujar diriku.
" Rumah sakit mana, Wun Da Ree? " ujar Papa Wun Da Ree.
" Bunda Maria. Sudah ya. Wun Da Ree buru-buru banget. " ujar diriku.
" Iya. Hati-hati ya. Kalau ada gimana-mana, hubungi Mama ya! " teriak Mama. Karena Wun Da Ree sudah bergegas menjauh dari sisi Mama.
" Iya iya, Mama! " ujar diriku.
" Mau kemana, Wun Da Ree? " ujar Mbok Wan.
" Aku buru-buru mau ke rumah sakit. Kris Na sakit, Mbok. " ujar diriku.
" Sakit apa? " tanya Mbok Wan.
" Ya nanti aja tak beri tahu. Dah, Mbok. " ujar diriku.
Aku pun langsung berangkat menuju ke Rumah Sakit Bunda Maria sendirian.
15 menit kemudian ...
*Rumah Sakit Bunda Maria.
__ADS_1
Aku pun langsung mengambil handphone dan menghubungi Kakak Ki Ra Na kembali.
" Halo, Kakak Ki Ra Na. Aku sudah sampai di Rumah Sakit Bunda Maria. Kris Na diruangan mana ya? " ujar diriku.
" Tunggu. Aku cari kamu diluar. " ujar Kakak Ki Ra Na.
" Iya. Kakak. Terima kasih. " ujar diriku.
5 menit kemudian ...
Kakak Ki Ra Na pun menghubungi kembali. Ia memastikan keberadaanku kembali.
" Halo? " ujar Kakak Ki Ra Na.
" Iya. Halo? " ujar diriku.
" Kamu dimananya? Aku didekat pintu masuk. " ujar diriku.
" Ok. " ujar Kakak Ki Ra Na.
Puk ...
Kakak Ki Ra Na menepuk pundakku.
" Wun Da Ree ya? " ujar Kakak Ki Ra Na.
" Iya betul. Ini aku, Kak Ki Ra Na. " ujar diriku.
" Ok. Ikuti aku. " ujar Kak Ki Ra Na.
Aku pun mengikutinya dari belakang. Sampai akhirnya aku tiba di salah satu ruangan. Aku melihat beberapa orang memenuhi ruangan itu. Aku pun juga melihat Kris Na yang sedang berbaring di tempat tidur.
__ADS_1