Cinta Wun Da Ree

Cinta Wun Da Ree
Part 47


__ADS_3

Malam pun tiba ...


\=Wun Da Ree\=


Sayang, kamu lagi dimana? Kenapa belum memberi kabar juga? Sayang ....


.


.


.


Jam 10 malam kemudian ..


Wun Da Ree terus memegang handphone nya. Tapi Kris Na belum juga memberi kabar. Ia pun mencoba chatting lagi.


\=Wun Da Ree\=


Sayang...


Tiba-tiba laporan pengirimannya hanya tercentang satu yang berarti tidak terkirim.


" Lho. Kenapa centang satu sih? Yang bener saja. Ih. Kemana sih orang ini? Mana aku gak tau lagi pin bbmnya Ei Do. Gak bisa nanya jadinya. Ih. Kemana sih, Kris Na? Sama sekali tidak ada kabar. Tadi sore centang dua. Sekarang satu. Hm.. " ujar diriku.


Wun Da Ree pun merasa kecewa. Ia pun mulai berfikir. Kris Na sama dengan Ung De. Tidak memberi kabar secara tiba-tiba dan merasa diselingkuhi.


" Kamu jahat. Kamu menghilang tiba-tiba. Centang satu begini. Kamu sama dengan mantanku semua. Gak ada bedanya. Kamu cuma baik di awal saja. Sama saja. Gak lebih! " ujar diriku.


Sampai akhirnya aku pun menangis dan tertidur.


Keesokan harinya, Wun Da Ree tetap sekolah seperti biasanya. Namun kali ini, aku berangkat sendiri. Sampai di sekolah pun, Ia tetap sendiri. Belajar sendiri. Istirahat sendiri. Semua dilakukan dengan sendiri.

__ADS_1


Biarpun hujatan dan bully dari teman-temannya sendiri masih menghiasi telinganya. Ia tetap fokus pada tujuan utama bersekolah. Ia tetap fokus belajar. Tidak peduli dengan orang lain.


.


.


.


Satu minggu kemudian ..


Tiba-tiba Ei Do datang ke rumah Wun Da Ree ...


" Wun Da Ree.. Wun Da Ree ... Wun Da Ree ... " ujar Ei Do.


Mbok Wan, Pembantu Wun Da Ree pun menengok ke pintu depan rumah.


" Maaf, nyari siapa ya? " tanya Mbok Wan.


" Oya. Dia ada di kamar atas. Sebentar ya, saya panggilkan dia. " ujar Mbok Wan.


" Iya. Terima kasih, Mbok. " ujar Ei Do.


Ei Do pun duduk dan menunggu kehadiran Wun Da Ree. Sementara Mbok Wan mencari Wun Da Ree ke kamarnya.


" Wun Da Ree. Wun Da Ree. " ujar Mbok Wan.


" Iya, Mbok Wan. Ada apa? " tanya diriku.


" Ada yang nyari. Temannya Wun Da Ree menunggu dibawah. " ujar Mbok Wan.


" Siapa yang nyari aku? " tanya diriku.

__ADS_1


" Itu. Teman pacar Wun Da Ree. " ujar Mbok Wan.


" Ei Do maksudnya, Mbok? " tanya diriku.


" Iya. Itu dia. Dia nunggu dibawah. " ujar Mbok Wan.


" Oyaya. Sekarang aku kebawah. Terima kasih, Mbok Wan. " ujar diriku.


Aku pun turun kebawah dan menghampiri Ei Do yang sedang duduk dengan gelisah.


" Ei Do? Ada apa? " tanya diriku.


" Sini dulu. Ikut aku sekarang juga. " ujar Ei Do.


" Hei. Hei. Mau kemana? " tanya diriku.


" Ini soal Kris Na. " ujar Ei Do.


" Oh. Dia. Ada apa? " ujar diriku dengan ekspresi datar.


" Iya. Ikut saja aku dulu. " ujar Ei Do.


" Gak. Duh. Ngapain sih? Ngomong aja. Ada apa? " tanya diriku.


" Kamu akan menyesal kalau gak ikut sama aku sekarang. " ujar Ei Do.


" Apaan sih? Dia pasti ada di parkiran depan rumah ya? Sengaja. Kamu yang datang. Biar aku mau keluar rumah. Ya kan? " tanya diriku.


" Bukan. Dia tidak ada di parkiran depan rumah. Hanya aku disini. " ujar Ei Do.


" Oohhh... Atau dia ada di suatu tempat. Ketemuan. Terus aku berangkatnya sama kamu? Gitu kan? Ih. Basi lah. Ngerjain kayak ginian. " ujar diriku.

__ADS_1


__ADS_2